Beranda > Umum > OPAK DARI JAMAN KE JAMAN

OPAK DARI JAMAN KE JAMAN

Siapa yang tidak kenal “opak”? makanan ringan terbuat dari ketan ini sekarang tidak hanya di konsumsi oleh masyarakat pedesaan saja. Opak hasil olahan dari ketan yang setelah melalui beberapa proses kemudian di bakar dan siap di sajikan. Bisa di makan langsung, bisa di makan dengan nasi plus lauk pauk, atau bahkan juga bisa dijadikan tutug opak. Opak kini telah melanglang buana ke penjuru dunia, salah satu jenis opak dari Tasik Selatan yang terkenal adalah Opak Cikalong.

Dahulu opak di buat oleh masyarakat dipedesaan apabila akan mengadakan hajatan, baik itu khitanan maupun pernikahan. Apabila di halaman rumah seseorang ada jemuran opak mentah, sudah barang tentu si yang punya rumah pasti mau hajatan.

Di beberapa daerah di wilayah Kecamatan Karangnunggal, tradisi membuat opak bagi yang akan mengadakan hajatan sampai saat ini masih ada. Makanan olahan dari ketan ini sebelum menjadi opak biasanya hasil ditumbuk dinamakan dengan Bagenyel (istilah Karangnunggal’Ga Tahu kalau di daerah Lain) Bagenyel rasanya enak sekali, bagi anak anak jaman dahulu, bagenyel menjadi makanan favorit setiap orang tua membuat opak. Meskipun kalau kita terlalu banyak makan begenyel bisa membuat panas dalam dan “kabuhulan”, tetapi buat anak-anak di jamannya hal itu asik asik aja. Berikut ini foto pembuatan opak yang berhasil di ambil di wilayah sekitar Karangnunggal yang para pembuatnya sudah lanjut usia, entah karena generasi muda tak tertarik lagi membuat opak atau entah memang generasi muda sudah tak bisa membuat opak? (Yedi)

Kategori:Umum
  1. Xcha Rotten
    3 Juli 2010 pukul 23:09

    Oke Bro Tradisional Foot…. Makanan Sehat dan bergizi… liat aja orang2 Tasik dahulu bisa menguasai Jakarta dengan Perdagangan Kreditnya dan dipakai oleh Kaum KAPITALISME dengan promosi kredit2nya…. sebab mereka makanya OPAK… Hidup OPAK TASIK… Makan Truzz…

  2. Blank
    8 Juli 2010 pukul 17:02

    OPAK VAN JAVA TEA ATEUHHHHH……..

  3. irvan maulana
    26 Maret 2012 pukul 13:30

    memang untuk opak ini perlu di kembangkan sayapnya di pasaran,soalnya ini merupakan makanan ciri khas,sedangkan untuk dipasaran masih terbatas sedangkan permintaan konsumen bnyak,ini tugas kepala daerah gimana caranya mendirikan home industry supaya bisa membantu para ibu2 menyalurkan keahliannya ini,dan juga pasti mengurangi pengangguran karena akan membutuhkan tenaga kerja..

  4. 3 Juli 2012 pukul 04:25

    Keep on writing, great job!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: