Beranda > Umum > TOTO, PELAJAR BERPRESTASI YANG INGIN MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

TOTO, PELAJAR BERPRESTASI YANG INGIN MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

Setiap orang yang memiliki Pandangan pertama terhadap sosok pelajar berbadan tinggi kurus, dengan kulit khas Indonesia serta bermata sedikit sipit itu sudah bisa menilai bahwa pemuda yang berstatus pelajar SMAN Karangnunggal tersebut adalah siswa yang ramah dan baik hati.
Sosok yang bernama lengkap TOTO ISWANTO, memang dikenal bukan hanya sebagai siswa yang ramah namun juga berprestasi, dikalangan teman-teman serta para gurunya.
Toto yang lahir tanggal 30 april 1992, terlahir sebagai anak ketiga yang sekaligus berpredikat bungsu dari pasangan Komar dan Ade warga Kp Muara Kecamatan Cibalong. Diakuinya bahwa dirinya memiliki hobi menyanyi bahkan seringkali menggaet prestasi di bidang vocal, mungkin hal itu pula yang menjadikanya senantiasa riang.
Sejak kelas 1 SD sampai kelas 5 semester 1, Toto selalu mendapat rangking kedua, namun ketika kelas 5 semester 2, Toto menunjukan prestasinya dengan menjadi murid teladan tingkat SD sekecamatan Cibalong, sejak itu pula rangking pertama selalu menjadi gelar yang disandangnya, bahkan sampai sekarang di kelas Mandiri SMAN Karangnunggal, dirinya masih mempertahankan gelar rangking pertamanya.
Menginjak kelas 1 SMP, Toto menunjukan kemampuanya di bidang Vokal, walaupun dirinya tercatat masih siswa kelas 1 di SMPN 1 Cibalong, tapi mampu meraih juara 3 Olimpiade Vokal tingkat SMP sekabupaten Tasikmalaya. Selain Olimpiade Vokal, Toto pun mampu menunjukan prestasinya dengan masuk kedalam 10 besar murid Teladan Tingkat SMP sekabupaten Tasikmalaya pada tahun yang sama.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP, Toto pun memilih sekolah kebanggaan masyarakat Karangnunggal dan Tasikmalaya Selatan untuk melanjutkan proses belajarnya. SMAN Karangnunggal dimata Toto bukan hanya sebagai SMA favorit di Wilayah Tasik Selatan tetapi juga SMA Favorit sekabupaten Tasikmalaya, sehingga ketika dirinya diterima di sekolah tersebut, Toto pun tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali ilmu dan berprestasi.
Toto pun membuktikan ketangguhan dirinya dan Sekolahnya dengan menjadi salah satu anggota tim dari SMAN Karangnunggal yang berhasil menjadi Juara 1 Simulasi Sidang ASEAN Carter dengan menggunakan bahasa Inggris, sekabupaten Tasikmalaya pada tahun 2009, bahkan Toto dan rekan-rekanya yang mewakili SMAN Karangnunggal sekaligus mewakili Kabupaten Tasikmalaya mampu menembus 15 besar tingkat Provinsi Jawa Barat.
Selain berprestasi di bidang akademik, Toto pun aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang ada di sekolahnya, dengan menjadi anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Paramuka. Tidak tanggung-tanggung di bidang karya tulis ilmiah, Toto tercatat kedalam 24 besar juara karya tulis ilmiah tingkat DKI, Jabar & Banten. Karya Tulisnya tersebut diilhami dari penelitianya terhadap buah picung yang mengandung Sianida (HCN) yang bersifat racun, Toto pun memanfaatkannya sebagai insectisida alami yang ramah lingkungan.
Hal tersebut menjadi indikator penting dalam mencapai cita-citanya untuk menjadi ahli kimia lulusan ITB yang berupaya senantiasa untuk menyelamatkan Lingkungan.
Prestasi yang baru-baru ini diraih toto, adalah menjadi siswa berprestasi tingkat SMA sekabupaten Tasikmalaya. Toto mengaku tidak mudah untuk meraih gelar siswa berprestasi sekabupaten, selain dirinya yang sangat maksimal berupaya, juga melibatkan beberapa guru yang dibentuk menjadi tim khusus di SMAN Karangnunggal yang khusus membimbing dirinya dalam proses meraih predikat yang sangat membanggakan tersebut.
Bahkan kisah pilu pun tak terlepas dari perjalanan meraih prestasi tersebut. “selain memiliki kemampuan akademik, siswa berprestasi juga dituntut untuk menunjukan kemampuan lainya” ungkap Toto kepada Tasela Media On Line, dengan alasan tersebut selain persiapan akademis yang dibimbing para gurunya, Toto juga mengikuti Les Privat Biola yang juga difasilitasi sekolahnya. Kebetulan Les Privat Biola tersebut kadang dilaksanakan disekolahnya setelah selesai kegiatan belajar mengajar, tetapi kadang juga dilaksanakan di rumah sang paengajar yang jaraknya cukup jauh dari sekolah. “Suatu hari karena tidak punya uang untuk ongkos ojeg ke guru biola, saya pernah berjalan kaki kurang lebih 4 km, agar tetap bisa Les Biola, untung kemudian ada teman sekolah yang bertemu di jalan, akhirnya saya diantarnya” cerita Toto, sambil menerangkan keadaanya “da abdi mah jalmi tegaduh, alhamdulillah di SMA abdi kenging Bea Siswa ti sakola” ungkapnya. Perjuanganya yang sampai berjalan kaki demi menggali ilmu, berbuah manis, selain mampu menjadi siswa berprestasi, diakuinya kini ia pun mampu memainkan biola walaupun tak punya biola. Kisah pilu berkaitan dengan biola pun terulang ketika setelah menyelesaikan kegiatan Siswa Berprestasi, Toto bermaksud untuk mengembalikan Biola milik Nina, S.Pd, Guru Les Biola yang juga alumni SMAN Karangnunggal. Karena tidak dilalui angkutan umum, Toto pun menggunakan jasa Ojek, namun sayang karena ojeknya tidak hati-hati diperjalanan malah terjatuh, namun Toto bersyukur karena Biola tersebut tidak apa-apa, sekalipun dirinya terluka.
“Saya sangat bersyukur punya orangtua yang sangat mementingkan pendidikan bagi anak-anaknya, sekalipun kami hidup pas-pasan tapi orang tua saya selalu memperhatikan segala kepentingan untuk pendidikan. Saya juga bersyukur mendapatkan guru-guru yang hebat sejak SD sampai sekarang di SMA, sehingga saya selalu bersemangat untuk meraih prestasi, oleh karena itu saya ingin dedikasikan semua prestasi yang telah saya raih untuk kedua orang tua saya, dan guru-guru saya sejak SD sampai sekarang, semoga semuanya mendapat ridlo Allah” ungkapnya mengakhiri perbincangan dengan Tasela Media On Line, sambil berpesan kepada Tasela Media On Line untuk menyampaikan ungkapannya tersebut. (Yudi)

Kategori:Umum
  1. manusia Perihatin
    17 Agustus 2010 pukul 21:59

    teman, kalau sudah pinter trus jangan tanggung2 sekolah pake di ITB, langsung aja ke German, dan jangan balik lagi ke Indonesia, percuma kamu di Indonesia cuma dapat penghargaan Piagam dari Pemerintah.. di Indonesia yang dihargai adalah Orang – orang dekat Penguasa, jadi intinya tinggal di Indonesia harus menyembah ke penguasa.

    • 300492
      5 Desember 2011 pukul 10:48

      he he… Akhirnya saya ditakdirkan kuliah di ITS. makasih untuk sarannya, akan saya pertimbangkan heheheh….

  2. 20 Agustus 2010 pukul 11:47

    Wahh,, kami juga sedang menjalankan jasa les privat bandung untuk membantu dan memenuhi kegiatan tambahan belajar yang lebih intensif. Mari bersama memajukan dunia pendidikan di Indonesia

    • TOTO ISWANTO. TEKKIM 2011
      5 Desember 2011 pukul 10:51

      Bandung——————————————————————————————-Surabaya

  3. ayi nurlela
    3 Desember 2010 pukul 15:54

    klu mu ngirim tulisan atw artikel selain langsung ke kantor priangan harus kirim ke mana yah????

  4. 27 November 2011 pukul 14:10

    SOK MAJU TERUS PANTANG MUNDUR TO..

    • TOTO ISWANTO. TEKKIM 2011
      5 Desember 2011 pukul 10:49

      MAKASIH….^_^

  5. rusmanto
    23 Februari 2012 pukul 00:56

    q ucapkan selamat atas prestasi yang di raih

  6. SENI RAMADHANTI
    27 Februari 2012 pukul 09:49

    WAH………hebattttt…!!!!!
    semangat terus ya…!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: