Beranda > Umum > Kota Simpang Semrawut, Perlu Penataan Ulang

Kota Simpang Semrawut, Perlu Penataan Ulang

poto simpangBantarkalong-Kota Simpang Kecamatan Bantarkalong merupakan kota kecil di wilayah Tasela. Bahkan, kota ini terhitung paling ramai di wilayah Pakidulan karena terdapat sebuah terminal tipe C sekaligus pasar tradisional yang cukup ramai dikunjugi masyarakat dari beberapa kecamatan.

Namun dari waktu ke waktu, kota ini malah menampakkan wajah yang kusam, alih-alih tertata dengan rapih. Antara lain ditandai dengan semakin banyaknya reklame berukuran besar yang keberadaannya dianggap merusak pemandangan. Seperti diungkapkan salah seorang tokoh Pakidulan, Idid (48), kemarin.

Idid berpendapat, keberadaan baligo iklan sebaiknya ditata kembali agar tidak merusak wajah kota tersebut. Jangan sampai katanya, beberapa fasilitas umum yang lebih penting seperti penunjuk arah jalan dihalangi baligo. Disisi lain katanya, lokasi pemasangan iklan harus mempertimbangkan aspek kenyamanan dan tata ruang kota yang baik.

“Harus diakui, kalau kota Simpang sudah menjadi tolok ukur perkembangan wilayah Tasela. Tetapi dalam pengamatan kami, dari waktu ke waktu makin semrawut saja. Ini harus segera dilakukan penataan, sebelum semuanya terlambat karena sudah terlanjur ramai,”ujar mantan Kades Simpang ini. Diamini Mang Ito (47), salah seorang tokoh setempat.

Lebih jauh lagi, Mang Ito berpendapat bahwa penataan tersebut jangan hanya menyangkut masalah baligo iklan. Tetapi juga menyangkut penertiban PKL dan trotoar jalan. “Jangan sampai, PKL seenaknya berjualan hingga mengganggu arus lalulintas kendaraan.  Seharusnya ada jarak dan  batasan antara badan jalan dan lokasi berdagang,”timpalnya.

Termasuk pula katanya, keberadaan taman di tengah jalan dinilainya sudah tidak tepat lagi. Seharusnya kata dia, keberadaan taman tersebut dihilangkan sama sekali. Pasalnya, taman tersebut kondisinya tidak terawat dengan baik. Akibatnya, dengan adanya taman tersebut katanya, kota Simpang malah terlihat kusam alih-alih menambah keindahan kota .

“Kalau memang itu (taman di tengah jalan-red) mau difungsikan sebagai pembatas jalan dan untuk kendaraan memutar arah, seharusnya ukurannya tidak usah terlalu besar. Cukup dengan tembok kecil seperti trotoar saja, biar tidak kusam,”katanya. (kanjeng)

Kategori:Umum
  1. kirman
    8 Oktober 2009 pukul 20:19

    kayaknya sekarang ada baligo baru. Makin semrawut donX..

  2. bachtiar
    13 Oktober 2009 pukul 20:45

    Betul ! pa idid kalo udah terlanjur padat pemukimanya , susah ditertibkanya jadi segala juga harus sejak dini .

  3. Alam
    1 November 2011 pukul 00:14

    iah, betul disamping baligo, jaga juga tidak ada narkoba, miras… jadikan kota Simpang menjadi kota santri dan mohon jalan ke Karangnunggal perbaiki dengan benar jangan sapotong-sapotong….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: