Beranda > Umum > FASILITATOR GEMPA DI LEPAS GUBERNUR JAWA BARAT

FASILITATOR GEMPA DI LEPAS GUBERNUR JAWA BARAT

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan, melepas 946 orang fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi Jabar, di halaman Gedung Sate, Rabu (6/10).

Gubernur mengatakan, fasilitator disebar ke-13 kabupaten/kota yang terkena bencana alam. Setiap fasilitator telah dibekali arahan agar bisa membimbing proses pembangunan rumah warga korban bencana alam. Fasilitator tersebut juga bertugas  mengawasi pencairan dan pelaksanaan dana rekonstruksi dan rehabilitasi bencana alam agar tepat guna dan tidak disalahgunakan.

Menurut Heryawan, keberadaan para fasilitator sangat dibutuhkan dalam rangka pendampingan bagi para korban yang akan menerima bantuan. Khususnya dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai dengan kaidah teknis.

Dana rehabilitasi dan rekonstruksi bencana alam tahap II sebesar Rp 945 miliar dari APBN Perubahan 2010 khusus untuk Jabar. Dana gempa dicairkan langsung ke pemerintah kabupaten/kota tidak melalui Pemerintah Provinsi Jabar.

“Dananya sedang dalam proses pencairan. Pencairannya itu tergantung kelengkapan administrasi kabupaten/kota yang terkena bencana,” ujar Heryawan.

Heryawan mengatakan, dana Rp 945 miliar bantuan sosial berpola hibah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu untuk perbaikan rumah rusak berat sebanyak 32.964 unit, rusak sedang 37.269 unit, lauk pauk untuk 21 juta jiwa lebih dan pengadaan family kit untuk 140.466 kepala keluarga. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Pusat sudah menyalurkan bantuan sosial tahap pertama dari sebesar Rp 457 miliar.

Heryawan mengingatkan, dalam penyaluran bantuan tidak boleh terjadi penyimpangan. Apalagi bila ada pihak-pihak yang meminta imbalan jasa terkait proses pencairan bantuan. Semua proses pengajuan hingga pencairan, menurutnya tidak boleh dikurangi dengan hal-hal yang tidak sesuai aturan. Ditegaskannya, tidak ada imbal jasa maupun potongan yang akan merugikan penerima bantuan.

“Kami minta kepada semua pihak untuk tidak merecoki proses penyaluran bantuan apalagi sengaja meminta imbalan. Untuk itu, segera laporkan bila ada kejadian seperti itu ke aparat berwajib untuk ditindak sesuai dengan aturan,” tegas Heryawan.

 

Kategori:Umum
  1. deni
    26 Oktober 2010 pukul 11:41

    terimakasih atas perhatiannya akan tetapi saya mohon dengan sangat kepada para pengelola dana agar bisa sampai kepada masyarakat yamg memamg betul2 punya hak nya.dan tolong pengawasan dari pusat agar lebih diperketat,kalau memang sudah cair dari pusat tlng jangan terlalu lama disimpan di rekening……………..bahaya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: