Beranda > Umum > ROHIDIN, SULTAN PATRA KUSUMAH VIII

ROHIDIN, SULTAN PATRA KUSUMAH VIII

Rohidin, Sultan Patra Kusumah VIII

“Kami ingin Sela Cau Dijadikan Wilayah Istimewa seperti Wilayah Kesultanan Lainnya di Jogjakarta”

Ditemui di kediamannya di Cagar Budaya Sela Cau, Rohidin yang lebih dikenal dengan Sultan Patra Kusumah VIII dengan lugas dan jelas memaparkan sejarah berdirinya Kerajaan Sela Cau.

Berlokasi di Kampung Nagaratengah Desa Cibungur Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya,  Rohidin mengklaim dirinya sebagai putra mahkota Kerajaan Sela Cau yaitu Sultan Generasi  ke delapan Kerajaan Sela Cau.

Menurut Rohidin, dirinya bercita cita ingin melestarikan sejarah dan budaya sunda.

“Dasar kami adalah budaya, kami akan memberitahu kepada orang yang belum tahu, dan mengajak warga masyarakat yang merasa orang sunda untuk peduli terhadap budayanya” ,ujarnya.

Terlepas benar dan tidaknya kerajaan Sela Cau ini, berikut hasil penelusuran kami tentang sejarah keberadaan Kerajaan Sela Cau yang berhasil kami rangkum dari petikan wawancara kami dengan Rohidin, Sultan Patra Kusumah VIII pada hari Kamis (25/11)

Pada taun 1549M/969H, Wali Songo beserta Pandawa Lima ini dan anggota-anggota yang sudah sepenanggungan ini sepakat mendirikan sebuah organisasi yang dinamakan ”Sela Cau” kenapa organisasi itu dinamakan Sela Cau?, karena Pandawa Lima yang anggotanya mempunyani lima yang sangat tinggi, dan Sela Cau di ambil dari ujukan-ujukan musuhnya, yaitu ketika pandawa lima dan anggotanya terseret atau terdesak oleh musuh mereka selalu berlindung di rimbunnya pohon cau sehingga musuh tidak melihat dan, sesuai dengan wilayah tanah pasundan, dari mula dulu sampai sekarang tanah pasundan dipenuhi oleh kebun cau yang ada dimana-mana, dari mulai tanaman rakyat yang pada kebanyakan rakyat itu menanam cau. Kata cau adalah: kata yang diambil dari bahasa ”Sunda ” yang berarti ”Pohon Pisang” . dan akhirnya mereka diberi gelar ”Sunan Sela Cau”. Maka gelar sunan sela cau itu abadi, sampai sekarang banyak tokoh atau kiyai  yang bertawasul kepada ”Sunan Sela Cau” makanya dalam setiap hajatan dan tasakuran orang-orang selalu menghormatinya atau mendoakan atas jasa-jasanya dan mengharapkan Sari’at, kehormatan atau maunat dari bertawasul kepada ”Sunan Sela Cau” tersebut, yang sangat terkenal kesaktiannya dan kegigihannya dalam memperjuangkan syiar agama islam ini.

Perjuangan sunan sela cau yaitu: menbangun pemerintah sementara dibawah pimpinan sultan Cirebon, yang pada waktu itu sudah dipimpin oleh “Sultan Pangeran Pasarean” yang didampingi senopati patahilah, atau yang bergelar kibagus pasai. Itu setelah berakhirnya Agresi Militer atau serangan ke galuh. Wafatnya Raden Ariya Kiban dan Raden Cakra Ningkrat (Raja Galuh) atas perintah Sultan Cirebon, pemerintahan di Galuh di perluas lagi sampai Tasikmalaya , Garut dan Sumedang, dalam memperluas jaringan pemerintah.

Pemerintah yang dimotori oleh Sunan Sela Cau telah sampai penyebaran atau perluasannya hingga ke pamijahan tasikmalaya. Dengan hasil kesepakatan Sunan Sela Cau menetaplah di wilayah Sunan Sela Cau yang berada disebelah selatan kabupaten tasik malaya yaitu:

  1. Kecamatan Parung Ponteng
  2. Kecamatan Sodinghilir dan,
  3. Kecamatan Bantar Kalong

dan Sunan Sela Cau menetaplah di wilayah itu terutama di wilayah pamijahan adalah bekas salah satu kediaman Sultan Aulia Allah yaitu:”Syekh Abdul Qodir Djaelani”. Setelah lama menetap di wilayah sela cau dengan perjuangan yang sangat panjang, maka terkenallah Sunan Sela Cau itu sampai ke pelosok Nusantara . termasuk Mataram dan sekitarnya.

Maka selama itu sunan sela cau sudah ada pada priode atau jaman kejayaan wali songo, sebelum datangnya syekh abdul Muhyi ke pamijahan. Datangnya Syekh Abdul Muhyi ke pamijahan karena dapat utusan untuk membangun wilayah istimewa pamijahan. Karena adanya keberhasilan pasukan rahasia yang dipimpin oleh ”Raden Patra Kusumah”, dalam memperluas agama islam termasuk mempersempit kekuasaan padjadjaran karena pada waktu itu kerajaan Padjdadjaran beragamakan hindu setelah syekh h. Abdul Muhyi ke pamijahan dengan berbagai macam rintangan, menurut cerita ketika itu datanglah seorang kakek-kakek bertamu ke pamijhan yaiut : Raden Patakusuma dan kebetulan pada waktu itu Syekh H. Abdul Muhyi berada di masjidil harom mekah lagi salat dekat ka’bah tepatnya batu hajar aswad karena kesaktiannya beliau tahu bahwa di rumah pamijahan ada tamu yaitu: pemimpin Sunan Sela Cau, dalam benaknya Syekh Abdul Muhyi ingin menguji dan mencoba kesaktiannya raden patra kusuma itu, dan syekh abdul muhyi pulang kerumahnya pamijahan setelah sampai dirumahnya Syekh Abdul Muhyi beramah tamah atau menemui raden patra kusuma itu. Setelah lama bersenda gurau dengan Reden Patra Kusuma Syekh Abdul Muhyi berbicara ”maaf sebelum meneruskan obrolan saya ketinggalan tasbih di ka’bah mau di ambil dulu” itu kata syekh abdul muhyi kepada raden patra kusuma sudah tau bahwa, syekh abdul muhyi mau menguji dirinya. Dengan sikap ramah beliau menawarkan jasa kepada Syekh H. Abdul Muhyi dengan sikap yang ramah raden patra kusuma berkata sambil duduk bersila dan tidak merubah anggota badannya ”biar akan saya ambilkan” selesai beliau berbicara ternyata tasbih yang ditinggalkan syekh Abdul muhyi itu sudah ada di depannya, maka pada waktu itu Syekh H Abdul Muhyi berkata ”maha suci allah ternyata benar-benar raden patra kusuma itu adalah orang yang Saktimantraguna”.

Pada waktu itu Syekh Abdul Muhyi sangat muda dibanding dengan raden patra kusuma yang usianya suadah lanjut (senja). Dalam kiprah kejayaan organisasi sela cau itu ! diresmikan organisasi itu pada tahun 969 H, bertepatan dengan tahun 1589 M. Kesimpulan kejayaan organisasi sunan sela cau 40 tahun. Menurut cerita usia orang-orang sunan sela cau mencapai rata-rata diatas 200 tahun.  (TIM)

 

 

About these ads
Kategori:Umum
  1. Xcha Rotten
    25 November 2010 pukul 22:33

    wah…. feodalism… yang selalu mengagung2kan cerita2 yang terdahulu…

    • sasmito
      18 Mei 2011 pukul 10:30

      indonesia tak lepas dari sejarah, bahkan al quran penuh dg sejarah masa lalu dan dijadikan panutan, kalau berbuat begini berakibat begini. emg kamu lahir dari mana ? bukankah dr sejarah ibumu

    • cucu suryaman
      23 Mei 2012 pukul 10:29

      Punteun ngiringan yeuh…jaman sekarang yang dibutuhkan adalah pemimpin yang bener ngurus rakyat supaya masyarakat sejahtera catatan “ga usah ngeributin kang rohidin” kalau kang rohidin memang layak jadi pemimpin dan bisa memberikan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat wilayah tasik selatan kan lebih bagus, kalau ternyata belum mampu ya ga apa2 juga. keteladan, jiwa pemimpin bukan diukur oleh keturunan tapi kejujuan, keikhlasan dan kemampuan mengayomi rakyatnya. stop komentar negatif berikan ruang buat kang rohidin, semoga kang rohidin bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. semoga

  2. Sule
    26 November 2010 pukul 07:52

    Beuh, ada sultan di parung ponteng?

    • 19 Juli 2012 pukul 17:50

      Semoga indonesia lebih maju khususnya tasik selatan dengan adanya kesultanan sela cau

  3. Kchadafi
    27 November 2010 pukul 13:53

    Berarti sama Saya Juga , Turunan sultan , Bahkan saya dari dulu dah dapet julukan SULTAN SELA PAHA Karena saya dilahirkan dari sela2 Paha,,,,,,xixixixi

    • DJUNAEDI perlu bukti
      1 April 2012 pukul 03:38

      haha hahah hahah lucu2

    • ajooet
      15 Januari 2013 pukul 00:45

      sama donk kalau gitumah hehe

  4. Abah Nolednad
    27 November 2010 pukul 18:21

    Abi ge rai sultan, sultan Jorghi

  5. Mbah Takokak
    27 November 2010 pukul 18:29

    Parungponteng ada sultan? Kenapa ga dari dulu? Ada ada aja ah? Bener ga neeh? Serius ga? Ah…. Jangan main main ah…, tolong Taselamedia cari berita nya jangan kata orang. Tapi harus wawancara langsung tuh ke lokasi sultan nya, d mana ada sultan? Mana ada sultan di parung ponteng.

  6. Dulloh
    27 November 2010 pukul 21:38

    Sultan KAMALANGKEM,, HA HA HA

    • Abah
      1 Desember 2010 pukul 23:10

      Pada Hari Selasa 07/12/2010 merupakan pemberitahuan, dalam rangka Kegiatan Milad akan dirangkaikan dengan Penobatan Senopati Anom Kasultanan Sela Cau

    • momot
      31 Januari 2012 pukul 13:04

      dulloh ente datang sini….kalo dah ketemu.baru koment…

  7. Maman
    27 November 2010 pukul 21:41

    Jangan pada diledek pa , biarin aja dia punya hak untuk BERHAYAL JADI SULTAN ini kan Negara Bebas mao ngaku Adik nya Ratu Wihelmina Juga Syah syah saja Paling paling orang yg Percaya nya , dianggap Sress he he

    • 25 Februari 2013 pukul 09:53

      KEUN WE TONG SOK RIWEUH MASIH BANYAK PEKERJAAN YANG LAIN,

  8. Maman
    29 November 2010 pukul 23:34

    HA HA HA HU HU HU HU HUUU HUU H UU HH HI HI HI HI HA HA HA HA HA DI PARUNG PONTEENG ???? HA HA HA HA JANGAN PADA BENCANDA DONG HA HA HA

  9. eje
    1 Desember 2010 pukul 02:33

    balad wa kepoh ieu mah…..

  10. didit
    1 Desember 2010 pukul 22:34

    kalau emang begitu benar adanya, tentu ada dalam cerita sejarah, atau setidaknya pernah disebut dalam cerita kesultanan lainnya, dan juga pasti ada bukti otentik tentang hal tersebut, adapun kalau dia hanya mengada2 orang lain yang akan menilainnya

  11. asep
    2 Desember 2010 pukul 15:47

    hebat eng..tasela aya..SULTAN..ngan eta namina mani sela cau

    • DJUNAEDI perlu bukti
      1 April 2012 pukul 03:44

      eh di gentos ameh rada keren jai sela majid…………sela mat ulang tahun…………mar sela jalianti………..sela lu berkhayal…………sela lu sela……….ngkangan dari ibumu sasmito ngak nyambung antara quran jadi panutan denga sela cau dengan sasmito

  12. Xcha Rotten
    2 Desember 2010 pukul 22:41

    nanti kawan2 sultan sela Pisang akan minta otonomi sendiri dan duduk di singgasana raja seperti DIY….. hah…. “Saya lah sang Raja : mohon dengan Hormat kalian harus tunduk dan sujud kepada Saya” “saya akan membuat kalian Bahagia dan bersahaja dan kalian tidak usah bekarja” sebab saya sendiri tidak kerja dan gila tahta….

    • H. Jana
      8 Januari 2011 pukul 22:12

      Aing geus ngutus jelema keur neangan sia, mun kapanggih ceuk agama ge getih sia mah halal, tukang ngahina ka Ulama. Mun panasaran teang aing ka Pasantren Syekh Abdul Muhyi.

    • rianti
      19 September 2011 pukul 22:31

      mani galak….h jana…

  13. Zidan
    6 Desember 2010 pukul 12:48

    Banyak pejabat terlahir dari Parungponteng, eh sekarang ada sultan juga dari Parungponteng

  14. 7 Desember 2010 pukul 13:20

    saya sangat bangga jadi orang tasikmalaya selatan,,,,,bravo tasel….

    • DJUNAEDI perlu bukti
      1 April 2012 pukul 03:47

      ikut2an error

  15. H. Jana
    8 Januari 2011 pukul 22:06

    Semoga Allah melaknat orang-orang yang suka memperolok-olokan para keturunan Aulia, Syekh Abdul Muhyi dan Sunan Patra Kusumah adalah ulama yang menyebar Islam di tatar Sunda pada zamannya, dan ciri-ciri orang yang membenci warisan para Ulama itulah musuh kita yang nyata. Dan demi kemuliaan kita rela beradu nyawa dengan mereka.

    • 29 Oktober 2011 pukul 01:42

      H. Jana :
      Aing geus ngutus jelema keur neangan sia, mun kapanggih ceuk agama ge getih sia mah halal, tukang ngahina ka Ulama. Mun panasaran teang aing ka Pasantren Syekh Abdul Muhyi.

      bkn mslh ulama nya,,,,,,!! tp yg jd sultan skrg knp g dr dlu lw tu memang bnr da nya…..!! jangan galak gt donk hj jana biasa j x

    • 26 Juli 2012 pukul 13:49

      sabar kang haji

    • Pangersa!!!!!
      25 Juli 2013 pukul 14:46

      ahhhhaji jana mh da goblog

  16. ending supratman
    25 Januari 2011 pukul 16:14

    Ulah waka emosi,keun urang bandungan we heula,jiga kumaha jeung kumaha lalakonna pangna bisa aya kasultanan di Cibungur…sok, diantos pedaran salajengna !

    • tajurindah
      10 Oktober 2013 pukul 02:16

      pa ending gera ameng ka tajur deui

  17. cep badru
    18 Februari 2011 pukul 17:36

    sultan? yaa salaaam…

  18. 24 Maret 2011 pukul 20:07

    Abdi keturunan cibungur, tp nembe nguping aya kasultanan, upami leres abdi ngiring bangga, tp..punten buktoskeun secara resmi ( secara pemerintah ), supados teu janten hina ngahina, sareng eta cara merespon komentar naha kasar, ma enya kasultanan klasar kitu, pake kepala dingin donk, ulah sok jagoan, diantos infona yeuh

  19. Hamba Allah
    1 Mei 2011 pukul 14:02

    abi turut ngadukung,,da jalan hoyong di omean…

  20. Putra Parungponteng
    6 Mei 2011 pukul 05:48

    Telah Hadir PATRAKUSUMAH TELEVISI

  21. sasmito
    18 Mei 2011 pukul 10:27

    selamt ats mengudaranya PK VIII TV, smg bisa lbh mendekatkan diri dg masyarakat dan memberikan manfaat lebih untuk masyarakat TASIK KHUSUSnya dan INDONESIA pada umumnya,dg memberikan program -program karya nyata yg bs di rasakan lgs oleh masyarakat, tdk dg janji – janji kosong belaka.Sekarang waktunya berkarya dan bekerja dan terus bekerja sampai rakyat sejahtera.(Itu tujuam utama PK VIII, kalian yg mengolok-ngolok jangan seperti orang YAHUDI di masa jamanya ROSULULLOH SAW, kalau tdk bs berkata baik sebaiknya “DIAM” bukankah orang SUNDA terkenal adat sopan santunya yg tinggi, atau kalian hanya pendatang) tks. SALAM HD

    • abang
      12 September 2011 pukul 22:48

      sok lah rameken sela cau

    • DJUNAEDI perlu bukti
      1 April 2012 pukul 03:50

      karya nyata dari sekarang bukan gila tahta ngeus ngaku jadi sultan ayena hayang jadi presiden atuh jadi gubernur we heula majukeun budaya sunda jeung perekonomian masyarakat sunda orang yang menyebut yahudi kepad muslim berarti manehna yahudi……..apal teu??????????????????

    • aris
      22 November 2012 pukul 16:24

      iya betul, ingatlah indonesia sekarang semakin hancur,…
      Kesultanan Selacau? Nama ini tentu saja asing di telinga siapa pun, tak terkecuali para pengamat sejarah. Nama kesultanan ini memang tak secuil pun dibahas di berbagai catatan lokal Tasikmalaya, tidak pula Jawa Barat. Beberapa waktu silam, TVRI Jabar-Banten memang pernah menayangkan liputan mengenai Kesultanan Selacau, tetapi mungkin lolos dari pengamatan banyak orang. Lagi pula, dalam tayangan televisi “pelat merah” itu, informasi mengenai Kesultanan Selacau tidak dibahas secara lengkap.
      Ketika bertemu dengan sang sultan muda belia itu, penjelasan agak lebih terang benderang. “Saya juga heran, mengapa Kesultanan Selacau oleh pemerintah sendiri tidak pernah diungkapkan kepada khalayak,” tutur Sultan Rohidin.
      Kesultanan Selacau berdiri pada 1549 dengan penguasanya bernama Sultan Patrakusumah. Pusat keratonnya berada di Kampung Nagaratengah, Kabupaten Tasikmalaya, sebuah bangunan keraton berupa bangunan kayu seluas 1.500 meter persegi. Keraton itu kini tak lagi ada karena dibumihanguskan oleh Belanda, empat puluh tahun kemudian (1589). Belanda benci karena Kesultanan Selacau tidak mau bersekutu, bahkan sebaliknya selalu berupaya mengusir Belanda dari Selacau. “Ini yang menyakitkan-hati saya sebagai keturunan Sultan Sembah Dalem Patrakusumah. Kesultanan Selacau tidak pernah ber-khianat terhadap bangsa. Namun, pemerintah tak pernah menghormati kami dengan cara mencoba merawatnya,” kata Sultan Rohidin.

      Menurut dia, keberadaan Kesultanan Selacau sudah diakui oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organlzation;UNESCO) karena terdapat dokumen resmi di Leiden, Belanda. “Namun, ketika kami melapor, pemerintah malah minta bukti autentik,” kata Sultan.
      Dokumen Kesultanan Selacau kini sudah menjadi milik sah Pemerintah Belanda. Soalnya, berdasarkan peraturan yang berlaku di negara itu, dokumen atau kekayaan apa pun, bila selama empat puluh tahun tidak diambil oleh ahli warisnya, akan menjadi milik Belanda. “Sudah 140 tahun lebih dokumen Kesultanan Selacau berada di Leiden. Bila diperjuangkan mau diambil, harus melalui pengadilan di sana dan kami kerepotan untuk mengurusnya,” tutur Sultan Rohidin.
      Setelah kehancuran Pajajaran
      Kesultanan Selacau berdiri seiring dengan hancurnya Kerajaan Pajajaran. Berdasarkan catatan keluarga Selacau, sesudah Pajajaranhancur, secara berturut-turut, berdiri wilayah kekuasaan baru. Wilayah Sundakalapa dikuasai oleh Perserikatan Perusahaan Hindia Timur (Vereenigde Oostindische Compag-nie;VOC) dan wilayah Banten dikuasai oleh Kesultanan Banten. Wilayah Kuningan, Cirebon, dan Indramayu dikuasai oleh Kesultanan Cirebon, sedangkan wilayah timur Sungai Citarum hingga wilayah selatan Jabar dikuasai oleh Kesultanan Selacau. “Batas pantai mulai dari Pangandaran di timur hingga Cipatujah, Cilauteureun, Rancabuaya Cicau, Cianjur Selatan adalah wilayah pantai Kesultanan Selacau,” ujar Sultan Rohidin.
      Pada abad ke-16 itu, menurut Sultan, bentuk pemerintahan Kesultanan Selacau sudah modern. Dulu, pada zaman kerajaan, semua keputusan negara bergantung kepada raja. Di era Kesultanan Selacau sudah ada pembagian kekuasaan. Terdapat semacam Dewan Pertimbangan Agung yang pusat kegiatannya di Taraju. Ada pula Mahkamah Agung, pusat kegiatannya di Sancang. Selain itu, Kesultanan Selacau pun memiliki pejabat kejaksaan yang disebut Dalem Pangudar. Sementara, perwakilan kekuasaan di daerah diserahkan kepada para adipati. “Raden Sacataruna menjadi adipati di wilayah utara, bertempat di Cipaingeun, Sodonghilir. Sementara adipati wilayah selatan adalah kakek moyang Gubernur Sewaka, bertempat di Culamega. Adipatidi wilayah barat bernama Syeh Abdul Pa-ngeling, sedangkan wilayah timur diberikan kepada adipati Suryaningrat, berkantor di Genggelang, Parungbonteng,” tutur salah seorang pembantu Sultan.
      Bukti-bukti fisik akan keberadaan wilayah kesultanan memang sudah sulit ditemukan, kecuali beberapa artefak kuno, semisal makam Sultan Sembah. Dalem Patrakusumah. Di beberapa gua, terdapat pula tulisan-tulisan yang disusun dari huruf Sunda kuno. Menurut para pembantu Sultan Rohidin, isinya adalah paparan sejarah mengenai keberadaan Selacau. Di wilayah Batugede juga didapat prasasti, semacam peringatan atas perjuangan pasukan Kesultanan Selacau tatkala melawan VOC. “Cimukeya, yaitu pemandian raja di Situhiang, masih ada bekas-bekasnya walaupun samar, begitu pun bekas alun-alun kesultanan,” tutur mereka. “Kami butuh pengakuan. Jangan biarkan sejarah masa lalu Sunda tenggelam dan tak diketahui anak cucu”. (Aan Merdeka Permana)***

  22. 17 Juni 2011 pukul 16:09

    selamat atas hadirnya PK TV dan radio Citra Yudha parung Ponteng. “by pelaku seni/budaya, jurnalist bdg jabar…”

  23. nazura alfat cior
    27 Juni 2011 pukul 00:59

    sing bener wae ulah ngagade keun taneh masyarakat kaluar negri bisi di gorok ku urang cibungur.

  24. nazura alfat cior
    27 Juni 2011 pukul 01:04

    bapa maneh ge teu apaleun turunan komo maneh ,jol2 ngaku sultan ,ari hulu sapi kamanakeun ku maneh .boa boaaaa……….????????????

    • 26 Juli 2012 pukul 13:45

      keune ulah waka riweuh lalajo heula we kang

  25. puntn
    2 Agustus 2011 pukul 12:06

    astagfirulloh, maaf, apakah ini masih ada dlm aturan al-qur’an dan sunah rosul???
    bisa d pertanggung jawabkan pekerjaan kita nantinya di hadapan alloh???

  26. 17 Agustus 2011 pukul 03:30

    indonesia adalah negara yang suka menelantarkan sejarah…
    kesultanan selacau sudah diakui keberadaannya oleh PBB
    dokumen resmi nya ada d belanda . .

  27. 17 Agustus 2011 pukul 03:32

    silahkan d check :) rahayu _/|\_

    http://www.bataviase.co.id/node/541772

  28. 30 Agustus 2011 pukul 11:13

    maju terus kang.salam andi PPn 020 jkt

  29. 10 September 2011 pukul 05:42

    soklah….. Simkuringmh bd ngabaungan!!

  30. abang
    12 September 2011 pukul 22:52

    lamun emang bener angkat perekonomian orang sela cau. karunya ey!

  31. ancik
    19 September 2011 pukul 22:15

    timana kamana atuh kesultanan selacau teh

  32. 21 September 2011 pukul 13:35

    “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya”, semoga kesultanan selacau itu benar dan betul adanya karena ini semua merupakan peninggalan warisan sejarah dan budaya, kita harus bangga memiliki keanekaragaman sejarah dan budaya. Bravo utk kesultanan kami siap mendukung, maju terus dan pantang mundur. jalan terus dan sejarah akan mencatat Anda paduka Sultan.

  33. ario panekeer
    24 September 2011 pukul 22:37

    mantaap di sodomg hilir ada sultan saya mah ngadukung waeee,,,,lah,semoga benar adanya

    • syam
      28 November 2011 pukul 11:21

      saya masih ragu, karena disitu dikatakan dipamijahan pernah singgah syech abdul qodir jaelani, benar nggak tuh…… dalam sejarah kuno tidak ada nama kesultanan sela cau, yang terkenal didaerah tasik adalah kerajaan sukapura, dan keturunan dalem sawidak….. coba lacak kebenaran itu kesultanan….. jangan membuat rakyat bingung…..

  34. Edi Kusmayadi
    26 September 2011 pukul 10:08

    Trim’s dan selamat atas terbitnya majalah bulanan Patra Kusumah, semoga isinya dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, dan memberi informasi yang benar dan positif. Contohnya : Silsilah PK VIII dengan silsilah kerajaan sunda atau kerajaan yang pernah ada di Jawa Barat tidak nyambung, Kedua, dalam sejarah kerajaan Sukapura tidak pernah disinggung adanya kerajaan Sela Cau, bagi saya yang awam dalam sejarah sunda, menjadi pertanyaan besar ; apakah kerajaan Sela Cau memang pernah ada ? atau kerajaan Sela Cau adalah sebuah kerajaan Imaginer ? hapunten nu kasuhun hoyong aya klarifikasi ti pangersa.

    • 8 Maret 2012 pukul 15:40

      Kesultanan selacau iti pernah berdiri pada tahun 1549-1589, pada masa kerajaan Sunda/Galuh Pakuan diterpa prahara Sunda Kalapa. Masa pergantian Prabu Jaya Dewata-Prabu Siliwangi ke Prabu Surawisesa (Jaya Perkasa) sehingga pada tahun 1527 Sunda Kalapa jatuh ke Fatahillah,dia mengklaim sebagai wilayah kekuasaannya, maka sebagian dari pengikut Prabu Surawisesa bersama Prabu Susuk Tunggal Kakeknya mendirikan Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu yang dianggkat menjadi sultan adalah Patra Kusumah, menantunya yang berasal dari Mataram, dengan pangkat Senapati, putra dari Seikh Ahmad Panembahan. Dimana saat ini sisa-sisa peninggalan sejarahnya masih ada termasuk makam-makam Raja Sultan dan para pengagunggnya masih dilestarikan oleh cagar Budaya yang didirikan oleh Rohidin bin Saepuloh generasi ke VIII dari Sultan Patra Kusumah. Kesultanan runtuh dikarenakan penghianatan salah satu pengagung berpangkat Demang, yang bekerjasama dengan Mataram. Karena pada waktu itu Mataram, ketika dipimpin Hanyokrowati sedang berjaya, ditambah setelah dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumoh(Raden Rangsang) bercita-cita menaklukan seluruh kerajaan ditanah Jawa dengan simbol Mataram Adi Luhung Jawa Dwipa.
      Saya atas nama keturunan Sultan Patra Kusumah menyadari atas semua tanggapan pro dan kontra,adalah hak saudara.Tapi upaya saya ini dalam rangka turut serta membantu program pemerintah dalam melestarikan Sejarah Budaya berdasarkan UUD ’45 pasal 28i ayat 3; Budaya adalah hak masyarakat, negara menjungjung tinggi selaras dengan kemajuan jaman, mengacu kepada UU 1992 No. 5 dan No 27 yang sudah disempurnakan dengan terbitnya UU Cagar Budaya No. 11 th 2010.
      Saya atas nama pribadi sangat menyayangi saudara semua.atas kritik dan saran saya terima dengan ikhlas,semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memaafkan atas kekhilafan kita semua.
      Upaya saya dan pekerjaan yang saya lakukan saya rasa setelah dipertimbangkan tidak merugikan kalian begitu juga menghambat program-program pemerintah.Urusan keyakinan beragama saya sangat menjungjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Agama Pribadi dan keluarga saya Islam.Patokan saya dalam beragama Lakum dhinukum waliyadin.sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada seluruh yang memberikan komentar tentang cagar Budaya yang saya kelola.Salam sejahtera, semoga kedamaian kita dapat raih bersama.

      ttd. Rohidin bin Saepuloh
      ketua cagar Budaya Selacau Tunggul Rahayu dengan nama marga keluarga besar Sultan Patra Kusumah

    • muhammad
      31 Maret 2012 pukul 11:12

      Kesultanan selacau iti pernah berdiri pada tahun 1549-1589, pada masa kerajaan Sunda/Galuh Pakuan diterpa prahara Sunda Kalapa. Masa pergantian Prabu Jaya Dewata-Prabu Siliwangi ke Prabu Surawisesa (Jaya Perkasa) sehingga pada tahun 1527 Sunda Kalapa jatuh ke Fatahillah,dia mengklaim sebagai wilayah kekuasaannya, maka sebagian dari pengikut Prabu Surawisesa bersama Prabu Susuk Tunggal Kakeknya mendirikan Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu yang dianggkat menjadi sultan adalah Patra Kusumah, menantunya yang berasal dari Mataram, dengan pangkat Senapati, putra dari Seikh Ahmad Panembahan. Dimana saat ini sisa-sisa peninggalan sejarahnya masih ada termasuk makam-makam Raja Sultan dan para pengagunggnya masih dilestarikan oleh cagar Budaya yang didirikan oleh Rohidin bin Saepuloh generasi ke VIII dari Sultan Patra Kusumah. Kesultanan runtuh dikarenakan penghianatan salah satu pengagung berpangkat Demang, yang bekerjasama dengan Mataram. Karena pada waktu itu Mataram, ketika dipimpin Hanyokrowati sedang berjaya, ditambah setelah dipimpin Sultan Agung Hanyokrokusumoh(Raden Rangsang) bercita-cita menaklukan seluruh kerajaan ditanah Jawa dengan simbol Mataram Adi Luhung Jawa Dwipa.
      Saya atas nama keturunan Sultan Patra Kusumah menyadari atas semua tanggapan pro dan kontra,adalah hak saudara.Tapi upaya saya ini dalam rangka turut serta membantu program pemerintah dalam melestarikan Sejarah Budaya berdasarkan UUD ’45 pasal 28i ayat 3; Budaya adalah hak masyarakat, negara menjungjung tinggi selaras dengan kemajuan jaman, mengacu kepada UU 1992 No. 5 dan No 27 yang sudah disempurnakan dengan terbitnya UU Cagar Budaya No. 11 th 2010.
      Saya atas nama pribadi sangat menyayangi saudara semua.atas kritik dan saran saya terima dengan ikhlas,semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memaafkan atas kekhilafan kita semua.
      Upaya saya dan pekerjaan yang saya lakukan saya rasa setelah dipertimbangkan tidak merugikan kalian begitu juga menghambat program-program pemerintah.Urusan keyakinan beragama saya sangat menjungjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Agama Pribadi dan keluarga saya Islam.Patokan saya dalam beragama Lakum dhinukum waliyadin.sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada seluruh yang memberikan komentar tentang cagar Budaya yang saya kelola.Salam sejahtera, semoga kedamaian kita dapat raih bersama.
      ttd. Rohidin bin Saepuloh
      ketua cagar Budaya Selacau Tunggul Rahayu dengan nama marga keluarga besar Sultan Patra Kusumah

  35. salam_sono
    7 Oktober 2011 pukul 14:33

    bismillaahhirrohmaanirrohiim ….

    • 25 Desember 2012 pukul 20:49

      tolong disertai bukti outentik yang menjelaskan tentang anda keturunan PATRA KUSUMA KE vIII ,ini penting untuk generasi muda supaya mengetahui dan mengenal budaya dan sejarah daerah sendiri sehingga akan menimbulkan rasa cinta terhadap budaya sendiri…..terus yang ada deskripsikan tentang PATRA KUSUMA sumbernya dari mana…..??

  36. salam_sono
    7 Oktober 2011 pukul 14:35

    mugia janten cacaang

  37. cep
    31 Oktober 2011 pukul 12:25

    H. Jana :
    Aing geus ngutus jelema keur neangan sia, mun kapanggih ceuk agama ge getih sia mah halal, tukang ngahina ka Ulama. Mun panasaran teang aing ka Pasantren Syekh Abdul Muhyi.

    Subhanallah Pa HAJI JANA sepertinya kata2 anda kurang pantas keluar dri mulut seorang yang menyandang gelar HAJI apakah anda bersikap sama ketika ada orang australia menghina nabi besar kita Muhammad SAW sepertinya engga….. semoga Allah mengampuni anda..

  38. surta
    10 November 2011 pukul 01:14

    puguh heueuh da aslina aya jelema loba duitna teuing timana ? da cenah boga duit 9750 rebu triliun , turutan we ari bisamah da si sultan eta mah tara menta duit ka bank teu cara pejabat nu aya di indonesia sok marenta sanajan ka rakyat miskin, mending di pimpin ku sultan rohidin

    • DJUNAEDI perlu bukti
      1 April 2012 pukul 03:58

      lestarikan cagar budaya………..tapi harus ada bukti dan prasasti batu tulis sejarah peninggalan kesultan yang tertulis….??? kenapa tidak bapak saepuloh jadi sultan yang masih hidup ………..ah gila tahta nya ih…….mabok

    • maria
      11 April 2012 pukul 22:10

      assmuallaikum……pak haji jana, mnding datangin aja, secara baik”,, kmi juga selaku warga udh pada resah dgn smua itu,, wasalamualaikum

  39. Orang aring
    26 November 2011 pukul 17:34

    Kayanya pa H JANA blm cukup umur untuk menyandang haji, bahasanya arogan banget, sepetinya masih balita

    • yudha manggala
      6 Maret 2012 pukul 18:44

      sip. masa ada pak haji bahasanya seperti itu???
      preman juga tidak terlalu seperti itu
      jangan-jangan pak haji naik hajinya ke tanah abang…..hehehe
      jadi haji tanah abang kaleeeee

  40. Dani
    28 November 2011 pukul 06:17

    Aya aya wae…

    • magrib
      31 Desember 2011 pukul 23:39

      muhun akang aya2 wae kudu kumaha nya? leres etateh kang daabimah asa ngimpi.

  41. oji
    28 November 2011 pukul 16:58

    pak sultan mau di pasang CCTV biar tempat pak sultan aga canggih.

    • sultan
      20 Maret 2013 pukul 02:08

      tah kieu ari euweuh gawe teh

  42. km taruna wijaya
    12 Desember 2011 pukul 22:51

    cageur pa rohidin ??????? ti kuring IKAMUGA GROUP

  43. magrib
    31 Desember 2011 pukul 23:36

    sok lah luuuur…….. sing bener

  44. 14 Januari 2012 pukul 13:49

    sok sing maju kang rohidin , batur mah kur bisa kumetap

    • yudha manggala
      6 Maret 2012 pukul 18:50

      leres pisan.
      urang mah te kedah seueur carios nu tepararuguh
      urang bandungan w

  45. tukang laukasin
    21 Januari 2012 pukul 22:26

    kalo bener, ya jalanlah yg ‘lurus’ en emosi kudu d jaga….
    yg kurang setuju, yah jgn d salahin lah , pan beda pandangn adalah ‘rohmat’

    sy ada tmn msh ‘kturunan’ kluarga kerajaan padjadjaran..(katanya loh), dia biasa aja, ekonomi sgt pas2an bgt, tukang urut lg, secara fisik sgtlah biasa…tapi dia sgt sopan,rendah hati, suka ‘nolong’ tnp d ketahui org…

    dan kata2nya yg sy suka sampe skg… ‘bersembunyilah d tempat yg terang’

    mudah2an keberadaan kturunan Sela Cau mmbawa berkah dan bukan perpecahan kaum muslim
    :-)

  46. anot
    11 Februari 2012 pukul 22:53

    ha…ha…..

  47. LENESIA
    13 Februari 2012 pukul 23:55

    BENER DUITNA LOBA,T PERCANTENMAH SUMPINGAN WE…..,MENDING DIPIMPIN KU SULTAN DA TARA MENTA DUIT

    • yudha manggala
      6 Maret 2012 pukul 18:49

      yu atuh urang nganjang

    • riki
      14 Maret 2012 pukul 21:29

      bener satuju lah.

    • SHOhei
      15 April 2012 pukul 21:55

      haha haha pengandaan uang …………….sultan penipu…@ lensia menang sabaraha ti rohidin….kabeli mobil sabarah hiji anjeun….loaba duit teh kasejaterakeun masyarakat ??????????????

    • AJOOET AJOOT
      15 Januari 2013 pukul 01:02

      ARI LOBA DUIT MAH AREK NGINYEM AH. ATAWA MENTA. BARETO OGE MENTA KARBIT DA MERE UY

  48. Gea
    24 Februari 2012 pukul 19:59

    Ah I Don’t care about that, negara z ancur2n apalagi tmbh ada y kya gni. Bkin rumah di dlm rumah.heum asa ku moal bres2. Apapun alasan’a….

  49. yudha manggala
    6 Maret 2012 pukul 18:41

    Sinergikan 4 Plilar Berbangsa dan Bernegara,
    Kembali Ke UUD 1945 yang asli
    Merdeka !!!

  50. yudha manggala
    6 Maret 2012 pukul 18:45

    H. Jana :
    Aing geus ngutus jelema keur neangan sia, mun kapanggih ceuk agama ge getih sia mah halal, tukang ngahina ka Ulama. Mun panasaran teang aing ka Pasantren Syekh Abdul Muhyi.

    • yudha manggala
      6 Maret 2012 pukul 18:48

      pak haji sumpingan w atuh caket tidinyamah, langsung tepangan kana elef ongkosna 5 rebu, turunna di parapatan PB,tos terangen tukang elef na g ko ete didinya aya sultan center.

  51. riki
    14 Maret 2012 pukul 21:48

    eureun kn pak pasir besi di cipatujah,ngaruksak jalan+keindahan daerah tasela nu kitu mh.

    • Abu Alfath
      5 Juni 2012 pukul 20:22

      bisaeun teu, nya !!!???

  52. yudha manggala
    16 Maret 2012 pukul 21:50

    enya tah ka haji jana meh rada aya kagiatan,sok….atuh.ulah ngan saukur moyok wae!

  53. Yayat Sudrajat
    25 Maret 2012 pukul 12:43

    Alloh mah ari arek teh tara jalir, mudah-mudahan aya barokahna

  54. DJUNAEDI perlu bukti
    1 April 2012 pukul 03:37

    ngaku-ngaku sultan………….mana bukti prasasti……mana buku kuno……..mana ah error jelema teh………ngaku2 go internasional di aku kudunia ku pamemngpeuk ge teu wawuheun….tos gera tobat berdayaken masyarakat sekitar…ameh maju lain hayang maju jadi presiden ayena masyarakat di antep sadayanana pidamelan ti handap hela rek jadi gede teh……..

  55. DJUNAEDI perlu bukti
    1 April 2012 pukul 04:37

    Pengganti Sri Baduga Maharaja adalah Surawisesa (puteranya dari Mayang Sunda dan juga cucu Prabu Susuktunggal). Ia dipuji oleh Carita Parahiyangan dengan sebutan “kasuran” (perwira), “kadiran” (perkasa) dan “kuwanen” (pemberani). Selama 14 tahun memerintah ia melakukan 15 kali pertempuran. Pujian penulis Carita Parahiyangan memang berkaitan dengan hal ini.

    Nagara Kretabhumi I/2 dan sumber Portugis mengisahkan bahwa Surawisesa pernah diutus ayahnya menghubungi Alfonso d’Albuquerque (Laksamana Bungker) di Malaka. Ia pergi ke Malaka dua kali (1512 dan 1521). Hasil kunjungan pertama adalah kunjungan penjajakan pihak Portugis pada tahun 1513 yang diikuti oleh Tome Pires, sedangkan hasil kunjungan yang kedua adalah kedatangan utusan Portugis yang dipimpin oleh Hendrik de Leme (ipar Alfonso) ke Ibukota Pakuan Pajajaran atau disingkat Pakuan atau Pajajaran (sekarang kota Bogor). Dalam kunjungan itu disepakati persetujuan antara Kerajaan Sunda dan Portugis mengenai perdagangan dan keamanan.

    Dari perjanjian ini dibuat tulisan rangkap dua, lalu masing-masing pihak memegang satu) Menurut Soekanto (1956) perjanjian itu ditandatangai 21 Agustus 1522. Ten Dam menganggap bahwa perjanjian itu hanya lisan. Namun, sumber Portugis yang kemudian dikutip Hageman menyebutkan “Van deze overeenkomst werd een geschrift opgemaakt in dubbel, waarvan elke partij een behield”.

    Dalam perjanjian itu disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang datang akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang-barang keperluan yang diminta oleh pihak Sunda. Kemudian pada saat benteng mulai dibangun, pihak Sunda akan menyerahkan 1000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan muatan sebanyak dua “costumodos” (kurang lebih 351 kuintal).

    Perjanjian Pajajaran – Portugis sangat mencemaskan Sultan Trenggana, Sultan Demak III. Selat Malaka, pintu masuk perairan Nusantara sebelah utara sudah dikuasai Portugis yang berkedudukan di Malaka dan Samudra Pasai. Bila Selat Sunda yang menjadi pintu masuk perairan Nusantara di selatan juga dikuasai Portugis, maka jalur perdagangan laut yang menjadi urat nadi kehidupan ekonomi Demak terancam putus. Trenggana segera mengirim armadanya di bawah pimpinan Fadillah Khan yang menjadi Senapati Demak.

    Fadillah Khan memperistri Ratu Pembayun, janda Pangeran Jayakelana. Kemudian ia pun menikah dengan Ratu Ayu, janda Sabrang Lor (Sultan Demak II). Dengan demikian, Fadillah menjadi menantu Raden Patah sekaligus menantu Susuhunan Jati Cirebon. Dari segi kekerabatan, Fadillah masih terhitung keponakan Susuhunan Jati karena buyutnya Barkta Zainal Abidin adalah adik Nurul Amin, kakek Susuhunan Jati dari pihak ayah. Selain itu Fadillah masih terhitung cucu Sunan Ampel (Ali Rakhmatullah) sebab buyutnya adalah kakak Ibrahim Zainal Akbar ayah Sunan Ampel. Sunan Ampel sendiri adalah mertua Raden Patah (Sultan Demak I).

    Barros menyebut Fadillah dengan Faletehan. Ini barangkali lafal orang Portugis untuk Fadillah Khan. Tome Pinto menyebutnya Tagaril untuk Ki Fadil (julukan Fadillah Khan sehari-hari).

    Kretabhumi I/2 menyebutkan, bahwa makam Fadillah Khan (disebut juga Wong Agung Pase) terletak di puncak Gunung Sembung berdampingan (di sebelah timurnya) dengan makam Susushunan Jati. Hoesein Djajaningrat (1913) menganggap Fadillah identik dengan Susuhunan Jati. Nama Fadillah sendiri baru muncul dalam buku Sejarah Indonesia susunan Sanusi Pane (1950). Carita Parahiyangan menyebut Fadillah dengan Arya Burah]

    Pasukan Fadillah yang merupakan gabungan pasukan Demak-Cirebon berjumlah 1967 orang. Sasaran pertama adalah Banten, pintu masuk Selat Sunda. Kedatangan pasukan ini telah didahului dengan huru-hara di Banten yang ditimbulkan oleh Pangeran Hasanudin dan para pengikutnya. Kedatangan pasukan Fadillah menyebabkan pasukan Banten terdesak. Bupati Banten beserta keluarga dan pembesar keratonnya mengungsi ke Ibukota Pakuan.

    Hasanudin kemudian diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati), menjadi Bupati Banten (1526). Setahun kemudian, Fadillah bersama 1452 orang pasukannya menyerang dan merebut pelabuhan Kalapa. Bupati Kalapa bersama keluarga dan para menteri kerajaan yang bertugas di pelabuhan gugur. Pasukan bantuan dari Pakuan pun dapat dipukul mundur. Keunggulan pasukan Fadillah terletak pada penggunaan meriam yang justru tidak dimiliki oleh laskar Pajajaran.

    Bantuan Portugis datang terlambat karena Francisco de Sa yang ditugasi membangun benteng diangkat menjadi Gubernur Goa di India. Keberangkatan ke Sunda dipersiapkan dari Goa dengan 6 buah kapal. Galiun yang dinaiki De Sa dan berisi peralatan untuk membangun benteng terpaksa ditinggalkan karena armada ini diterpa badai di Teluk Benggala. De Sa tiba di Malaka tahun 1527.

    Ekspedsi ke Sunda bertolak dari Malaka. Mula-mula menuju Banten, akan tetapi karena Banten sudah dikuasai Hasanudin, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Kalapa. Di Muara Cisadane, De Sa memancangkan padrao pada tanggal 30 Juni 1527 dan memberikan nama kepada Cisadane “Rio de Sa Jorge”. Kemudian galiun De sa memisahkan diri. Hanya kapal brigantin (dipimpin Duarte Coelho) yang langsung ke Pelabuhan Kalapa.

    Coelho terlambat mengetahui perubahan situasi, kapalnya menepi terlalu dekat ke pantai dan menjadi mangsa sergapan pasukan Fadillah. Dengan kerusakan yang berat dan korban yang banyak, kapal Portugis ini berhasil meloloskan diri ke Pasai. Tahun 1529 Portugis menyiapkan 8 buah kapal untuk melakukan serangan balasan, akan tetapi karena peristiwa 1527 yang menimpa pasukan Coelho demikian menakutkan, maka tujuan armada lalu di ubah menuju Pedu.

    Setelah Sri Baduga wafat, Pajajaran dengan Cirebon berada pada generasi yang sejajar. Meskipun yang berkuasa di Cirebon Syarif Hidayat, tetapi dibelakangnya berdiri Pangeran Cakrabuana (Walasungsang atau bernama pula Haji Abdullah Iman). Cakrabuana adalah kakak seayah Prabu Surawisesa. Dengan demikian, keengganan Cirebon menjamah pelabuhan atau wilayah lain di Pajajaran menjadi hilang.

    Meskipun, Cirebon sendiri sebenarnya relatif lemah. Akan tetapi berkat dukungan Demak, kedudukannya menjadi mantap. Setelah kedudukan Demak goyah akibat kegagalan serbuannya ke Pasuruan dan Panarukan (bahkan Sultan Trenggana tebunuh), kemudian disusul dengan perang perebutan tahta, maka Cirebon pun turut menjadi goyah pula. Hal inilah yang menyebabkan kedudukan Cirebon terdesak dan bahkan terlampaui oleh Banten di kemudian hari.

    Perang Cirebon – Pajajaran berlangsung 5 tahun lamanya. Yang satu tidak berani naik ke darat, yang satunya lagi tak berani turun ke laut. Cirebon dan Demak hanya berhasil menguasai kota-kota pelabuhan. Hanya di bagian timur pasukan Cirebon bergerak lebih jauh ke selatan. Pertempuran dengan Galuh terjadi tahun 1528. Di sini pun terlihat peran Demak karena kemenangan Cirebon terjadi berkat bantuan Pasukan meriam Demak tepat pada saat pasukan Cirebon terdesak mundur. Laskar Galuh tidak berdaya menghadapi “panah besi yang besar yang menyemburkan kukus ireng dan bersuara seperti guntur serta memuntahkan logam panas”. Tombak dan anak panah mereka lumpuh karena meriam. Maka jatuhlah Galuh. Dua tahun kemudian jatuh pula Kerajaan Talaga, benteng terakhir Kerajaan Galuh.

    Sumedang masuk ke dalam lingkaran pengaruh Cirebon dengan dinobatkannya Pangeran Santri menjadi Bupati Sumedang pada tanggal 21 Oktober 1530. Pangeran Santri adalah cucu Pangeran Panjunan, kakak ipar Syarif Hidayat. Buyut Pangeran Santri adalah Syekh Datuk Kahfi pendiri pesantren pertama di Cirebon. Ia menjadi bupati karena pernikahannya dengan Satyasih, Pucuk Umum (Unun?) Sumedang. Secara tidak resmi Sumedang menjadi daerah Cirebon.

    Dengan kedudukan yang mantap di timur Citarum, Cirebon merasa kedudukannya mapan. Selain itu, karena gerakan ke Pakuan selalu dapat dibendung oleh pasukan Surawisesa, maka kedua pihak mengambil jalan terbaik dengan berdamai dan mengakui kedudukan masing-masing. Tahun 1531 tercapai perdamaian antara Surawisesa dan Syarif Hidayat. Masing-masing pihak berdiri sebagai negara merdeka. Di pihak Cirebon, ikut menandatangani naskah perjanjian, Pangeran Pasarean (Putera Mahkota Cirebon), Fadillah Khan dan Hasanudin (Bupati banten).

    Perjanjian damai dengan Cirebon memberikan peluang kepada Surawisesa untuk mengurus dalam negerinya. Setelah berhasil memadamkan beberapa pemberontakkan, ia berkesempatan menerawang situasi dirinya dan kerajaannya. Warisan dari ayahnya hanya tinggal setengahnya, itupun tanpa pelabuhan pantai utara yang pernah memperkaya Pajajaran dengan lautnya. Dengan dukungan 1000 orang pasukan belamati yang setia kepadanyalah, ia masih mampu mempertahankan daerah inti kerajaannya.

    Dalam suasana seperti itulah ia mengenang kebesaran ayahandanya. Perjanjian damai dengan Cirebon memberi kesempatan kepadanya untuk menunjukkan rasa hormat terhadap mendiang ayahnya. Mungkin juga sekaligus menunjukkan penyesalannya karena ia tidak mampu mempertahankan keutuhan wilayah Pakuan Pajajaran yang diamanatkan kepadanya. Dalam tahun 1533, tepat 12 tahun setelah ayahnya wafat, ia membuat sasakala (tanda peringatan) buat ayahnya. Ditampilkannya di situ karya-karya besar yang telah dilakukan oleh Susuhunan Pajajaran. Itulah Prasasati Batutulis yang diletakkannya di Kabuyutan tempat tanda kekuasaan Sri Baduga yang berupa lingga batu ditanamkan. Penempatannya sedemikian rupa sehingga kedudukan antara anak dengan ayah amat mudah terlihat. Si anak ingin agar apa yang dipujikan tentang ayahnya dengan mudah dapat diketahui (dibaca) orang. Ia sendiri tidak berani berdiri sejajar dengan si ayah. Demikianlah, Batutulis itu diletakkan agak ke belakang di samping kiri Lingga Batu.

    Surawisesa tidak menampilkan namanya dalam prasasti. Ia hanya meletakkan dua buah batu di depan prasasti itu. Satu berisi astatala ukiran jejak tangan, yang lainnya berisi padatala ukiran jejak kaki. Mungkin pemasangan batutulis itu bertepatan dengan upacara srada yaitu “penyempurnaan sukma” yang dilakukan setelah 12 tahun seorang raja wafat. Dengan upacara itu, sukma orang yang meninggal dianggap telah lepas hubungannya dengan dunia materi.

    Surawisesa dalam kisah tradisional lebih dikenal dengan sebutan Guru Gantangan atau Munding Laya Dikusuma. Permaisurinya, Kinawati, berasal dari Kerajaan Tanjung Barat yang terletak di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekarang. Kinawati adalah puteri Mental Buana, cicit Munding Kawati yang kesemuanya penguasa di Tanjung Barat.

    Baik Pakuan maupun Tanjung Barat terletak di tepi Ciliwung. Di antara dua kerajaan ini terletak kerajaan kecil Muara Beres di Desa Karadenan (dahulu Kawung Pandak). Di Muara Beres in bertemu silang jalan dari Pakuan ke Tanjung Barat terus ke Pelabuhan Kalapa dengan jalan dari Banten ke daerah Karawang dan Cianjur. Kota pelabuhan sungai ini zaman dahulu merupakan titik silang. Menurut Catatan VOC tempat ini terletak 11/2 perjalanan dari Muara Ciliwung dan disebut jalan Banten lama (oude Bantamsche weg)].

    Surawisesa memerintah selama 14 tahun lamanya. Dua tahun setelah ia membuat prasasti sebagai sasakala untuk ayahnya, ia wafat dan dipusarakan di Padaren. Di antara raja-raja zaman Pajajaran, hanya dia dan ayahnya yang menjadi bahan kisah tradisional, baik babad maupun pantun. Babad Pajajaran atau Babad Pakuan, misalnya, semata mengisahkan “petualangan” Surawisesa (Guru Gantangan) dengan sebuah cerita Panji.

  56. DJUNAEDI perlu bukti
    1 April 2012 pukul 04:38

    tah sumber nu tadi di http://www.wikipedia.org akurat

  57. branda jesicka
    11 April 2012 pukul 20:22

    kyak ya salah dech klo keturunan salacau

  58. branda jesicka
    11 April 2012 pukul 20:33

    yang ada didaerah cibungur itu yg masuk k bojongasih ada juga keturunan sukapura,, raden sukatma atmaja,, semua orang tau kyk ya,, ini ada sultan dr goa ucing,, ha ha ha ha

  59. ujang goa ucing
    11 April 2012 pukul 20:38

    pak h.jana, tolong hentikan smuanya,,masyarakat dsana udah pada resah,, dgn segala kegiatan dia,,

  60. sakabeh warga tasik selatan
    11 April 2012 pukul 20:41

    kami selaku warga masyarakat tasik selatan, merasa trganggu. dengan segala kegiatan yang ada disini,mohon pemerintah daerah kab tasikmalaya memperhatikan nasib kami,,,,

  61. 21 April 2012 pukul 18:08

    Pun sampun Hapunten anu kasuhun. wanci mustari ngahiang permana tunggal . Asalammuallaikum Wr. Wb. upami urang kersa ngalenyepan Wangsit Siliwangi Tangtos moal Ka bongroy ku megahna ka pangkatan sareng ku hibarna kadudukan. raja nu satia lain raja nu ngaku raja tapi raja nu ngahiji jeung rahayatna silih asih silih asuh nulung kanu butuh nalang kanu susah. siar hiji hiji arti tina kahirupan sangkan urang teagul ku payung butut teu balubah ku pangaboga. raja nu sajati estu raja nu mawas diri nu teu poho ka temahwadi caringcing pageuh kancing saringset pageuh iket. urang ngan kadar manusa anu cenah teureuh raja tapi tepi kawanci kiwari urang can apal saha budak angon saha budak janggotan. mun pareng geus tepung urang moal kadaruhung. cing luhung jalu!!!

  62. 22 April 2012 pukul 10:06

    Pun Sampun hapunten anu kasuhun, Asalammuallaikum Wr, Wb. Sunda kasundaan teu ujug-ujug aya di jejeran kucarita anu natrat, undur jaman datang jaman ganti dei lalakon
    lalakon nu rupa- rupa ngawuwuh carita nu jadi loba. urang salaku manusa biasa ngan bisa marengan lalakon sok sanajan teu apal awal akhirna anging kersaning Alloh Taala nu nangtukeun obah na jaman. Saur Prabu Siliwangi “Raja nu sajati nyaeta Raja anu apal ka rahayatna, ngaing teu pantes jadi Raja mun somah sakabehna kalakah lapar jeung balangsak”. sumangga ayeunamah urang lenyepan Wangsit Siliwangi nu kumaha nu pantes jadi raja teh. sok urang siar hiji-hiji sangkan urang geuwat masagi ngan kudu inget nu bakal jadi raja lain jalma nu agul ku pangkat, lain nu ngukur kanu pangkat, lain nu serab ku pangkat. nu bakal jadi raja estuna jalma nu geus apal kanu dirina ti mana asal kamana balik.
    nu ngatik kanu leutik, teu luhur saur teu bahe carek asak sasar asak jeujeuhan teu poho katemah wadi teu adigung gede hulu, lantip lancip leuleus, jeujeur liat tali luhung ku pangaweruh jembar ku panalar. bral geura moyan lamun geus kasiar hiji-hiji. ngan omat Raja nu sajati TARA NGANYERIKEUN JALMA NU LEUTIK. Wassalam…… TUBAGUS WIKARTA SURYAKUSUMAH ti Lebak Larang Sumedang. HIBAR BUANA Tlp. 085322270902

  63. rangkasbitung
    25 April 2012 pukul 12:46

    Lanjutkan kang langkahmu

  64. Abang
    19 Mei 2012 pukul 03:22

    Assalamualaikum Bapak TB.Wikarta Surya Kusuma..Alhamdulillah saya bertemu anda . sebagai keturunan 13 dari kesultanan Banten… ternyata hati Anda seperti Kakek Buyut TB,Syarif yang berjuang … dengan warisana kelembutan jiwa Anda dalam syiar dan kekuatan Qulbu Anda yang berdiri membela yang benar..Wassalam.Kibuyut Jaga Raksa Pangeran Jakalelana Banten,Kampung Cadasari,Tejamari.Serang Banten yang kini bermukim di Parungponteng,Tasikmalaya. Salam Hormat Kesultanan Banten.

  65. NS
    25 Mei 2012 pukul 15:18

    Subhanalloh …… sagalarupi oge pami Alloh ngersakeun pasti jadi Kunfayakun

  66. 31 Mei 2012 pukul 11:46

    hatur nuhun atos lungsurna bocah angon anu diantos kupara masyarakat nusantara buktosna kedah di tingalikeun knu awam

  67. 31 Mei 2012 pukul 11:59

    saeeeeeeeeeeeeeeeeee

  68. ade
    31 Mei 2012 pukul 12:01

    sae

  69. ade
    31 Mei 2012 pukul 12:03

    maju terus pantrang mundur.aku siap dukung

  70. 31 Mei 2012 pukul 12:10

    bung RDN iraha ay wktos nglalangkung deui ka TERMINAL INDIHIANG ???kmri saur pak ustad wktosna skdap pisan ,upami ay wktos nyalse abi hyong ptepang

  71. 31 Mei 2012 pukul 12:20

    Bung RDN upami ngintun dei majalah ka pa ustad masjid terminal indihiang,Di haturanan linggih ka kios vidara margi seer pisan katertarikan anu di paparken dina majalah PATRA KUSUMA

  72. 31 Mei 2012 pukul 12:37

    hapuntn,,, kasaha wae jalmina anu tos ngolok-ngoloken per sejarahan sing enggal di pasihan taupik serta hidayah enggal di caangkn hatina tiasa ningali kana ka Agungan Alloh sing sabar,jembar, pikn dongkapna ku cacian,hinaan Alloh moal siloen kanu kumaha bae

  73. Sandi Pro Satia
    4 Juni 2012 pukul 14:52

    SALAMULLOH ….
    namanya juga yayasan sangat cocok mencagarkan budaya , selagi mampu mengelola dana amanah yayasan tak jadi masalah , saya sebagai CALON presiden RI dimasa mendatang MENDUKUNG PAK ROHIDIN DI LINDUNGI HAK ASASINYA MENURUT PASAL 17 UU HAM … , saya kira PAK ROHIDIN telah DEWASA untuk menunjukan didunia nasional DAN INTERNASIONAL salahsatu MASYARAKAT SUNDA yang membuka file file tersembunyi di lembar lembar NEGARA GOIB … Saya atasnama kandidat CALON PRESIDEN RI dimasa mendatang sangatlah SALUT BIN KAGET atas pelaksanaan GABUNGAN PELAKSANAAN UU DI SATU YAYASAN ,
    UU YAYASAN , UU CAGARBUDAYA , UU PERS , UU HAM , UU PENYIARAN , dan seyogyanya BERMANFAAT untuk HAJAT HIDUP ORANG BANYAK , Sebab kita tahu dan paham betul bagaimana cara pengawasan DANA YAYASAN .
    Semoga saja bukan merupakan GAMBARAN SYAHWAT KEKUASAAN PRIBADI
    ALLAH BERSAMA KALIAN
    Wasalam
    TTD
    PADEPOKAN NAGARANA INDONESIA
    BRIGADE GARUDA KHUSUS
    KORPS LKHRI
    562 MASEHI – 2012 MASEHI

  74. 5 Juni 2012 pukul 20:26

    soklah Kang diantos kiprahna, upami leres mah bade ngawangun tasikmalaya selatan, ayeuna tah pasir besi jeung mangan keur di eksploitasi ku para pangusaha, jalan dugi ka raruksak, tiasa teu memeresanna !!!!???

  75. pandu dinata
    24 Juni 2012 pukul 02:06

    ass….. hapunten abi ngiring ngarewong, pa. rohidin reres sareng hentena kanggo abi mah, mugia pa. rohidin tiasa ngabantos ka warga anu ka kirangan amin…

  76. RDN. Rohidin PK VIII
    27 Juni 2012 pukul 15:28

    SALAM SEJAHTERA UNTUK SEMUANYA. SAYA SANGAT BANGGA DAN BERBAHAGIA DENGAN APAPUN YANG KALIAN SAMPAIKAN PRO DAN KONTRA MENDUKUNG ATAU PUN MENGHINA TENTANG SAYA SEMUA ITU SAYA TERIMA DENGAN IKHLAS SEMOGA KITA SEKALIAN DIBERIKAN PETUNJUK YANG MEMBERI SURI TAULADAN UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH LUAS DAN LEBIH BERMANFAAT PANDANGAN KRITIS KALIAN ITU SEBAGAI PROSES PENDEWASAAN DAN BAHAN KOREKSI UNTUK DIRI SAYA PRIBADI AGAR MENJADI MANUSIA YANG KOKOH DAN KUAT KARENA YANG SAYA LAKUKAN SUDAH HASIL PERTIMBANGAN BERDASARKAN HUKUM2 YANG BERLAKU DI NKRI. DAN SAYA BERHARAP SELURUH GENERASI MUDA PUNYA PANDANGAN YANG SAMA KARENA KITA SEBAGAI MASA DEPAN BANGSA DAN NEGARA KITA MENGEMBAN MISI YANG SAMA SEBAGAI GENERASI PENERUS TURUT BERPERAN SERTA DALAM MEMBINA DAN MELESTARIKAN 4 PILAR BERBANGSA DAN BERNEGARA SERTA TETAP MEMBINA DEMOKRASI PANCASILA. SAYA SANGAT BERSYUKUR APABILA GENERASI MUDA MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK BERBAKTI DAN MENGABDIKAN DIRINYA SERTA SIAP UNTUK MEMIMPIN NEGARA INI DARI MULAI TINGKAT 1 SAMPAI PUSAT, KARENA BAGAIMANA PUN KITA SEBAGAI GENERASI PENERUS HARUS SIAP MELANJUTKAN ESTAFET KEPEMIMPINAN DI SEGALA BIDANG YANG PALING POKOK SIAPAPUN KALIAN HARUS SALING MENDUKUNG DAN MENJUNJUNG TINGGI DAN HARUS SALING MENGINGATKAN PATOKAN YANG HARUS DIPEGANG DIANTARA CIRI KEPEMIMPINAN HARUS IKHLAS MENERIMA BAIK DAN TIDAK BAIK SEBUAH KEPUTUSAN YANG AKAN DIHADAPI DAN HARUS SIAP MENJADI BAPAK UNTUK WILAYAH KEPEMIMPINANNYA YANG MAMPU MEMBERIKAN RASA AMAN, DAMAI, ADIL, DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA-BERNEGARA.
    MAJULAH KALIAN. TTD RDN.ROHIDIN PK VIII

    • 6 November 2012 pukul 13:04

      saya bangga jawa barat ada capres RI 1,seperti raden rohidin……
      Maju terus pak rohidin…..semangat.

    • yanti tea
      26 November 2012 pukul 11:11

      wilujeung tepang pa sultan
      mugi mugi dicaangkeun
      abdi ti cirebon
      incuna aki amban
      buyutna uyut munasan

    • pandu dinata
      3 Desember 2012 pukul 20:27

      ass…. hapunten rdn ngarewong deui… sae teraskeun perjuangan nana, supados masarakat indonesia langkung uninga………..

  77. 19 Juli 2012 pukul 17:47

    Sela cau maju terus

  78. CepyComplenz Migatoryusei
    19 Juli 2012 pukul 19:34

    Kalau emang kanjeng sultan pingn nylonin jdi presiden, perbaiki dulu dong jl.raya parungponteng !

  79. 20 Juli 2012 pukul 08:11

    Seorang “raja” tak selalu harus menduduki takhta, tidak melulu dikelilingi para jelita, tak mesti bergelimang harta. tetapi Dia ada di tengah-tengah rakyat jelata. akan tetapi, ketika falsafah kerajaannya nyaris hilang, peninggalannya telah punah, dan nama besarnya menjadi sesuatu yang terdengar asing.. maka!!! kewajiban kita untuk menggali “peninggalannya” dan melestarikan budayanya. sedang kanuntuk berupaya kearah sana maka langkah sultan rohidin PK VIII sudah benar hanya saja kurang tepat dalam menempatkan orang-orang kepercayaannya. YM kanjeng sinuhun ini meski lebih dipertajam “cakra”nya agar asa dan frasa menyatu dalam cakra itu.

  80. 23 Juli 2012 pukul 19:04

    maju trus bapa rohidin saya dukung

  81. 26 Juli 2012 pukul 13:27

    ulah waka loba obrol urang sunda….ayeunamah lalajoan heula hasilna positif apa negativ…sok riweu pnyakit urang sunda..ari mtak teu ngarugikeun mah ualh riweuuuu

  82. agan
    30 Juli 2012 pukul 20:51

    as.pa rohidin ngenalken ye pak aripin t cukang bungur d haturanan sumbangsina kange pembangunan masjid DKM cukang bungur

  83. urang sunda asli
    16 Agustus 2012 pukul 13:17

    punten kasadayan nu tos komentar!!
    mangga ayna mah urang cukcruk ka tempat na kanggo ngayakinkn sgala rupa ocehan jeung cemoohan urang! buktikn bahwa urg lain jelma bodo nu bisa di bobodo kitu wae jeung ukur ngomong tukangeun wungkul!!
    da ceuk beja mah panto imah na ge selalu terbuka untuk umum, bisi uraang boga tugenah kapanasaran! sok diantos, daripada urang komentar te puguh komo bari kasar jeng ngandung unsur SARA mh, kan eta teu alus!!
    kruing mah satuju wae kana sagala rupa komentar publik mh, ngan supaya ulah jadi fitnah yap urg buktgikn!!!

  84. Mulyadi
    21 Agustus 2012 pukul 03:07

    Salam Hormat Pak Sultan…… Bismillah….. Kun Fayakun.
    “Putra Banyumas” 065

  85. Latif Hanafi
    22 Agustus 2012 pukul 08:51

    Purbalingga Siap Mendukung Pak Sultan…..

  86. URANG CIWARAK
    29 Agustus 2012 pukul 12:09

    Assalamu’alaikum. Pokonamh simabdi ngadukung truuuus terutami kange kmajengan Tasela khususna umumna Urang Sunda Besarrr, MAJU TRUUUUUUS PANTANG MUNDUR !!!
    “sur paripaosnamah “GOGOG NGAGOGO KAPILAH NGALANGKUNG” + Biasa we nyuhunkn siumbangsihna kapalihan Ciwarak.

  87. 29 Agustus 2012 pukul 22:20

    pa sultan,abdi nuju ripuh ,,tulungan pasihan modal jang usaha ari seeur artos mah,da saur beja mah,misi pa sultan teh rek ngasejahetrakeun anu ripuh?diantos waleranna hatur nuhun

    ttd

    dede hartono[urang sunda anu ripuh]

  88. 30 Agustus 2012 pukul 21:30

    te acan di waler keneh pa sultan?????????????

  89. 31 Agustus 2012 pukul 20:21

    garelo jalema abong bikin weh agama orangan ulah ngajak” batur

  90. 31 Agustus 2012 pukul 20:23

    urang mah ngadukung H.jana siap H.jana Lanjutkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  91. beathcell ciparay bandung
    2 September 2012 pukul 22:12

    saha wae jalmina, timana wae asalna, tisaha wae turunana nu bade maksad sae kanggo rahayat indonesia umumna khususna katatar tanah sunda urang rojong/dukung sasareungan. maju terus pantang mundur kang rohidin….kuabdi dido’akeun.

  92. urang ciwarak
    2 September 2012 pukul 22:47

    aya raja caludih haaaaaaaaa…. ata mah pasten tukang moro haaaa haaaa

  93. urang ciwarak
    2 September 2012 pukul 22:50

    Pokok nama urang Ciwarakmah anti Rohidin… anti Dedeh haaaa haaaaa

  94. 15 September 2012 pukul 20:18

    t

  95. 15 September 2012 pukul 20:23

    Tasel tos hoyong sejahtera …. sok pedar langkah salajeungna….spados publik percantenen…sami2 urang sunda kok kitu… ulah cra dina extink jeruk makan jeruk….!

  96. cecep
    16 September 2012 pukul 18:28

    Allahuakbar menjadi sebuah kewajiban Bagi setiap muslim membenci semua orang yang menghina Nabi Besar Muhammad SAW…..kemana HJ JANA anu gogorookan rek meuncit jelama ari nabina dihina batur ngahephep bae istigfar Hj JANA…..

  97. cecep
    16 September 2012 pukul 18:30

    H. Jana :
    Aing geus ngutus jelema keur neangan sia, mun kapanggih ceuk agama ge getih sia mah halal, tukang ngahina ka Ulama. Mun panasaran teang aing ka Pasantren Syekh Abdul Muhyi.

  98. aam
    21 September 2012 pukul 21:08

    maju terus pantang mundur

    • ibrahim
      5 Oktober 2012 pukul 21:37

      alhmdllh upami leres mh pa,,
      tp sok ath upami leres bpk ay kawani mh erenken eta pasir besi,
      sareng tong d kampung hungkul ath ngawangkong hyng janten presidenna,
      da indonesia teh sanes parungponteng hungkul,
      sok ath wawancara dna TvOne supados tarerangen k bpk,,

  99. ibrahim
    5 Oktober 2012 pukul 21:39

    sok gera enggalken kenalken k seluruh indonesia upami bd janten presiden mh,
    da indonesia te sanes parungponteng hungkul !!!

  100. 10 Oktober 2012 pukul 10:58

    Astaghfirulloh hal adzim..

  101. aten
    20 Oktober 2012 pukul 00:51

    sakedap deui kiamat
    kedah arelingnya

  102. 6 November 2012 pukul 13:21

    tah kitu kang,sok ath tong rea komentar,nu can apal sok kenalan heula ke ku pak sultan d jelaskeun,lain kontra,bari jeung urang sunda keneh nu ngecoh kamana wae teh,teu ngahargaan k luluhur urang,da pak sultan mah ramah tamah,pintu selalu terbuka kangge balarea…..

    Salam hormat kangge pak ROHIDIN BIN SAEPULLOH,SULTAN PATRA KUSUMAH VIII….
    Gumz borlandz,bandung timur….kp.bojonggede pojok,kec.solokanjeruk,kab.bandung…

  103. aris
    22 November 2012 pukul 16:21

    Kesultanan Selacau? Nama ini tentu saja asing di telinga siapa pun, tak terkecuali para pengamat sejarah. Nama kesultanan ini memang tak secuil pun dibahas di berbagai catatan lokal Tasikmalaya, tidak pula Jawa Barat. Beberapa waktu silam, TVRI Jabar-Banten memang pernah menayangkan liputan mengenai Kesultanan Selacau, tetapi mungkin lolos dari pengamatan banyak orang. Lagi pula, dalam tayangan televisi “pelat merah” itu, informasi mengenai Kesultanan Selacau tidak dibahas secara lengkap.
    Ketika bertemu dengan sang sultan muda belia itu, penjelasan agak lebih terang benderang. “Saya juga heran, mengapa Kesultanan Selacau oleh pemerintah sendiri tidak pernah diungkapkan kepada khalayak,” tutur Sultan Rohidin.
    Kesultanan Selacau berdiri pada 1549 dengan penguasanya bernama Sultan Patrakusumah. Pusat keratonnya berada di Kampung Nagaratengah, Kabupaten Tasikmalaya, sebuah bangunan keraton berupa bangunan kayu seluas 1.500 meter persegi. Keraton itu kini tak lagi ada karena dibumihanguskan oleh Belanda, empat puluh tahun kemudian (1589). Belanda benci karena Kesultanan Selacau tidak mau bersekutu, bahkan sebaliknya selalu berupaya mengusir Belanda dari Selacau. “Ini yang menyakitkan-hati saya sebagai keturunan Sultan Sembah Dalem Patrakusumah. Kesultanan Selacau tidak pernah ber-khianat terhadap bangsa. Namun, pemerintah tak pernah menghormati kami dengan cara mencoba merawatnya,” kata Sultan Rohidin.

    Menurut dia, keberadaan Kesultanan Selacau sudah diakui oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organlzation;UNESCO) karena terdapat dokumen resmi di Leiden, Belanda. “Namun, ketika kami melapor, pemerintah malah minta bukti autentik,” kata Sultan.
    Dokumen Kesultanan Selacau kini sudah menjadi milik sah Pemerintah Belanda. Soalnya, berdasarkan peraturan yang berlaku di negara itu, dokumen atau kekayaan apa pun, bila selama empat puluh tahun tidak diambil oleh ahli warisnya, akan menjadi milik Belanda. “Sudah 140 tahun lebih dokumen Kesultanan Selacau berada di Leiden. Bila diperjuangkan mau diambil, harus melalui pengadilan di sana dan kami kerepotan untuk mengurusnya,” tutur Sultan Rohidin.
    Setelah kehancuran Pajajaran
    Kesultanan Selacau berdiri seiring dengan hancurnya Kerajaan Pajajaran. Berdasarkan catatan keluarga Selacau, sesudah Pajajaranhancur, secara berturut-turut, berdiri wilayah kekuasaan baru. Wilayah Sundakalapa dikuasai oleh Perserikatan Perusahaan Hindia Timur (Vereenigde Oostindische Compag-nie;VOC) dan wilayah Banten dikuasai oleh Kesultanan Banten. Wilayah Kuningan, Cirebon, dan Indramayu dikuasai oleh Kesultanan Cirebon, sedangkan wilayah timur Sungai Citarum hingga wilayah selatan Jabar dikuasai oleh Kesultanan Selacau. “Batas pantai mulai dari Pangandaran di timur hingga Cipatujah, Cilauteureun, Rancabuaya Cicau, Cianjur Selatan adalah wilayah pantai Kesultanan Selacau,” ujar Sultan Rohidin.
    Pada abad ke-16 itu, menurut Sultan, bentuk pemerintahan Kesultanan Selacau sudah modern. Dulu, pada zaman kerajaan, semua keputusan negara bergantung kepada raja. Di era Kesultanan Selacau sudah ada pembagian kekuasaan. Terdapat semacam Dewan Pertimbangan Agung yang pusat kegiatannya di Taraju. Ada pula Mahkamah Agung, pusat kegiatannya di Sancang. Selain itu, Kesultanan Selacau pun memiliki pejabat kejaksaan yang disebut Dalem Pangudar. Sementara, perwakilan kekuasaan di daerah diserahkan kepada para adipati. “Raden Sacataruna menjadi adipati di wilayah utara, bertempat di Cipaingeun, Sodonghilir. Sementara adipati wilayah selatan adalah kakek moyang Gubernur Sewaka, bertempat di Culamega. Adipatidi wilayah barat bernama Syeh Abdul Pa-ngeling, sedangkan wilayah timur diberikan kepada adipati Suryaningrat, berkantor di Genggelang, Parungbonteng,” tutur salah seorang pembantu Sultan.
    Bukti-bukti fisik akan keberadaan wilayah kesultanan memang sudah sulit ditemukan, kecuali beberapa artefak kuno, semisal makam Sultan Sembah. Dalem Patrakusumah. Di beberapa gua, terdapat pula tulisan-tulisan yang disusun dari huruf Sunda kuno. Menurut para pembantu Sultan Rohidin, isinya adalah paparan sejarah mengenai keberadaan Selacau. Di wilayah Batugede juga didapat prasasti, semacam peringatan atas perjuangan pasukan Kesultanan Selacau tatkala melawan VOC. “Cimukeya, yaitu pemandian raja di Situhiang, masih ada bekas-bekasnya walaupun samar, begitu pun bekas alun-alun kesultanan,” tutur mereka. “Kami butuh pengakuan. Jangan biarkan sejarah masa lalu Sunda tenggelam dan tak diketahui anak cucu”. (Aan Merdeka Permana)***

  104. saputra
    23 November 2012 pukul 10:56

    Maju terus…….pantang mundur……..kami siaap mendukung penuh….banyumas “065”

  105. 3 Desember 2012 pukul 00:52

    Keukeuh urang Mataram hayang ngajajah Padjadjaran make dongeng bohong !!! yap urang urang diskusi sejarah jeung uing mang ???!!!’ punten timana dasarna sejarah ieu???!!! bade ngaku raja mah bebas manga teh teuing braderrr,, tapi lamun nyieun sejarah tanpa data otentik mah nyieun linglung regenerasi brow!!!

  106. 3 Desember 2012 pukul 01:58

    Nata Nagara Sumantri :
    Keukeuh urang Mataram hayang ngajajah Padjadjaran make dongeng bohong !!! yap urang urang diskusi sejarah jeung uing mang ???!!!’ punten timana dasarna sejarah ieu???!!! bade ngaku raja mah bebas manga teh teuing braderrr,, tapi lamun nyieun sejarah tanpa data otentik mah nyieun linglung regenerasi brow!!!

  107. udin baregbeg
    4 Desember 2012 pukul 11:47

    “Pada taun 1549M/969H, Wali Songo beserta Pandawa Lima ini dan anggota-anggota yang sudah sepenanggungan ini sepakat mendirikan sebuah organisasi yang dinamakan ”Sela Cau” kenapa organisasi itu dinamakan Sela Cau?”
    KANG PUNTEN “PANDAWA LIMA ” ? saha wae????

    • Putu Pajajaran
      28 Agustus 2013 pukul 19:04

      Sakaterang abdi mah “PANDAWA LIMA” teh ayana dina carios Pawayangan….diantawisna Prabu yudistira, Arya Bratasena (Bima), Raden Janaka (Adipati Arjuna), Nakula, Sadewa.

  108. obih
    4 Desember 2012 pukul 15:16

    Lamun bener maneh sultan,bapak maneh ulah sina ngarit wae,ulah sina magawe.Maenya aya sultan kitu

  109. obih
    4 Desember 2012 pukul 15:17

    Indonesia lain angsana eung.Mun rek mimpin Indonesia mah sakola heula sing luhung
    teu ka awakan eung jadi presiden Indonesia.Paling jadi persiden kuburan saraja!!!!!

  110. Hendra Gumilar
    5 Desember 2012 pukul 18:56

    sim kuring ngadukung cita cita nu Mulya kanjeng Sultan Rohidin Patra Kusumah, kanggo ngasejahterakeun urang tasel khususna, umum na kanggo bangsa indonesia

  111. zkrm234
    20 Desember 2012 pukul 12:45

    kaburrrrrr………………………….!

  112. zkrm234
    20 Desember 2012 pukul 12:53

    ulah arambek atuh agan-agan tong borobora jadi sulta atuh [pan anu ngaku nabi oge loba jaman kiiwari mah ….santai we atuh..hade goreng oge pan kabeh ti ALLOH ngan men nitah mangeran ka sultan kakarek ku uwing di duruk he..he… ari iieu mah pan sultan bageur cenah komo mun mere duit ka uwing mah di dukung rek jadi presiden oge kapalang kacrut indonesa raya teh..he.he…hayu urang dukung ki sultan jadi presden he…he… hapunten ah…kasadayana

  113. zkrm234
    20 Desember 2012 pukul 13:02

    ayi-ayi agan-agan one sami sadayana turunan nabi, teukengin eleh pedah sultan turunan aulia abah urang sarerea teh pan abah adam iibu hawa, sing areling we anggurmah kanu kawaasa supados urang katitsan nurna nabi adam ….da gening kalolobaan na mah poho ka abah urang sarerea teh….malah aragul ku payung butut he..he…

  114. 25 Desember 2012 pukul 19:20

    cius nih ? :D

  115. hamba alloh
    26 Desember 2012 pukul 19:09

    pak sultan rohidin abi teh ti desa pakalongan nu aya makam aulia cik omean jalan ka pakalongan teh supados sae, ke di dukung sing jadi presiden..hehehhee

  116. AJOOET AJOOT
    15 Januari 2013 pukul 01:05

    HOYONG SEUEUR ARTOS SEPERTOS SULTAN SELA CAU KUMAHA NYA??

  117. mardi majalaya-bandung
    17 Januari 2013 pukul 20:37

    simkuring percanten ayana turunan karuhun Pajajaran sabab manehna nu bakal ngabukaken lalangse sajarah sunda nu ges lengit kunu nutupan…..sok sultan simkuring ngadukung kana ngadegna kasultanan SELA CAU TUNGGUL RAHAYU simkuring sparakanca ngarojong sareng siap ngajejeran perjuangan sultan….sultan pasti waspada permana tinggal……simkuring saparakanca nyuhunken waktos kanggo ngobrol panjang lebar ngenaan pikapayunen tujuan urang…hatur nuhun

  118. asep syarief hidayatullah
    12 Februari 2013 pukul 12:09

    Assalamu’alaikum wwr.wb Wilujeng patepang, kang.
    “Ancik-ancik ing bumi eunteup dina sela kembar, srangenge awak lintang purnama sajati, walyatalaththof walaa yusy’ironnabikum ahadaa. Hayu urang teuleum !

  119. ASEP GIRIBIG TANJUNG
    16 Februari 2013 pukul 03:24

    sok atuh geura tampil di setiap stasiun televisi swasta, trus buktikeun biar publik tau, ari bener mah jang Rohidin teh sultan ti Parungponteng, ulah ku tulisan hungkul

  120. Sandi Pro Satia
    18 Februari 2013 pukul 12:06

    sampurasun , baraya
    diantara dialog aya nu ngadukung oge aya nu hayang apal
    luar biasa Pak Rohidin parantos muka carita nu lawas ilang laratan
    saumur manusa moal sa umur dunya
    saukur manusa nu mibanda jalan pamuka kitab rusiah dunya
    Insya Allah bakal kabukti
    aya wayang aya dalang aya nu lalajo
    ” KANDANG WESI MOKSANAKAABADIAN ”
    SUNAN KANDANGWESI

  121. Sandi Pro Satia
    18 Februari 2013 pukul 12:24

    Kepada
    Yth. Bapak Rohidin / SULTAN PATRA KUSUMAH
    Di
    Tempat

    Dengan Hormat
    sehubungan telah mencalonkannya bapak menjadi Presiden RI , Kami segenap KELUARGA BESAR GOEDANG ARSIP SOENDALAND 1708 masehi , merasa tergugah untuk turut serta memahami situasi dan keadaan silsilah silsilah dalam caturangga SILIHWANGI MOKSANA KAABADIAN .
    Dengan segenap perasaan terharu dan penuh rasa kesabaran di PADEPOKAN BUDAK ANGON GUNUNG PUNTANG SIMAJUNGJANG patilasan terakhir MARKAS BESAR INTELIJEN PAJAJARAN SURYAKANCANA , kami masih menunggu tentang sebenarnya yang terpilih sebagai CALON PRESIDEN RI 2014 , Melalui MASUKAN dari Kangjeng MAHADI TARUNA WIJAYA SUNAN HARUMANJAYA SILIHWANGI yang memegang peran dalam siklus siklus dikeluarkannya arsip arsip tentang riwayat sunda buhun sunda lalanan sunda jaya dan traktat traktat perjanjian RAKEYAN AMBU HIJAS 562 MASEHI jauh sebelum LAHIRNYA SUNAN SELACAU .
    Melalui surat ini kami memaklumatkan apabila wilayah SUNAN SELACAU mau di JADIKAN SETINGKAT DAERAH ISTIMEWA SEBAGAIMANA JOGJAKARTA , KIRANYA PANTAS SIAPAPUN PENDUKUNG YANG SEBENARNYA MENDUKUNG ADANYA PEMULASARAAN PATILASAN SUNAN SELACAU HARUS MEMINTA KEPADA PEMERINTAH RI PUSAT DAN PROVINSI MENANGGALKAN SERTIFIKAT SERTIFIKAT PERHUTANI .
    Melalui surat ini Kami GENERASI SUAKA MAKUTA TRIPATI yang dulu disusupi INTELIJEN TAMBUH SANGKANE dari MADAGASKAR merasa prihatin atas keributan kecil antara KETURUNAN PANDAWA LIMA yang diutarakan oleh SASTRAWAN SELACAU .
    Dengan segenap rasa mewakili harapan KELUARGA BESAR MASYARAKAT JAWA BARAT khususnya yang jelas lengkap dapat dipertanggungjawabkan dari aspek YURIDIS dan aspek ADMINISTRASI garis keturunan SILIHWANGI yang sekarang sudah menjadi warga negara INDONESIA ; kunaon ieu teh KALAH RARIBUT MAREBUTKEUN NAON ????
    RAKEYAN SANCANG

    ttd
    SUAKA MAKUTA TRIPATI / GENERASI KE – 15 / 562 MASEHI – 2013 MASEHI
    085315550086, 082120131976

  122. YUDA PK X SALE CAU
    13 April 2013 pukul 12:34

    nepangkeun yudha PK X SALE CAU

  123. 21 April 2013 pukul 10:45

    ari urang sunda sok aneh mun aya urang sunda nu boga kahayng jadi pamingpin cijganateh jarijipen jeung araringgis, teuing sieun pamali,oge sieun kalengkahan,asa heran da kabiasaan jadi buntut,sok aya istilah kumaha juragan wae atanapi mangga tipayun,matak ngekor tukangeun,teu (PAREDE)…..matak urang sundamah moal nanjeur nanjeur,

  124. 30 April 2013 pukul 03:16

    mugi2 urang sadaya di pasihan pituduh ti alloh swt,,,, sumaos janten kasean anu hakiki….

  125. van dagoel
    2 Mei 2013 pukul 00:07

    Alhamdulilah bagja kumanjangan atas segala komentar putraku yang kusayang anak tanah sunda kalau kalian ingin tau tentang saya sebaiknya datang kecagarbudaya yang saya urus mulai tempat kediamanku dan pemakaman leluhurku siapapun kalian mau yang mendukung mau yang menolak pinturumahku terbuka dan insaaloh akan saya terima siapapun selagi saya ada dirumah dan apabila tidak tau kalau sudah diterminal lndihiang tasik atau terminal pamijahan silahkan cari mobil pk8 itu semua adalah armada milik kesultanan selacau patrakusumah sengaja kami siapkanagar anak anaku gampang mencari sultan patrakusumah nama saya rohidin bin saepulloh ibu bapaku petani dan sampai hari ini masih miara sapi dan hewan ternak lain begitu juga saya dari kecil sayapun tukang mengembala saya bukan anak manja yang dididik dengan gelimbang harta dan tahta mungkin kalian ingin tau tenteng riwayat keluargaku darimasa kemasa masa prasejarah menurut riwayat surawisesa adalah raja galuh pakuan yg dipitnah sampai terjadi peristiwa 1527 sunakelapa ketika mantunya bertahtapun sultan agung patrakusumah dihianati dengan pristiwa penghianatan 1589 dan tragedi 1604 setelah selacau ancur munculnya pemerintahan keadipatian sukapura bergelar wiradadaha satu perlu anak anak tau tidak pernah ada kerajaan sukapura adapun keadipatan sukapura yaitu wiradadaha satu 16 11 m setingkat gubernur bawahan mataram jaman sultanagung hanyokrokusumoh pusat pemerintahannya dikotagede yogyakarta adapun nama sukapura nadaunngora itu jaman kabataraan galunggung masa pemimpinnya batari hiang yang berpusat dilinggawangi kebataraan itu bukan pemerintahan tetapi padepokan mungkin kalau sekarang adalah unipersitas ilmu pemerintahan kebataraan itu berdiri 6 generasi setelah dari linggawangi baru ketujuh kerajaan itupun hanya bertahan 28taun rajanya srigading anteg sejaman dengan surawisesa ikut runtuh ditaun 1527m pada taun1549m baru mendirikan kdsultanan selacau sampai 1604 tetapi dihianati wira wangsa salasatu putra srigadinganteg sehingga terbentuk keadipatin sukapura 8 peryode dan keresidenan setelah indlnesia merdeka dihapus maka terbentuk kab tasikmalaya masa repolusi kakesayapun dan tokoh masarakat lain turut berjuanng dan konon cerita menyumbanngkan harta tenaga emas dll peninggalan leluhur karna dijanjikan apabila hindia belanda sudah pergi kekuasaan raja raja akan didaulatkan kembali tetepi pada nyatanya bungkarno dll dalam perumusan undang undang dasar berubah emake sistem nkri bukan srikat disitu mulai kacau lagi termasuk kake saya merasa dihianati sehingga kake saya memilih netral atau oposisi dan keluar dari tkr memilih menjadi petani dan rakyat biasa tetepi yang paling menyakitkan menurut kake almarhum ketika bungkarno merampas hak milik keturunan sebagian rajasunda dengan dikeluarkannya kepres yang isinya seluruh aset peninggalan hindia belanda diambil alih atasnama negara tanpa terkecuali tetepi yang saya heran yang lain tidak conto yogya surakarta dan keraton lin dan disitulah almarhum diisukan berbagai tekanan sepertitragedi 1949 ,1950 sampai darul islam dll inilah alasan kenapa ketjrunan sultan patra kusu mah hanya menjadipengembala dan petani demi keselamatan dari berbagai tekanan dan pitnah itulah sejarahnya percaya atau tidak terserah ka,ian ,rohidinpatrakusumah 8

  126. sultan PATRAKUSUMAH 8
    4 Mei 2013 pukul 12:42

    van dagoel :
    Alhamdulilah bagja kumanjangan atas segala komentar putraku yang kusayang anak tanah sunda kalau kalian ingin tau tentang saya sebaiknya datang kecagarbudaya yang saya urus mulai tempat kediamanku dan pemakaman leluhurku siapapun kalian mau yang mendukung mau yang menolak pinturumahku terbuka dan insaaloh akan saya terima siapapun selagi saya ada dirumah dan apabila tidak tau kalau sudah diterminal lndihiang tasik atau terminal pamijahan silahkan cari mobil pk8 itu semua adalah armada milik kesultanan selacau patrakusumah sengaja kami siapkanagar anak anaku gampang mencari sultan patrakusumah nama saya rohidin bin saepulloh ibu bapaku petani dan sampai hari ini masih miara sapi dan hewan ternak lain begitu juga saya dari kecil sayapun tukang mengembala saya bukan anak manja yang dididik dengan gelimbang harta dan tahta mungkin kalian ingin tau tenteng riwayat keluargaku darimasa kemasa masa prasejarah menurut riwayat surawisesa adalah raja galuh pakuan yg dipitnah sampai terjadi peristiwa 1527 sunakelapa ketika mantunya bertahtapun sultan agung patrakusumah dihianati dengan pristiwa penghianatan 1589 dan tragedi 1604 setelah selacau ancur munculnya pemerintahan keadipatian sukapura bergelar wiradadaha satu perlu anak anak tau tidak pernah ada kerajaan sukapura adapun keadipatan sukapura yaitu wiradadaha satu 16 11 m setingkat gubernur bawahan mataram jaman sultanagung hanyokrokusumoh pusat pemerintahannya dikotagede yogyakarta adapun nama sukapura nadaunngora itu jaman kabataraan galunggung masa pemimpinnya batari hiang yang berpusat dilinggawangi kebataraan itu bukan pemerintahan tetapi padepokan mungkin kalau sekarang adalah unipersitas ilmu pemerintahan kebataraan itu berdiri 6 generasi setelah dari linggawangi baru ketujuh kerajaan itupun hanya bertahan 28taun rajanya srigading anteg sejaman dengan surawisesa ikut runtuh ditaun 1527m pada taun1549m baru mendirikan kdsultanan selacau sampai 1604 tetapi dihianati wira wangsa salasatu putra srigadinganteg sehingga terbentuk keadipatin sukapura 8 peryode dan keresidenan setelah indlnesia merdeka dihapus maka terbentuk kab tasikmalaya masa repolusi kakesayapun dan tokoh masarakat lain turut berjuanng dan konon cerita menyumbanngkan harta tenaga emas dll peninggalan leluhur karna dijanjikan apabila hindia belanda sudah pergi kekuasaan raja raja akan didaulatkan kembali tetepi pada nyatanya bungkarno dll dalam perumusan undang undang dasar berubah emake sistem nkri bukan srikat disitu mulai kacau lagi termasuk kake saya merasa dihianati sehingga kake saya memilih netral atau oposisi dan keluar dari tkr memilih menjadi petani dan rakyat biasa tetepi yang paling menyakitkan menurut kake almarhum ketika bungkarno merampas hak milik keturunan sebagian rajasunda dengan dikeluarkannya kepres yang isinya seluruh aset peninggalan hindia belanda diambil alih atasnama negara tanpa terkecuali tetepi yang saya heran yang lain tidak conto yogya surakarta dan keraton lin dan disitulah almarhum diisukan berbagai tekanan sepertitragedi 1949 ,1950 sampai darul islam dll inilah alasan kenapa ketjrunan sultan patra kusu mah hanya menjadipengembala dan petani demi keselamatan dari berbagai tekanan dan pitnah itulah sejarahnya percaya atau tidak terserah ka,lian ,rohidinpatrakusumah 8
    Dan saya meriwayatkan ini bukan mendidik peodalisemm tetapi agar tau tentang perjalanan keluargaku karna dalam istilah suna setiap kita memilih pemimpin atau orang harus jelas babatbebetbobot terahna keluarganya krn buah jatoh tidak jauh dari tangkalnya dan konon pribahasa leluhur nanti diakhirjaman ketika orang pinter dan para serjana memenuhi negri tidak terhitung saking banyaknya dan orang bodo sudah sedikit maka lambatlaun dharma akan sir na tetapi addarma akan merajalela disitu orang akan rame rame menuntut hak tanpa memperdulikan kewajiban dantanggungjawab konsekuensi dari itu negara danrakyat yang dirugikan dan sangat sulit mencari sosok pemimpin yang ada hanya didominasi penguasa yang hanya mementingkan dirikeluarga dan kelompoknya istilah kastabrata semua bertopengkan dewa seolah mulia pada saat ini ketentraman kepastian hukum sulit slalu berubah dan membingungkan karna semua merasa pinter bisanya saling menyalahkan disini kit harus menemukan seorang dewa yangmenjadi rakyat yang selalu hidup ditengah rakyat mengetahui rasa haus dahaganya rakyat dapat memahami keinginannya bukan hasil perkiraan dan tidak mengagungkan hak tetapi berupaya melaksanakan kewajkban dan tanggung jawab yang baik demi bangsa dan negara dan istilah leluhurku mengajarkan jangan pernah bertanya sudah berbuat apa negara terhadap kita tetapi tanyalah dirikita sudah berbuat apa u tuk kehidupan bangsa dan negara yang dapat bermanpaat jadi saudaraku saya disini hany berupaya mengajak jangan salah dalam memilih seorang pemimpin jangan hanya diukuf dari kepinteran atau kekayaannya secara akadmis saja yg hanya mempertuhankan ilmu tetapi lihat amalnya apa sudah sesuai dengan ilmunya kalau pribadi saya menyadari apa yg kalin komentari sy trima dgn ikhlas mengenai sejarah selacau tdk terkenal krna memang poc dan antek anteknya sdngaja menutupi agar nilai perjuangannya tdk ada yang melanjutkan dan khalian harus sadar apapun tulksan dari mereke sebagian banyak untuk memperkuat kedudukan dan kekuasaan kroni dan antek anteknya melakukan sistem adudomba ,depide impera seharusnya kita berpikir jernih kenapa ada apa mengapa membanggakan karya orang asing dulu sarjana bisa ditung tangan mampuh merebut dan mendirikan negara bambu ru cing mingalahkan teng baja saat ini sarjana banyak malah negara begini aturan tidak jelas selalu berjbah hutang semakin numluk saya prihatin dgn kondisi begini sadarlah saudaraku stiap disiplin ilmu itu menurut leluhurku harus tau asal usulnya krn tidak semua baik sebagian ada yang bertujuan agar bangsa befkiblat kearab itu sudah berhasil banhak oran sampai retak hubungan keluarga begitu juga ada pendidikan yang melatih anak bangsa agar berkiblat ke dunia efopa semua baik tentang ilmu tetapi kita jangan melupakan ilmu dan budaya nenek moyang mungkin adda yang dapat bermanpaat bagi kita conto kecil kerajaan sistem pajajaran itu hanya sunda saat ini yg dipake amerika srikat hebatkan dgn negara bagian nya saya minta janganlah saling menggunjing satu samalain lebih baik berkarya turut serta membantu program negara krn indonesia milik kita semua yg punya kewajiban sama tanggung jawab sama dalammenjaga dan memajukan indonesia hak kita juga sama untuk memilih dan dipilih saya banga terhadap kalian sudah berni berkomentar sebagai bahan pertimbangan dan mengoreksi diri saya dalam proses pendewasa trimakasih para kasta saya. R.rohidin bin sepuloh .sultan patrakusumah 8 ,bharata dharma satiya hastabrata ,selacautunggjlrahayu.

  127. Pangersa!!!!!
    10 Mei 2013 pukul 15:05

    cageur lur!!!Maju Terus Pantang Mundur Selacau Raya, Jaya,
    Tulung Tulung ……………!!!!
    From : Tumenggung Patra Kusuma, Ka 10

  128. Pangersa!!!!!
    10 Mei 2013 pukul 16:07

    imajiner

  129. Pangersa!!!!!
    10 Mei 2013 pukul 16:11

    sajarah ……lamunan nu keur ngahurung balung…
    wasalam
    pribados nu reueus ka sajarah sukapura
    Fais Walatra

  130. ROHIDIN PATRAKUSUMAH 8
    11 Mei 2013 pukul 13:52

    setetes harapan dan pandangan untukmu para pelaksana negara dan para pegawenya sebuah negarabesar yg memiliki 17ribu pulau dan memiliki panjang pantai terpanjang no 2 didunia seyogianya meninjau kembali istilah demokrasi jangan dibiarkan demokrasi kebablasan harus melihat asal usul mungkin demokrasi pantas untuk amerika belum tentu buat indonesia hukum rimba mungkin pantas diterapkan dimedan perang 100 persen pantashukum islam diterapkan dinegara islam belum tentu diindonesia yg menganut bineka tunggal ika tetapi sangat wajar dan pantas mendapat keadilan di indonesia untuk rakyatnya rasa aman dan rasa merdeka dimilikinya wahai para pelaksana negara sadar dan insapilah hidup didunia tidak abadi marikita intropeksi kemulyaan sandiwara dan kejahatan hanya jadipertontonan jangan slalu mengkeredilkan rakyat dengan berbagai isu tidak akan ada pecinta kalau tidak ada yang dicinta dan sebab musaba begitupun tidak akan ada kebencian kalau tidak ada yang dibenci karna ada sebab inilah bahan koreksikita semu jangan pernah mengorbankan rakyatmu demi kepentinganmu wahai parapenguasa kalau memang anda pemimpin tetapi korbankanlah dirimu demi kepentingan rakyatmu dan negaramu niscaya tuhan akan mendudukanmu ditempat yg dimulyakan yg sdikitpun tidak ada kebencian yg ada hanya kemulyaan dari tuhanmu yg menyayangimu berhentilah dari saling me perolok olokan dan saling menyalahkan agar rakyatmu mencitai tanpa kesemuan dan kepura puraan leluhurku mengajarkan memimpin sebuah negara yg adil ada beberapa paktor dan sistem diantaranya ketetapan hukum kepastian hukum ketegasan hukum tidak cukup hanya menjadi panglima tapi hukum yg harus menjadi raja yg ditaati semua isi negri ini, saranku kepada para pemimpin siapapun kalian kalau ingin jadi pemimpin yg dapat memberi rasa adil jangan kau pernah mencari benar atau salah tapi carilah olehmu sistem ya dapat mrmberi rasa aman dan nyaman rasa adil dan merdeka agar tidak saling menggunjing satusamalain tugaskan percayakan kepada tokoh tokoh agama dan keyakinannya untuk membimbing nya tugas kepolisian jagalah keamanannya tugas tni jagalah batas kedaulatan negaranya untuk rakyat yang budiman yang saya cintai mari kita laksanakan kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai rakyat yg baik wahai bungakusumah harapan bangsa kita jangan gerkecoh dengan semua atasnama ham sehingga kita melupakan kewajiban dantanggung jawab gidak semua tepat dan baik juga tidak semua buruk sesuaikanlah dengan kultur dan asal usul budaya leluhurkita yang slalu menjungjung tinggi budaya gotongroyong dan menghormati orang lain selama tidak merugikan kita tip untuk para pengusa jangankau bangga karna kamu telah membunuh yg dianggap penjahat atau memenjarakan yang enkau anggap hina ingat itulah anakmu itulah rakyatmu yang seharusnya kau lindungi dan kasihi setiap kesalahan ada sebab setiap kebencian karna ada alasan untuk dibenci sadarlah hidup didunia tidak lama apapun semu dan palsu tidak abadi kita lahir kedunia hanya berkelana untuk mencari bekal dalam kehidupan yg abadi pada nyatanya semua akan mati semoga tulisanku ini dapat menjadi bahan prrtimbangan untuk agar hidup kita tidak tertipu oleh napsu salam penuh kemenangan dan kedameyan mahagurubhatarasurya dicutat dan dicatan dihayati dan dicermati oleh diriku untuku dan isi bumi persada nusantara semoga berman paat dan trimakasih kpd semu pihak yang telah memberikan kritik dan saran trimakasih sultanpatrakusumah 8 wasalamu alaikum.

  131. 11 Mei 2013 pukul 18:54

    Sampurasun,haturan wilujeng tepang hatur punten ngiring ngarewong,sim kuring asli urang sunda,anu gandrung mika hoyong mibanda hiji pamimpin putra sunda, mugia kang sultan teraskeun perjuangan nana ulah peunggas ditengah jalan,……Hidup kang Rohidin sultan patra kusumah VIII /

  132. putra cibuluh
    14 Mei 2013 pukul 23:21

    punten bapak saur para sesepuh,kapungkur mah di palih guha ucing pami wengi sok seer ucing kalaluar.eeehhh….ternyata ayena mah guha na di tutup malah kaluar sultan rohidin..subhanallah ternyata.

  133. rohidin patrakusumah 8
    16 Mei 2013 pukul 09:29

    menurut sejarah nukacida dirasiahken ngajaga hal hal lain sabenerna diguhaucingteh nyimpen caturangga sepuh ngenaan moksana kasiliwangian nenen sejarah pajuen anak incu nyamarken katurunan tina sagala ancaman nusipatna ngabahayaken matak etatanah iwal turunannana nukudu muka nyamper lalakon pikaharepen nudisebut budak angon makalangan simbulna gunungkolotok pasirsalam jeng situhiang eta tawisciri nenen carita sabab nurutken uga urang kidul ngabogaanterah kadewaan nubakal ngalanglang buana sementara hrang kaler mibanda terahka
    karatuan nu nguasai kanagaraan tereh kulon karesian artina jadi guru guru kaelmuan tereh wetan karahwanaan nu nguasai ekonomi jeng stategi kitu carita kolot ngenaan guaucing ega awisan sejarah pusatna moksa jengumpulna nuaya disabuderen selacau bahela ker ngaping lijelemaen nubaris dipintonken dijagoken dinswaktuna dukasaha jalmina mangaurang bandungan wae waktu nubaris nangtuken iyeu carita geletukbatu kecebuf caina kunpayakunbiidnillah manga sing taliti moal aya wayang mhn teu aya dalang mkal aya ngaran mun teu aya numere ngaran kitu ngenaan sejarah selacau guha ucing pasirkolotok jeng kampung pangangonan etesadaysna awisan sejarah akhirjaman

  134. anak sangkur tasela tea
    17 Mei 2013 pukul 23:01

    sabar we kang roh kenwe nu nyararios te puguh mah tong di kupingken,eta jalmi syirik kana ka ayaan urang..masalah jalan goreng etamah aya bageana PU atni pemerintah,pami kang roh cios janten jadi presiden mh jalan awon ge moal ngalakon diantep pasti di dangdosan..maju terus we kang rohhhhh….anak sangkurr

  135. 19 Mei 2013 pukul 03:07

    asalamualaikum .sabenerna kuring ngarasa bagja jeng tunggara pacampur ngagalura ngadenge jeng maca komentar tidulur salemurbaraya sanagara memang dinahal cita cita kuring beda tibatur dumasar aya wasiat tinujadi aki piken nuluyken perjuangan nana sanajan jauh kamungkin mundibaca ku sipat kamanusaan tapi ari kuasa allohmah teaya numohal jeng kuring kagugah kusababaraha sajarah salama iyeu kuring sakulawarga ngalalajoan timimiti nagara dipingpin kunupinter kuahlistrategi kuahliriset kiyai kuistri ayena ku doktor barijenral kurangkumaha palinterna tapi nyatana nagara kurnepi kakiyeu rajen pangwangunan maju hutang numpuk rajen aya pangbagian duit letik karakyat sagala ditaeken jadi kuring tengarti ko dipingpin kunu pinter nagara kiyeu kacida tepantes jengteuwajar matak kuayana kiyeu kuring kagugah suganmah indonesiateh tecocok meren dipingpin kunupinterteh coba kikuringwe ari kurkiyemah .kunubodo .aya hiji riwayat ngenaan panyakit pamingpin lamun pamingpin pinter cekriwayat sokminteran jengsok ngabobodo jengmunmercaya sok cangcaya mundipercaya soknyulayaan kitu nurutken riwayat ari jalmabodo hiji gedekasien dua waspada baridaek tatanya jeng munmercaya sok saujratna istilah kolot ngadek sacekna nigas sa plasna mundipercaya gedewaspadana jeng kahati hatian na intina gede kasien tahkitu numutken riwayat. ngankade tesatiap jalma bodo kiye nubodo kabagi dua aya bodo alewoh aya bodo katotoloyoh .nukudu dipake nyaeta jalma nubodo alewoh cek pandapat kuring jadi persiden tesusah sabab dilingkungan persiden loba jelema ahli mimiti panasehat badan pertimbangan badan perencanaan konseptor sampai tukang menulis tek pidato dan lain lain jadi pigurpersiden tebutuh jalma pinter nudipibutuh persiden jeng pimpinan urangteh hijijalma nungabogaan jiwa cerdas tegas jenglugas nubisa menjiwai didua alam .hiji alam nyata isina stiap program kudu bisa manpaat jangkapendek jengjangka menengah jangkapanjan mulai aspek perawatan sampai aspek penyelesaiyan tingkat ekonomi kecil petani pedagang pengusaha sampai orang tunawisma anak mudamudi jeng dewasa .dua alam tidaknyata. diantarana rumusan danrencana apapun harus mampu mengkaji disesuaiken jengkultur budaya binekatunggal ika na nagara indonesia baringabogaan sipat beradab kasakabeh pangesi iyeu nagri perlu disadari dijero nagara urangteh salianti bangsamanusa aya bangsajin setan siluman sasatoan jeng tumbuh tumbuhan hal iyeu nukurang dipahami ku bangsa pamingpin nuaya ayena saran kuring mingpin indonesia tecukup kupangalaman jeng elmu akademisi wungkul coba pelajari alkuranulkarim utamana riwayat kangjengnabi sulaeman sahawae maraneh nungarasa hebat jeng ngarasa mulya ulah rekcoba coba mun tengabogaan rumusna kuring nyaritakiyeu saengesna naliti perjalanan nusantara mulai prasejarah tug nepi kakiwari .kacida teupantesna mun nagara ancur dipingpin jalma pinter munkunu bodomah pantes .tapi dina hal iyeu hayu urang pada ngaduaa muga iyeu nagara dipingpin kunuhakna mun cek sajarahmah dipingpin satria anyar sanajan angar pinangihna tapi eta tereh nubogana nudisebut satriapinandita sinisihan wahyu lamun dinataun 2014 lain nudijelmaken dina iyeu sajarah tangtu nagara bakal goncang jengbakal semakin acak acakan kuberbagai sistem diantarana kerisis kepercayaan luar dalam hukum slalu berubah penguasa penguasa kur ucingsumput silibelaan dinakasalahan silisalametken dinasalah ahirna nagara kurdijadiken panggung sandiwara sakadar ngawangun namabesar dinasti nunindas kapangesina kuayanakitu sakabeh dulur dulur hayu urang pada waspada munperlu sarolat istiharoh ker umatislam ngadu ka alloh tuhan pemilik sakabeh alam supaya urang indonesia dibere pamingpin anu utama numawa katentraman jeng kabagjaan ker urang salama iheu kurjanji semu nukuurang katarima bari nyatana hempir program pemerintah salama iyeu kur ngawangun satu susun meruksak 10 tangga manga taliti singgumati kuhate jenjiwa nuwening teu dibarengan suudon jengnapsu tapi kupikiran jeng hate nu iklas kango kamanpaatan kapayun anak jeng turunan urang sakitu pepeling tikuring lenyepanen nuhadena canak nuawona picen wasalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh .sultanrohidin pk 8.n

  136. 21 Mei 2013 pukul 01:49

    kuring urang sunda…lamun anjeeun urang sunda lamun bener anjeun nitenan kahirupan sajarah …sanajan geus bukti otentik ge lamun eta datangna ti urang sunda hese rek menyatna..sabab loba nu kasieunan ku kahebatan sunda..eta ti baheula..cik barandungan ku aranjeun he urang sunda di baturmah boh jawa utamana manggih susumping sapotong ge nepika di uar uar yen eta bukti sajarah nepika di pasilitasi pikeun ngorehna…tapi lamun di tanah sundamah sanajan ngajegir bari bukti ge hese rek di angkatna ..hese lain harti teu otentik tapi hese ku lobana rorongo nu teu resepeun kana kaseungitan sunda…tuh salah sahijina di gunung padang…jelas di tanah sunda..nepika pabeulit hayang ngabuktikeun eta sajarah eta bukti kasundaan…cik aranjeun nu karomen di tangali kukuring teh urang sunda loba naha siga nu teu resep kana kasundaan…buktikeun heula…najan leutik sok upayakeun sangkan jadi kaalusan keur urang…lain di cacampah…bari teu apal ngan saukur beja…

    • 21 Mei 2013 pukul 02:39

      hmh….leres eta pedaran tisalira…mung simkuring seja …nu langkung utami dina hal kapamarentahan nu katinggal bade nu kumaha bae ge atanapi saha bae oge taya halangan…nu pinter nu bodo eta lain ukuran…ngan dina hal eta salila birokrasi dihandapna awut awutan sanajan pamimpin boga niat nu hade bakal mencog nepina karahayat da nu kudu di omean mah intina SDMna nu leuwih utamina akhlak nu kudu sesuai jeung penghayatan tur pengamalan tina kaidah kaidah kepengurusan sakumaha nu geus di tulis boh ku qur’an boh na hadist lain sabatas nyaho hungkul tapi kudu jeung pendalamannana …nu kadua sistem satungtung sistem sistem kabirokrasian ngan saukur di pake keur ka untungan pribadi teu bisa di leungitkeun..ieu nagri moal waluya…urang leutikan tong nagara….hiji bapak maca kabutuhan anakna timimiti hudang isuk indit sakola mulang sakola butuh waragad anggap weh waragad jajan…misalna 10 rbu..di bikeun ka pamajikannana salaku pengatur keuangan rumah tangga…eta nu meunang maca salakina keur kabutuhan ankna nu di sebut waragad tadi nu geus meunang maca jeung meunang mempertimbangkeun teh bari di amanatkeu kapamajikannana sangkan di bikeun sapuluh rebu ka ankna…ku pamajikannana ngan ukur di bikeun 5 rbu da hayang jajan baso pamajikannana, padahal geus di bere eta pamajikannana keur meuli baso teh..sabab hayang dua kali ngabasona nepika tega jatah jang anakna di potong bari make dalih supaya si anak di ajar prihatin…padahal duit pamotongannana ku pamajikannana di pake meuli baso pikeun minuhan nafsu kahayangna…tah qitu…cag…kula arya bayu dewa

  137. 21 Mei 2013 pukul 12:20

    trimakasih saya sependapat dengan saudara memang demikian keadaan moral penguasa sekarang tetapi saya yakin masih banyak yang baik dan yang punya dedikasi dan menyayangi bangsa dan negara . andaikan tuhan alloh swt menyampaikan saya dan mendudukan saya sebagai pemimpin bangsa dan negara indonesia ini saya tidak sanggup memberi janji apa.apa dengan kondisi sekarang yang seolah mulia tetepi saya akan berupaya semaksimal mungkin dengan segala resiko apapun untuk mengembalikan hak rakyat sepenuhnya semoga alloh swt mngarahkan dan menjadikan saya sebagai pemimpin bangsa yang diharapkan dan didambakan rakyat .trimakasih Rohidin bin saepuloh .sultanpatrakusumah 8 .

    • Pangersa!!!!!
      25 Juli 2013 pukul 14:49

      mun d lemur kuring mh mang rohidin th tukang ngangon muning!

  138. warga kusumah
    23 Juli 2013 pukul 20:13

    setuju sareng salira mugia salira kang rohidin tiasa ngawujudkeun pangharepannana atawa cita citana ngawujudkeun kamakmuran ieu nagri

  139. 19 Agustus 2013 pukul 08:49

    ngiring ngalangkung nya..
    ada hal positif maupun negatif tentang adanya ataupun dikenalnya seorang sultan beserta kesultanannya ..terutama di daerah priangan timur. .dan saya sebagai warga priangan menyambut baik akan hal itu..
    akan tetapi inti dari adanya kesultanan ini masih belum dapat di rasakan bagi berbagai pihak. sekiranya memang baik dan menjadi tauladan seperti para pendahulunya di kesultanan sela cau. silahkan berikan kami keyakinan dan kekaguman akan hal positif yang lebih mendominasi kepada ajaran islam dan kerakyatan.
    sy sudah melihat ke slh 1 wilayah kesultanan sela cau..dan mengakui bahwa wilayah kekuasaannya sudah meluas akan tetapi di bbrp titik wilyah itu masih di dominasi dengan kurang baiknya jalur transportasi (jalan rusak) sdngkan setelah sy berdialog dgn slh 1 warga di sekitar daerah kekuasaan sela cau mreka mengatakan bahwa sultan PK VIII lbh memilih membeli semua kendaraan trayek di daerah tsb.
    prtanyaan nya?? apa gunanya anda sultan bertindak sperti itu..? apabila anda ingin seperti kerajaan kesultanan seperti daerah lain? kenapa anda tidak lebih mementingkan keinginan rakyat sekitar sebagi awal benahi daerah” sekitar anda ..karena masih bnyk potensi wisata di daerah tsb yg blm ter Xpose, benahi jalur transportasi dengan perbaikan jalan yang standar yang layak untuk dilalui.
    apabila anda sudah berhasil… sy sebagai wakil dr semua warga priangan timur meyakini kalo anda patut jd tauladan dan memang penerus dr leluhur anda ..
    makasih :D kepp spirit, keep moving, keep smile,..OK!!!

  140. 19 Agustus 2013 pukul 23:17

    Cik sing darewasa sateh,geus tong rariweuh jeung tong kalah parasea karampungan pisan.Lamun bener sultan mah buktikeun ulah ngomong hungkul,teu cukup ku ngomong jaman ayeuna mah.Lamun bener aya bukti urg ngadukung pisan,terus lamun geus jadi presiden urg menta geng motor di Basmi!!!!Haji Jana maneh ulah so jagoan,eweuh nu jago di dunia mah kecuali alloh swt.Lamun komen ulah mamawa agama jeung ulah make nafsu!!!

  141. Tesa Purwana
    23 Agustus 2013 pukul 10:59

    sejarah adalah guru yang berharga, kalo sejarah bisa membangun negeri ini maka negeri ini akan disegani bangsa lain. saya hargai sultan, punten sultan abdi ti garut abdi hoyong ngamajukeun garut bantu simkuring. abdi nyuhunkeun no.hp.na supados tiasa komunikasi secara pribadi. kirimweh facebook simkuring tesa purwana, zheira02@gmail.com

  142. 5 September 2013 pukul 23:40

    HAHAHAHA ……….. sultan sela cau,di tempat kami di jawa ada sultan sela jg,tp bukan sela cau tapiiiiiiiiiiiiiii hhehhhahahahahahah selalu menghayal,selalu angkat paha,,,,keeehhh entus sultan tegal

  143. fadhil
    6 Oktober 2013 pukul 11:55

    kang rohodin maju terus ulah eleh ku jawa koek’…….aing urg sunda moal mundur ku org jawa anjing nu ngahina urg sunda bari jeng te apal asal usul mah….

  144. sundawani
    6 Oktober 2013 pukul 12:02

    eh steven setan ….tong ngahina urg sunda goblog.ari sia te apal sejarah mah….matak ulah ngalebokan gaplek wae jadi otak sia sarua jeng meri …..

  145. tajurindah
    10 Oktober 2013 pukul 02:14

    rieut ngabandunganna,,,geus mending gera ngaropi meh woles bari nangkring di sisi jalan, bari nikmati pemandangan, jaba pemandangan ayenamah alus loba jelema majang pas foto di sisi jalan, sambari ngubar2 janji,,,,aya ku alus pemandangan

  146. 11 Oktober 2013 pukul 10:53

    satuju.

  147. atoy
    12 Oktober 2013 pukul 22:08

    sae,, cekap ah

  148. Nenk
    1 November 2013 pukul 09:06

    mangga kang Rohidin sim kuring ngadukung……. mugia akang tiasa nanjeurkeun budaya sunda sareng janten pemimpin anu amanah tur nyaah ka rakyat….. hidup urang sunda!!! hidup Sultan Sela cau!!!

  149. maksum
    9 November 2013 pukul 22:31

    Semoga mimpi anda menjadi kenyataan !!!! Jalur mana yang akan anda tempuh ? (harus Jelas) Insya allah semua yang komentar akan mendukung anda kalo mau jadi capres tidak perlu sultan, sultan dipikirkan nanti setelah anda jadi, mungkin dari para komentar ada yang mau menjadi Patrakusumah, Selamat Berjuang, Hidup Parungponteng

  150. alan
    14 November 2013 pukul 12:26

    Pesen ti Eyang “Incu engke Leutak bakal Teuas… Imah engke mah bakal aya nu bisa ngapung”, “Geura maluruh elmu lepaskeun nu ka ngaranan-hirup ngarahayat”, “tenjo pare ngeluk tungkul ku pangarti hade eusi, teu bangga ku pangabisa, harta atawa tahta”, “teu kudu ngaku ngaran engke ge batur bakal mere ngaran”, “………………. teh tempatna dina Hate”
    Wassalam…

  151. 17 November 2013 pukul 14:29

    naha asa lalieur anjeun teh

  152. romi surya kusuma
    28 November 2013 pukul 22:32

    teruskeun mang idin ulah putus asa,sajarah katukang kudu ka guar nu sa enyana,salam ti dulur nu pareumeun obor. ti bandung

  153. wahyudi irisns
    11 Maret 2014 pukul 11:52

    Assalamualaikum,

    Ijinkanlah saya sebagai keturunan sunda priangan timur yang sejak kecil tinggal dan bessr di ibukota negeri ini berbagi komentar.
    Apakah sifat orang sunda itu sudah jauh melenceng dari yang saya ketahui melalui orang tua dan sesepuh keluarga yang begitu santun dan dopan namun penuh ketegasan dan kewibawaan.
    Mari kita tata kembali budaya itu.
    Keep cool and be wise !
    Hormat saya untuk anda semua.

    Wassalam,
    Wahyudi Iriana

  154. wahyudi irisns
    12 Maret 2014 pukul 19:36

    Assalamualaikum,

    Ijinkanlah saya sebagai keturunan sunda priangan timur yang sejak kecil tinggal dan besar di ibukota negeri ini berbagi komentar.
    Apakah sifat orang sunda itu sudah jauh melenceng, dari yang saya ketahui melalui orang tua dan sesepuh keluarga yang begitu santun dan sopan namun penuh ketegasan dan kewibawaan.
    Mari kita tata kembali budaya itu.
    Keep cool and be wise !
    Hormat saya untuk anda semua.

    Wassalam,
    Wahyudi Iriana

  155. 7 Mei 2014 pukul 03:50

    whoah this weblog is great i really like reading your articles.
    Keep up the good work! You already know, many persons are hunting around for this information,
    you could help them greatly.

  156. DERMAWAN
    11 Juni 2014 pukul 13:09

    as wb. abdi bade ngiringan ngan iye mah sanes tina sejarah. ngan wungkul cerita sekilas kehidupan. abdi . duuh kumaha carana . abdi asa tos cape nga honor nu te aya artosan.sdngken ku masa ayna upami jnten honorer kdah gaduh ijasah S1. sedengken ari abi boro boro gaduh da kuliahna oge te gaduh biayayana.sedengken ari munurken diri kumaha da tos pameng, di traskn te gaduh biayaya kango ngjar s1 aduuuh kdah kumaha ari jalmi te gaduh mah

  157. 12 Juli 2014 pukul 00:29

    Saya jg orang pamijahan. Tapi saya jarang tuh jarah ke pamijahan.
    Tapi kenapa orang” suka banget jiarah ke pamijahan y?

  158. 12 Juli 2014 pukul 00:35

    Ah km mah gk tau sih km bukan orang parungponteng y?
    Cuma di tempat saya sering di kenal dengan nama ROHIDIN.
    Tmpat tinggal ny jg tau. Tapi saya jarang liat orang ny. Soal ny saya selalu ada d luar kota

  159. Hamba Allah
    12 Agustus 2014 pukul 23:30

    Menarik untuk menyimak semua ulasan mengenai selacau,…Sejarah telah membuktikan Penjajah Belanda telah sukses memenggal dan memilah milah sejarah yang ujungnya demi mencengkram kekuasannya dibumi Nusantara lebih lama. . Mereka mendatangkan ahli sejarah, mendata dan mempelajari bahkan mendata keluarga kerajaan nusantara dan mempelajari adat istiadatnya untuk mencari tahu titik kelemahannya.

    Mereka ajak para bangsawan raja untuk bekerjasama dengannya dan jika menolak maka diperangi. Tidak sedikit yang tergoda dan berkhianat demi kesenangan yang semu, terayu emas dan harta benda yang diberikan kebo bule, Berkhianat kepada ibu pertiwi dengan memerangi saudaranya sendiri. Sungguh sejarah kelam masa lalu.

    Ingatlah ,….Perlawanan terhadap Penjajah terus menerus dilakukan secara simultan dan estafet dari ujung Tidore hingga Ujung Aceh,…
    ,… Nuku (Tidore),…Hasanudin (Banten & Goa),..Sultan Haji (B.Mansyur-Banten),..P.Jayakerta (jakarta),..T.Angke (Jakarta),..Adipati Unus (Demak), Syarif Hidayatulah, Faletehan, Cut Nyak Dien, Syech Abd.Muhi,…dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu persatu,…Beliau adalah Para Syuhada Pemilik Bumi Nusantara sejati,..Pewaris kekayaan Nusantara yang sebenarnya ,…

    Beliau-beliau rela meninggalkan harta, tahta, keluarga dan siap gugur dan syahid di medan perang demi kemerdekaan yang hakiki. Merekalah sejatinya Pewaris Para Sultan dan Kerajaann penerus Kemuliaan Keagungan dan Kemuliaan Tidore,Goa, Sriwijaya, Majapahit, Demak dan Pajajaran. Apalah artinya Selacau dibandingkan beliau,..beliau para syuhada dan satria sejati tersebut.

    Mempelajari dan mendalami sejarah perlu,..di dasari dari hati nurani terdalam tanpa ada kompromi dan kepentingan pribadi atau golongan,…

    Sadarlah Rohidin,..Pengalaman anda di Jakarta mengais rejeki seharusnya membuat anda semakin istiqomah dan menghargai para syuhada yang sebenarnya,…jangan meributkan pepesan kosong,…dan mengaku aku atau bagian dari Konspirasi yang berusaha mengaburkan Perjalanan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia itu sendiri ,..

    dan ingatlah dan catat oleh saudara ,..Pajajaran belum Sirna,.. demikan juga pewaris para syuhada itu, Biarlah semuanya mengalir seperti air di sungai,…dan saatnya mereka akan menyatu,..

    (Takdir sungai adalah ketemu dengan laut,..walaupun sehebat, setangguh dan Perkasanya Gunung apapun,..dia tidak dapat menghalangi air sungai ketemu dengan laut,..karena itu hak sungai untuk terus mengalir ketemu laut,..),..demikian pun sejarah yg sedang berjalan,…

    Wassalam
    Rd. Pemanah Rasa

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.