Beranda > Umum > Paus 10 Ton Jadi Rezeki Nomplok Warga Tasela Diganyang Ribuan Orang, Ludes 12 Jam Kemudian

Paus 10 Ton Jadi Rezeki Nomplok Warga Tasela Diganyang Ribuan Orang, Ludes 12 Jam Kemudian

dendeng paus

paus yang terdampar di sekitar pantai Pasanggrahan Desa/Kecamatan Cipatujah kemarin, tak hanya jadi tontonan ribuan orang warga Tasela. Hewan mamalia laut dengan gumpalan paus naga 2daging seberat 10 ribu kilogram ini, ternyata menjadi rebutan ribuan orang. Konon, dagingnya lezat tak terkira. Kalau diperhat dengan seksama, mirip sekali dengan semut yang mengerubungi bangkai belalang.

paus raksasa tersebut dikerubungi ribuan orang. Sebagian, bahkan ada juga yang menaikinya. Mereka benar – benar menyemut, dimulai dari bibir pantai hingga bagian tengah, dipenuhi lautan manusia. Tak cukup melihatnya, pada babak selanjutnya,  raksasa ini justru menjadi rebutan semua orang. Dengan peralatan sederhana seperti golok dan pisau, mereka mencincang dan memotong-motongnya berkeping-keping. Mirip semut-semut yang kelaparan. “Kami sulit mengendalikan massa. Soalnya mereka benar-benar membludak. Untungnya, kami bersama aparat Polsek dan Koramil, serta dibantu Satpol PP, segera membuat tali pembatas. Karena semua orang ingin segera mencincangnya. Tapi kami cegah dulu, takut dagingnya berbahaya,”AKP Poniman Kapolsek Cipatujah, menceritakan peristiwa tersebut kepada Taselamedia, kemarin. Sebelum diperbolehkan mencincangnya, pihak Muspika juga sempat menggelar rapat kecil. Dihadiri oleh pihak Puskesmas dan Kadis Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya, Ir Maman Dali SP. Tujuan rapat itu katanya, untuk memastikan kondisi paus tersebut aman dikonsumsi warga. Rapat pun memutuskan paus tersebut aman. Seperti dikomando saja, warga pun langsung berebut mencincangnya. Ada yang dari bagian kepala, badan, bahkan ada juga yang memotong-motong bagian siripnya. Herannya kata Poniman,paus sebesar itu tak alot. Hanya dengan peralatan golok, mempan dipotong. Namun karena saking besarnya, butuh waktu cukup lama untuk membuatnya benar-benar habis tak tersisa. Tak tanggung-tanggung katanya, butuh waktu sekitar 12 jam! Yakni, mulai dari pukul 13 siang, dan baru habis sekitar pukul 01 dini hari. Padahal katanya, mereka yang mencincangnya ribuan orang, karena datang silih berganti. Di tempat terpisah, Asep (40) warga kampung Sarakan Desa/Kecamatan Cipatujah kepada Taselamedia mengaku, ikut berebut daging paus tersebut. Saat berebut katanya, butuh keberanian dan kegesitan. Dia mampu mengumpulkan sebanyak 2 kg. Sebagian dibuat dendeng, dan sebagian lagi langsung digoreng. “Enak. Lezatnya luar biasa karena banyak mengandung minyak. Rasanya mirip daging sapi atau ayam broiler. Sama sekali engga bau kok,”katanya. Bagi bagi buruh serabutan seperti dirinya, paus  tersebut benar-benar rezeki nomplok. Soalnya, terhitung jarang sekali mendapatkan menu istimewa tersebut. Dan untuk membuatnya jadi istimewa, Asep menggunakan bumbu dendeng seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, lengkuas, gula merah dan garam. Dia yakin, “Dendeng Paus”nya bisa tahan untuk menu Lebaran Idul Fitri mendatang.

DIKENAL DENGAN PAUS NAGA Sementara itu, terdamparnya paus di perairan Tasela kemarin, boleh jadi sebuah fenomena langka. jenis ini,
jarang sekali bisa dilihat warga karena memang senantiasa berada di perairan lepas di tengah Samudera Indonesia. Nelayan tradisional kita,
juga nyaris tak pernah mampu menangkap jenis ini karena ukurannya memang yang super jumbo. Disisi lain, paus memang tergolong sejenis
hewan yang dilindungi dunia karena disinyalir diambang kepunahan. Jenis paus tersebut, umumnya dikenal dengan nama Paus Tutul.
Mungkin karena nyaris di sekujur tubuhnya penuh dengan tutul – tutul, berbentuk lingkaran putih. Tetapi kebanyakan warga Tasela khususnya para nelayan, menyebutnya dengan sebutan Paus Naga. “Kami biasa menyebutnya paus Naga. Soalnya, di bagian punggung dan bagian moncongnya ada semacam suri atau tonjolan-tonjolan. Mirip hewan naga,”ujar Dedi Mulyadi Ketua Umum HNSI Kabupaten Tasikmalaya, kepada Taselamedia, kemarin. Dedi sendiri mengaku punya pengalaman unik, saat melaut beberapa tahun lalu. Sempat katanya, dia dan kawan-kawan nelayan lainnya, dibuat ciut nyali oleh hewan satu ini. Soalnya jaring yang mereka tebar secara tak sengaja menangkapnya. Tak tanggung-tanggung, ukurannya jauh lebih panjang dari kapal yang mereka tumpangi, yang mencapai sekitar 14 meteran. Jelas, tak seimbang dengan kekuatan kapal mereka. Tak heran katanya, beberapa kawannya sudah “nyorodcod tuur” saking takutnya. Soalnya bisa dibayangkan kalau hewan tersebut meronta, bisa dipastikan kapal mereka langsung terbalik. Sementara, tali jaring sudah telanjur diiikat erat di buritan. Karena itu, ada yang mengusulkan untuk memutus jaring dan meninggalkannya begitu saja. Tetapi Dedi sendiri mengaku punya pikiran lain. Dia masih memikirkan harga jaring yang lumayan mahal, hampir mencapai sekitar Rp 1 jutaan. Jika jaring dilepas katanya, sama saja dengan memutus nyawa mereka secara perlahan. Soalnya, jaring tersebut adalah salah satu alat untuk mencari nafkah mereka. Dengan sisa-sisa nyalinya, Dedi memutuskan untuk membedah jaring dan membiarkan si Naga pergi. “Untungnya, setelah diparancahan, paus  itu diam. Setelah jaring perlahan kami dedel (disobek), Si Naga akhirnya bisa keluar. Sama sekali ngga ngamuk,”katanya. Tapi, setelah jaring disobek katanya, mereka tak langsung pulang. Dengan modal spekulasi, jaring tersebut mereka tebar kembali. Herannya, hasilnya malah mucekil. Mereka berhasil menangkap ikan-ikan besar sejenis tongkol, sotong, dan kakap. Tak tanggung-tanggung, total tangkapan mereka malam itu, hampir mencapai 1 ton! (uym)

Kategori:Umum
  1. eka wandar
    16 September 2009 pukul 20:18

    …. ya moga2 masyarakat dapat menikmati hasil pemberian Illahi tanpa harus bersusah payah pergi ketengah laut…

    bagaimanapun kita harus mensyukuri Nikmat yang diberikanNya selama ini.. Amiin…

    maka dengan ini kita harus bangkit dari kekecewaan yang dialami oleh saudara2 kita yang hampir tidak tersentuh oleh bantuan dari dermawan + Penguasa..

    dengan ini kita harus mandiri dan bangkit meski kita sedikit kecewa dalam hal ini…

    Yaa Allah Yaa Robb… Kabulkan Do’a Saudara2 ku yang sedang kena musibah… Amiin

  2. Angga
    24 September 2009 pukul 22:58

    wah kalau saya pribadi menanggapi fenomena yang langka ini,,

    sangat menyesal dan di sesali,,

    penyesalan itu akibat dari ketidakadaannya saya di tempat kejadian untuk menyaksikan langsung mamalia terbesar itu,,

  3. I. Joni Priyana
    30 September 2009 pukul 21:03

    Hatur nuhun kana infona, pokonama tasela hade lah…

  4. 29 Desember 2009 pukul 00:17

    wah enakya dapat ikan paus raksasa tukaran yok ama ikan teri..salam kenal buat semua kontak 08153053184

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: