Beranda > Pemerintahan > Reaktualisasi Gerakan Pemuda Tasikmalaya Selatan

Reaktualisasi Gerakan Pemuda Tasikmalaya Selatan

Oleh: Ujang Yusuf Maulana, S.Psi
(email: uymareta@yahoo.co.id, Fb: kanjeng yusuf )

Wacana Tasela

Sebetulnyalah, wacana tentang Tasikmalaya Selatan (Tasela) ini telah jauh-jauh hari bergulir. Kemunculannya diawali oleh sesuatu sejarah yang cukup emosional, yakni ketika terjadi tarik menarik kepentingan antara wilayah Singaparna dan Karangnunggal sebagai ibukota Kabupaten Tasikmalaya tahun 2004 lalu. Namun sejarah juga telah membuktikan, akhirnya Singaparna tampil sebagai pemenangnya. Kota inilah yang akhirnya diputuskan menjadi ibukota Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan Karangnunggal yang selama ini dianggap menjadi ikon Tasela, harus gigit jari karena kalah dari pertarungan tersebut

Bagi sebagian besar warga Tasela, kenyataan ini dipandang cukup menyakitkan. Betapa tidak, selama ini Karangnunggal telah digadang-gadang sebagai daerah yang pantas menjadi Ibukota kedua, pasca pemisahan wilayah Tasikmalaya menjadi 2 bagian. Yakni bagian Kota dengan bagian Kabupaten.

Padahal, dari segi keruangan, wilayah Karangnunggal diyakini sebagai titik pertemuan beberapa wilayah periferal (pinggiran), karena letaknya dianggap berada di bagian sentral (pusat/tengah-tengah). Sehingga, bisa dipastikan akses pelayanan pemerintahan akan lebih mudah dijangkau masyarakat luas. Sementara, hal ini pun akan dipandang sebagai bentuk pemerataan pembangunan. Jangan sampai, pembangunan hanya terfokus di daerah Utara dan Barat saja yang nota bene telah lebih dahulu menyandang nuansa perkotaan, ketimbang Tasela.

Kekalahan ini sebetulnya tak perlu kita ingkari, kalau ini menandakan bahwa posisi tawar elit politik Tasela waktu itu masih lemah. Entah karena latar belakang SDM-nya  yang masih underestimate, atau mungkin karena telah dikotori oleh pragmatisme. Konon, naskah persetujuan untuk menjadikan Singaparna sebagai ibukota Tasikmalaya waktu itu, dibacakan langsung wakil rakyat dari Tasela sendiri. Orang Tasela pun pada akhirnya tak mampu berkutik lagi, manakala keputusan ini langsung ditandatangani oleh DPRD dan Bupati sebagai sebuah keputusan final.

Beberapa tahun kemudian, mencuat wacana bahwa wilayah Karangnunggal akan segera dijadikan kota industri Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah ini dijanjikan pembangunan berbagai infrastruktur industri. Wacana ini mau tidak mau, cukup menghibur bahkan sempat memukau banyak kalangan. Betapa tidak, semua pihak menaruh banyak harapan, kedepan Karangnunggal akan menjadi roda ekonomi potensial yang terus berkembang di wilayah Tasikmalaya Selatan.

Akar Permasalahan

Namun alih-alih terealisasi, wacana ini hanyalah isapan jempol belaka. Hingga saat ini, belum ada satu langkah konkret dari Pemkab untuk merealisasi wacana tersebut. Malahan dalam banyak hal, masyarakat Tasela banyak dirugikan. Antara lain karena wacana ini makin melambungkan NJOP tanah, yang mengakibatkan kewajiban pajak tanah masyarakat makin tinggi saja. Disisi lain, banyak pula kisah pilu akibat masih memprihatinkannya infrastruktur publik, seperti sektor pelayanan kesehatan.

Ada contoh kasus menarik yang terjadi beberapa tahun lalu. Ceritanya, ada seorang ibu di sebuah wilayah pantai di Tasela yang harus mati akibat terlambat sewaktu akan melahirkan. Dia meninggal di tengah jalan, saat ditandu menuju Puskesmas terdekat. Ini menandakan dua permasalahan sekaligus, yakni menyangkut masalah terbatasnya pelanan publik di pelosok daerah Tasela. Dan permasalahan lainnya adalah menyangkut masih minimnya kesadaran masyarakat pinggiran untuk memanfaatkan pelayanan medis. Mereka cenderung lebih mempercayai pengobatan tradisonal yang bernuansa klenik, ketimbang pengobatan ilmiah modern. Inilah salah satu bukti kegagalan pemerintah daerah kita untuk memberikan pendidikan masalah kesehatan kepada masyarakatnya.

Kasus lainnya adalah menyangkut tingkat kematian akibat kecelakaan lalulintas di Tasela yang hingga kini tidak dapat ditekan. Antara lain karena pasien UGD akibat kecelakaan lulintas itu, harus terlebih dahulu menempuh perjalanan puluhan kilometer ke pusat kota Tasikmalaya. Belum lagi jalan raya yang butut ke arah kota menyebabkan banyak guncangan yang justru memperparah panyakit pasien.

Herannya, Rumah Sakit terbaru yang saat ini dibangun pihak Pemkab Tasikmalaya, malah dibangun di sekitar Tinawati Singaparna, tak jauh dari pusat kota Tasikmalaya. Padahal idealnya, infrastruktur ini dibangun di luar daerah yang lebih bisa diakses oleh masyarakat pinggiran.

Disisi lain, infrastruktur pendukung seperti ketersediaan Gardu Induk (GI) PLN hingga kini belum kunjung terealiasasi. Oleh berbagai pihak, hal ini diakui telah menjadi batu sandungan yang sangat berarti  bagi tumbuhnya industri-industri dengan skala besar di Tasela. Selama ini, suplai energy listrik di daerah ini tidak pernah optimal. Salah satunya ditandai oleh sering terputusnya aliran listrik (reup bray), yang buntutnya bisa mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat, bahkan dikeluhkan karena bisa merusak peralatan listrik. Ini hanyalah contoh kecil dan sederhana saja, masih banyak contoh kasus yang lainnya.

Potensi Pemuda

Berakar dari berbagai permasalahan tersebut, tampaknya hal ini telah merangsang tumbuhnya organisasi-organisasi yang mengatas-namakan Tasikmalaya Selatan. Tanpa harus menyebut nama-nama organisasi itu, yang jelas hal ini cukup membanggakan. Artinya, fenomena tersebut menandakan bahwa saat ini telah tumbuh kesadaran identitas diri masyarakat Tasela. Bukan hanya dipicu oleh kesamaan wilayah keruangan dan kedaerahan, tetapi juga karena perasaan senasib sebagai masyarakat yang termarginalkan.

Sayangnya, sejauh ini organisasi yang tumbuh di Tasela belum terlalu menampakkan gregetnya. Dalam beberapa segi, bahkan memunculkan tudingan dari pihak luar bahwa warga Tasela cenderung pragmatis. Penyakit ini kata mereka, telah menggerogoti geist dan militansi gerakan ke-Taselaan. Mereka menuding bahwa organ Tasela bisa dibungkam dengan adanya iming-iming tertentu. Tetapi sejauh pengamatan, tudingan ini tidak terlalu benar. Wallahu a’lam.

Fenomena ini juga melecut kesadaran kita, bahwa hingga saat ini belum ada satu organisasi (Tasela) pun yang dianggap representatif. Padahal, kita masih membutuhkan sebuah organisasi yang betul-betul mampu membangun sinergi semua potensi Tasela, mampu menyuarakan aspirasi masyakat, mampu menciptakan perubahan signifikan dalam kebijakan politik, serta mampu melakukan penyadaran (konsientisasi) masyarakat Tasela secara umum. Termasuk melakukan penyadaran di bidang pendidikan politik, hukum, dan hak-hak masyarakat sipil.

Berawal dari keprihatinan inilah, tampaknya kita masih membutuhkan sebuah organisasi baru. Dalam arti, organisasi yang betul-betul murni (pure) gerakan pemuda yang ideal: sebuah organisasi yang belum terkontaminasi oleh kepentingan sesaat. Sebuah organisasi yang digerakkan oleh pemuda-pemuda yang mempunyai semangat, intelektualitas, keberanian, serta militansi yang tinggi. Organisasi ini dalam visi kita adalah bukan cuma sekumpulan pemuda polostomo (istilah Jepang yang berarti polontong), tanpa punya konsep yang jelas. Tetapi yang kita cita-citakan adalah organisasi pemuda yang mampu mewarnai agenda perubahan, bahkan lebih jauh bisa mendominasi wacana di kabupaten Tasikmalaya secara umum.

Untuk tujuan itu, tampaknya kita harus banyak belajar dari sejarah. Sejarah memang guru yang paling baik, yang mengajarkan kita banyak hal. Mungkin, kita juga harus mencermati, faktor-faktor apakah yang menyebabkan sebuah organisasi gerakan bisa tumbuh dan mati dengan tiba-tiba. Dan disisi lain kita juga perlu mencermati, faktor-faktor apa saja yang mendorong sebuah organisasi bisa tetap eksis. Inilah poin penting yang harus kita cermati. Logikanya, jika ada sebuah orgnisasi kedaerahan yang lain masih eksis hingga saat ini, tentu kita bisa belajar darinya.

Jika dicermati, tampaknya upaya ini bukanlah hal yang mustahil. Dalam pertemuan pemuda yang digelar di Cibeunying Karangnunggal, 14 Agustus 2009 lalu, tergambar jelas bahwa kita mempunyai semua kualitas diri yang kita perlukan tersebut. Para pemuda yang hadir adalah sekumpulan tokoh kunci dari berbagai wilayah Kecamatan. Mereka bukan cuma memiliki kecerdasan intelektualitas diatas rata-rata, tetapi juga semangat yang menyala-nyala. Ini tentu saja menjadi modal awal yang sangat vital bagi tumbuhnya gerakan pemuda. Kita membayangkan, seandainya delegasi ini mampu menjadi motor perubahan di daerah masing-masing. Bahkan tidak mustahil kedepan bisa menjadi organisasi massa yang sangat besar dan berpengaruh.

Potensi Sumber Daya Alam

Wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela) secara umum mempunyai kekayaaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Dengan rentang wilayah yang mencakup sekitar 16 Kecamatan, Tasela tercatat sebagai bagian kewilayah dengan potensi yang beragam. Jika selama ini Tasela diidentifikasi sebagai wilayah yang kaya dengan barang tambang, hal ini tidaklah terlalu salah, juga tidak terlalu benar. Pasalnya, selain barang tambang, masih banyak jenis kekayaan alam lain yang belum tereksploitasi.

Sebagai gambaran, di daerah Tasela terdapat puluhan jenis mineral, baik yang sudah diekeploitasi oleh perusahaan pertambangan, maupun yang belum diketahui banyak orang. Mulai dari hamparan pasir besi di sepanjang pantai Tasela, zeolite, bentonite, mangaan, batu kuarsa, emas, batu merah (yang konon masih dilindungi pemerintah), marmer, batu akik, batu besi, batu belah, kaolin, batu bara, pasir Cidadap, timah hitam, batu kapur, bahkan ada beberapa pihak yang menduga bahwa tasela juga memiliki kandungan minyak bumi. Sebagai informasi, kini pasir besi di sepanjang pantai Tasela sedang dalam proses eksploitasi. Diantaranya, di pantai desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah, telah ada sebuah perusahaan yang menggarapnya dengan mengantongi izin Pemkab selama 3 tahun lamanya.

Kekayaan alam Tasela juga dibuktikan dengan dilakukannya beragam penelitian oleh beberapa kampus ternama seperti Universitas Trisakti Jakarta dan Unpad Bandung. Kekayaan mineral ini antara lain dipicu oleh kenyataan bahwa wilayah Tasela merupakan salah satu perbatasan antar lempeng Asia dan lempeng Australia. Konon, tumbukan antar kedua lempeng tersebut membuat berbagai mineral di perut bumi muncul ke permukaan. Karakter ini rupanya dimiliki oleh semua wilayah Selatan pulau Jawa, yang membentang dari Ujung Timur hingga ke Ujung Kulon pulau Jawa.

Potensi lainnya adalah menyangkut sumber daya kelautan. Di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, satu-satunya wilayah berpantai adalah wilayah wilayah Tasela.  Samudera Hindia, adalah lautan yang terkenal sangat luas dengan kekayaannya yang belum tereksplotasi secara maksimal. Bukan cuma kekayaan ikan-ikan lautnya, tetapi juga kemungkinan potensi-potensi pantai secara umum. Seperti rumput laut, kerang, manik-manik, penyu sebagai potensi wisata, pandan laut, dan lain-lain. Saat ini, pelabuhan pantai Pamayangsari Kecamatan Cipatujah menjadi salah satu penyumbang PAD yang cukup membanggakan. Ikan-ikan tangkapan nelayan tradisional disana, selama ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang bernilai tinggi, seperti jenis ika kakap merah, dan lain-lain.

Potensi Wisata

Yang tak kalah menariknya, Tasela juga memiliki daerah tujuan wisata yang sangat potensial. Tengok saja seperti situs ziarah dan goa Pamijahan kecamatan Bantarkalong. Setiap harinya ribuan bahkan puluhan ribu wisatawan dari luar Propinsi mengunjunginya, khsusunya dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun dari pulau Borneo dan Andalas. Di jurusan lain, kita juga memiliki tujuan wisata pantai Cipatujah, Sindangkerta, Karangtawulan dan Batu Karas Kecamatan Cikalong,  Air panas Cigunung Kecamatan Parungponteng, Situ Denuh Kecamatan Culamega, dan sebagainya.

Potensi pertanian dan Pekebunan

Lahan pertanian dan perkebunan juga salah satu  potensi daerah yang tak boleh dianggap remeh. Retangan wilayah pertanian yang teramat luas, secara otomatis merupakan potensi yang tiada tara jika digarap sacara maksimal. Daerah ini bisa saja ditanami sejenis komoditas unggulan seperti nilam, gandum, tebu, kopi, dan berbagai komoditas lainnya. Ini tak mustahil, sebab tak ada satu jengkal tanah merah pun di wilayah Tasela yang tidak bisa ditumbuhi pepohonan. Ibarat lirik sebuah lagu Jadul: “Tongkat kayu pun bisa jadi tanaman yang subur di bumi Tasela”.

Tujuan Berdirinya Organisasi Pemuda Tasela :

  • Menyatukan potensi pemuda Tasikmalaya Selatan (Tasela)
  • Mewadahi setiap pemikiran kritis dan strategis untuk visi Kabupaten Tasela
  • Menyusun strategi, rencana, program, dan aplikasi pemberdayaan pemuda Tasela
  • Menggali dan mengeksplorasi faktor-faktor pendukung pembentukan Kabupaten Tasela
  • Mewacanakan Tasela bersatu untuk Pilkada 2011 mendatang. Bukan cuma sebagai posisi tawar daerah, tetapi lebih jauh sekaligus ikut mewarnai bahkan mendominasi wacana Pilkada

Langkah:

  • Menjalin komunikasi dengan setiap element pemuda se Tasela, termasuk membangun link dengan tokoh-tokoh politik yang sudah mapan, birokrat, pengusaha, budayawan, dan lain-lain.
  • Membuat jaringan kerja (network) yang sistematis dan berskala target dengan semua aktivis organisasi ini
  • Inventarisasi tokoh pemuda potensial Tasela, termasuk membuat database para sarjana se- Tasela
  • Deklarasi dan Blow up massmedia
  • Membangun lembaga diskusi formal dan merancang kegiatan diskusi kontinu
Kategori:Pemerintahan
  1. Uwaw Panjang Yuswana
    18 Agustus 2009 pukul 21:19

    Bravo Tasikmalaya Selatan…
    Kabupaten Tasikmalaya selatan bukan hanya menjadi mimpi dan angan-angan…
    Mari Rapatkan barisan.. satukan Persepsi..
    Potensi Banyak …!
    SDM Mendukung …!
    Tunggu apalagi… ?

  2. R.Hadi
    20 Agustus 2009 pukul 05:37

    Setiap ketidakpuasan pada suatu kebijakan pasti akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang lebih kritis, yang menuntut keadilan .

    maju terus….. tasela

  3. 21 Agustus 2009 pukul 11:27

    Kabupaten Tasikmalaya Selatan itu adalah cita-cita warga tasela yang harus menjadi kenyataan……………………….!!!
    Tapi keinginan tersebut harus didasari untuk kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran warga tasela, bukan didasari oleh keinginan dan kepentingan segelintir orang yang haus akan kekuasaan……………
    Pemuda adalah agen perubahan , pemuda adalah sosok yang tangguh dan idialis…… dan kami berharap para pemuda di Tasikamalaya Selatan tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang dapat merusak citra Pemuda sehingga cita-cita dan harapan Warga tasikmalaya selatan dapat jadi kenyataan……
    ……

  4. Bachtiar
    26 Agustus 2009 pukul 12:20

    Kabupaten TASELA cepat atau lambat pasti akan terwujud ,cuma masalah waktu saja ,dari segi Syarat pemekaran sudah layak di mekarkan , Khusus bagi warga Karangnunggal Pada saat Ibu kota TASELA di Wacanakan di Karangnunggal,maka di ikuti dengan Naiknya Ketetapan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak ) dengan keputusan tersebut maka Karangnunggal menjadi Pembayar PBB Ter Besar Di Kabupaten Tasikmalaya , Bayangkan PBB di 2 Desa Yang Ada Di Karangnunggal yaitu Ds Karangnunggal dan Karang Mekar naik secara Extrim mencai 800 %. , hal ini tidak ditolak dengan berat hati dan penuh tanggung jawab kewajiban tsb dibayar oleh masyarakat, tetapi pada saat Ibukota Kabupaten ditetapkan di Singaparna Penetapan PNJOP tidak di rubah atau di sesuaikan maka terjadi hal yang sangat ironis Desa Karangnunggal dan Karangmekar Manjadi Pembayar PBB yang Lebih Besar dari Singaparna ,Sementara pembangunan perkotaan teruuuus Berlanjut di sekitar wilayah Singaaa Parna,dan ini akan memnjadikan suatu motipasi yang tidak akan pernah padam bagi sebagian warga TASELA untuk berjuang menuju Terwujudnya Kabupaten Tasik Malaya Selatan ,Khusus Bagi Warga Karangnunggal yang ada di luar karangnunggal dimana saja berada jangan seperti Kacang Lupa Kulitnya Tunjukan semangatmu pabila di perantauan kalian selalu ber ujar Lain Palid Ku Cikiih aing aya di ….. Buktikan

  5. dian kurnia muldani
    1 September 2009 pukul 02:17

    Seneng rasanya kalo melihat kaum intelek tasela kalo sudah teroganisir. satu langkah lebih maju dengan diterbitkanynya media online.
    Kawanku semua, banyak juga loh pelajar tasela sekarang ini yang sedang menimba ilmu di beberapa universitas di Yogyakarta. walau kami masih terhimpun dalam sebuah organisasi KPMT (Kumpulan Pelajar Mahasiswa Tasikmalaya), tapi sedang dalam penggodogan untuk membentuk kumpulan Tasik Selatan (doanya saja).
    Pergerakan KPMT sekarang ini sangatlah produktif khususnya dalam bidang seni budaya. walaupun dari pemkot/ pemkab tidak memperoleh perhatian yang serius.
    Pada prinsipnya saya dan teman-teman pelajar tasela lainnya yang berada di Yogyakarta siap mendukung dan membantu terwujudnya visi dan misi dibentuknya organisasi pemuda tasela.
    maju terus tasela……..

  6. eka wandar
    1 September 2009 pukul 15:00

    dengan semangat yang sekarang sedang di himpun bagaimana pun dengan banyaknya pemikir-pemikir baik dari kalangan muda maupun tua.. kita wujudkan cita-cita mulia agar kita bisa dan harus mandiri seutuhnya.. ayo kita bisa dan bisa wujudkan mimpi ini menjadi kenyataan…

  7. ndoro
    9 September 2009 pukul 21:20

    ya gt donk… itu baru cerdas!
    What else? Mekar n megar yess…
    Makar n bakar nooooooo…!

  8. andry
    29 September 2009 pukul 20:28

    sejauh mana nih gerakannya? kita tunggu sampe sekarang. ada gerakan baru Tasela?

  9. 1 Oktober 2009 pukul 15:54

    aku asli orang tasela yang mencari nafkah di luar tasikmalaya namun aku sangat mencintai temapt kelahiran,kepada anak muda tasela teruskan perjuangan mu jangan tertipu dengan iming-iming yang manis

  10. Muqit
    7 Oktober 2009 pukul 14:34

    Kpan atuh kita rembug akbar? Tempat di Cikalong saja…

  11. 19 Oktober 2009 pukul 00:28

    melihat semangat dan persatuan pemuda tasela ingsaalloh maksud dan tujuan akan terwujud.
    amiin….
    pergerakan ini alangkah baik apabla tak hanya diikuti oleh pemuda tasela saja,bagaimanapun purlu adanya pandangan lain yang berasal dari non tasela,untuk merumuskan berbagai macam langkah pergerakan hebat ini. dengan tetap didasari satu visi dan misi yang ada ditasela.
    apkah non tasela bisa bergabung?terimakasih

  12. 21 Oktober 2009 pukul 23:57

    sebagaimana yang telah dirumuskan, baik sekali semua kalangan dapat ikut berpartisipasi di dalamnya, dan juga deni perwujudan itu…cara menjadi anggota itu bagaimana..?

  13. 22 Oktober 2009 pukul 00:24

    kang kalo mau jadi anggota caranya gimana..biar kita bareng bareng…

  14. marzuki
    26 Maret 2010 pukul 23:42

    2011 siap…?
    pemekaran TASELA KAMI DUKUNG…,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: