Beranda > Umum > MESY BALITA MALANG DARI TASELA

MESY BALITA MALANG DARI TASELA

Mesy Amelia, balita yang sedang lucu-lucunya berusia 2,5 tahun, saat ini  sedang menderita sakit pada bagian lehernya, yaitu sakit apabila menengok dan menengadah, dan kondisinya miring ke kanan akibat menahan sakit.

Anak pasangan Nia (26) dan Yana (32) ini keadaannya cukup memprihatinkan, sehingga tidak bisa bermain bebas  seperti anak seumurnya. Ketika ditemui Tim Taselamedia di rumahnya yang sederhana berukuran 3×4 meter, Yaya menjelaskan bahwa dirinya telah berusaha sekemampuan mengobati anaknya tersebut. Awalnya sekitar sebulan yang lalu anaknya mengalami sakit apabila mau nengok ke kiri ataupun ke kanan, saya coba bawa ke paraji, barangkali anak saya jatuh dan terkilir, tapi dari hari ke hari tidak ada hasilnya,”ujarnya.

Kemudian setelah pinjam kesana kemari biaya untuk mengobatinya ke dokter akhirnya setelah terkumpul sejumlah uang, Yaya mencoba membawa Mesy ke dokter saraf di Tasikmalaya, “menurut dokter mah ada kemungkinan anak saya jatuh, hanya untuk kepastian diagnosanya dokter menyarankan saya untuk membawa anak saya ke bagian CT Scan di Rumah Sakit”, ungkapnya.

Tetapi apa daya Yaya sang bapak hanya mampu mengurut dada, dirinya terkendala biaya yang tentunya bukan uang sedikit yang harus dipersiapkan untuk kesembuhan sang putri semata wayangnya.

Yaya hanyalah seorang pedagang asongan di sebuah POM Bensin di wilayah Kecamatan Karangnunggal,  “Penghasilan saya sehari kadang 25 ribu kadang 20, mana cukup buat bawa anak ke Rumah Sakit, buat makan keluarga saja saya membagi-bagi uang hasil tersebut setiap hari”, ujar penduduk RT 01 RW 07 Dusun Karangnunggal Desa karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya ini.

Ditemui di tempat yang sama, kepala dusun Karangnunggal Sandi menjelaskan bahwa “Sebenarnya pihaknya berkoordinasi dengan pihak desa sudah mencoba semaksimal mungkin membantu keluarga Yaya tersebut. Pihak desa telah  memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)  buat Yaya untuk berobat anaknya. Tetapi hasil konsultasi dengan pihak Puskesmas, ternyata perincian biaya yang bisa di tanggung oleh pemerintah melalui SKTM ini hanya 20 persen dari total biaya yang diperlukan. Berarti Yaya harus mempersiapkan uang 80 persen nya, biaya dari mana?”, ujar Sandi.

Di temui di kantornya, Kepala Desa Karangnunggal Drs. Tatang Bachtiar membenarkan bahwa ada warganya yang saat ini membutuhkan pertolongan pengobatan, hanya saja menurut Tatang keluarga Yaya ini merupakan keluarga yang tidak masuk pada daftar Jamkesmas, karena mereka merupakan keluarga baru di lingkungan wilayahnya. Sementara itu untuk Jamkesda nya Yaya ini sudah terdaftar hanya saja belum keluar, sehingga untuk solusinya pihaknya hanya bisa memberinya SKTM, jelasnya.

Itulah sekelumit penderitaan yang di hadapi masyarakat miskin, yang tentunya harus menjadi pemikiran kita bersama bagaimana mencari solusinya yang terbaik hingga Mesy Amelia bisa sehat dan bermain seperti sedia kala.

Barangkali ada pembaca yang terketuk hatinya untuk menyisihkan sebagian hartanya atau tenaganya untuk membantu meringankan penderitaan Mesy?  (Yedi)

Kategori:Umum
  1. Sunardi
    10 April 2010 pukul 20:32

    Sayang saya jauh di Kalimantan, hanya bisa mensuport buat orang tua Mesy, tabah dan berdoalah mudah-mudahan Alloh meringankan beban yang sedang di derita, Amin Ya Alloh Yaa Robbal Alamin

  2. dadang
    13 April 2010 pukul 10:15

    Mudah2 mudahan ada dermawan yang mau ikut peduli dan membantu, Sebaiknya pihak Desa memprioritaskan bagimana caranya Jamkesmas bagi keluarga tersebut cepat selesai.

    • Tim Taselamedia
      14 April 2010 pukul 20:36

      Hasil konfirmasi kami ke kantor kepala desa Karangnunggal, ternyata pihak desa Karangnunggal telah kehabisan kuota untuk Jamkesmas, oleh karena itu pihak Desa semaksimal mungkin telah memfasilitasi keluarga pasien dengan memberikan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

  3. Uwaw
    19 April 2010 pukul 11:36

    “sekelumit penderitaan yang di hadapi masyarakat miskin, yang tentunya harus menjadi pemikiran kita”.. kalau bukan kita siapa lagi..??
    Mesy… nanda kuat yahh.. God is everything..

  4. Uwaw
    19 April 2010 pukul 11:37

    Brad tasela.. time for us brad.. Let’s build “COIN SAYANG MESY”

  5. 9 Desember 2012 pukul 21:33

    dengan satu keluarga aja sudah mepet jalan keluarnya..apalagi kalau banyak keluarga miskin yang perlu bantuan para WAKIL RAKYAT…, jangan sampai bilang ga bisa..karna anda di pilih sama rakyat , jadi rakyat yang harus di utamakan……..jangan di sia-siakan. semua persoalan pasti ada jalan keluarnya………..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: