Beranda > Umum > SEKTOR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH

SEKTOR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH

Oleh: Drs. Tatang Bachtiar

Pajak Bumi dan Bangunan yang di atur dalam UU  No:12 Tahun 85 merupakan salah satu sector pendapatan Negara , yang bisa dijadikan salah satu andalan Pendapatan dari Sektor Pajak.

Pendapatan Negara dari Sektor PBB ini belum ditangani secara maximal boleh dikatakan baru dilaksanakan sebagai pelayanan Rutin belum mengarah kepada Upaya penambahan dan Penggalian potensi Wajib Pajak Baru

Hal ini disebabkan kurang maximalnya kerja KPP PBB didalam melakukan Tugasnya sebagai pelaksana yang menentukan dan menetap kan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak terhutang) dari dasar Objek pajak sampai menjadi Wajib Pajak. Hal ini bisa kita temukan dari berbagai macam kasus, Khusus di Desa Karangnungggal :

1. Masih Banyak pemilik tanah yang Memiliki sertifikat Hak Milik tanah tapi belum   terkena Kewajiban membayar  PBB karena tidak mendapatkan SPPT.

2.Namun sebaliknya tidak sedikit Wajib Pajak menerima SPPT ganda yang Objek   P     ajaknya sama sehingga memunculkan target pajak yang  tidak Akurat.

3. Penetapan Nilai SPPT yang membuat kecemburuan sesama Wajib pajak terjadi di daerah ,dikarenakan perbedaan Nilai Objek Pajak yang terlalu besar .contoh kasus Objek Pajak lokasinya . yang lokasinya hanya bersebrang pada jalan provinsi  namun beda desa  nilainya berbeda seca mencolok sampai hampir 3 kali lipat, Contoh kasus Desa Karangnunggal dengan Desa Cikupa  pada jalur Jalan Tasik malaya Karangnunggal  Km 48 .

Hambatan-hambatan yang dihadapi didalam mengantisipasi kenyataan ini berbenturan dengan Kinerja KPP PBB selaku penetapan Pajak ,dan  Penerbit SPPT ( Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang:

  1. Mendaptarkan WP (Wajib Pajak ) Baru yang SPPT nya tidak terbit.
  2. Melakukan Perbaikan / Revisi SPPT yang salah nama (Wajib Pajak ) yang ditolak oleh WP karena tidak Sesuai dengan yang tertera pada Surat PemberitahuanPajak Terhutang.
  3. Munculnya SPPT lama setelah diadakan perubahan ( sehingga menjadi doble ) dengan WP Baru yang sudah di revisi .

Permasalahan yang terjadi seperti yang disebutkan diatas tadi akan menjadi permasalahan Rumit didalam rangka melakukan penagihanya.

Pada dasarnya KPP PBB harus melakukan deregulasi dan kemudahan-kemudahan di dalam rangka mengantisipasi permasalahan  tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkat kan kerjasama dengan pihak PEMKAB selaku kolektor.

Apabila tidak dilakukan dengan segera maka Situasi dan kondisi seperti tersebut diatas sangat menyulitkan pelaksanaan tugas KADES sebagai Kolektor karena berhadapan dengan  Situasi serta kondisi dimana satu sisi KADES  dikejar target untuk lunas PBB, disisi lain dihadapkan Lambannya dan semrawutnya administrasi PBB yang  ada, belum lagi harus berhadapan dan Wajib Pajak  di luar Desa ,Luar Kota, bahkan ada yang di luar provinsi , hal ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut  PEMKAB harus mengambil tindakan tegas dan cepat untuk lebih proaktif menekan KPP PBB untuk meningkatkan kinerjanya bila perlu tugasnya diambil alih oleh PEMKAB demi kelancaran dan peningkatan PAD dan Sektor PBB .

Kategori:Umum
  1. 22 Desember 2009 pukul 00:47

    setelah membaca permasalahan tersebut, kini baru terbuka hal tsb ternyata bukan hanya di desa saya saja.

    Ironisnya lagi Desa kami, salah satu Desa yg berada di Kecamatan Karangampel-Indramayu terdapat beberapa hampir puluhan SPPT tak bertuan (hanya tertulis nama WP “Tanah Milik”).

    Usut-punya usut salah satunya (Terbanyak) ternyata Aset milik perusahaan penambang migas.

    Bagaimana hal itu tidak mengundang kecemburuan WP lainnya (masyarakat biasa) . toh Perusahan besar sekelas tsb saja pajaknya tidak jelas.

    atau memang aturan yang menghendaki seperti itu !?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: