Beranda > Umum > PUSKESMAS DTP KARANGNUNGGAL KEKURANGAN RUANG RAWAT INAP

PUSKESMAS DTP KARANGNUNGGAL KEKURANGAN RUANG RAWAT INAP

 

Tampak pasien terpaksa di rawat di ruang aula puskesmas akibat pasien yang di rawat di Puskesmas DTP Karangnunggal melebihi kapasitas

Karangnunggal. Puskesmas DTP Kecamatan Karangnunggal beberapa hari terakhir ini sering mengalami over kapasitas pasien rawat inap. Hal ini tentu saja mengakibatkan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan terutama yang memerlukan perawatan rawat inap menjadi terkendala akibat ruangan yang terbatas.

Hasil pantauan Taselamedia,  Rabu (20/10) ruang rawat inap puskesmas tersebut penuh, yang akibatnya beberapa pasien terpaksa di rawat di ruangan aula dengan alas tidur seadanya.

Menurut Encep Irawan (Humas puskesmas DTP Karangnunggal) yang ditemui di tempat kerjanya mengatakan,  “Dari jumlah tempat tidur yang tersedia  sebanyak 16 buah, saat ini  semuanya telah penuh, sementara yang di rawat inap hari ini saja ada 20 pasien berarti 4 orang pasien terpaksa di rawat di ruangan aula dengan alas tidur seadanya”, jelasnya.

Mengantisipasi kekurangan tempat tidur, pihak puskesmas menambah tempat tidur pasien untuk di tempatkan di aula puskesmas

Membludaknya pasien rawat inap di puskesmas DTP karangnunggal menurut Encep, terjadi semenjak awal oktober ini, hal ini tentunya harus segera diantisipasi karena bukan tidak mustahil kejadian over kapasitas di ruang rawat inap puskesmas Karangnunggal ini akan terulang terus, ujarnya.

Salah seorang penjaga pasien rawat inap, Uper (53) mengharapkan pihak terkait dalam hal ini pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di puskesmas Karangnunggal tersebut.

“Bagi kami warga yang pas-pasan keberadaan puskesmas Karangnunggal adalah satu-satunya tempat berobat yang terjangkau, kalau harus berobat ke Tasik mah buat kami sangat berat pa”, ujar Uper

Di tempat yang sama dr. Jaka Hermawan salah seorang dokter yang bertugas di puskesmas tersebut berharap pemerintah segera menindaklanjuti kekurangan ruang rawat inap di puskesmas tersebut.

“Alangkah baiknya kalau saja puskesmas DTP Karangnunggal berubah status menjadi Rumah Sakit, harapnya.

Menurut Jaka Puskesmas Karangnunggal saat ini menjadi rujukan puskesmas-puskesmas terdekat di wilayah selatan Tasikmalaya, misal dari Bantarkalong, Bojong Asih, Culamega bahkan dari Cibalong.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Oleh Soleh yang dihubungi via telepon menjelaskan bahwa dirinya merasa lebih setuju kalau Dana Abadi dialokasikan untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang mana hal tersebut merupakan kebutuhan dasar dan lebih merata serta lebih mengayomi masyarakat yang kurang mampu.

“Melihat letak geografis yang sangat jauh dari pusat kota atau Rumah Sakit Umum, serta mengingat Tasik Selatan memiliki jumlah penduduk yang padat maka saya mendesak pemkab untuk segera menaikan status Puskesmas DTP Karangnunggal untuk dijadikan Rumah Sakit minimal tipe D”, ujarnya.(Yedi)

 

 

 

 

Kategori:Umum
  1. Abdulloh
    26 Oktober 2010 pukul 00:20

    Antosan we dugi ka bulukan mun parantos rengse di singaparna nembe ka karangnunggal keun we urang kidul mah kagok balangsak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: