Beranda > Umum > Basri Ahli Tulang Dari Tasela Tangani Belasan Ribu Pasien, Terkenal Hingga Luar Jawa

Basri Ahli Tulang Dari Tasela Tangani Belasan Ribu Pasien, Terkenal Hingga Luar Jawa


Karangnunggal- Tak banyak orang yang menekuni pekerjaan seperti Basri (56), warga kampung Cangkuang Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal. Bapak dengan putra 3 ini, dikenal sebagai ahli masalah tulang dari wilayah Tasela. Tak dinyana, pasien yang berhasil dia obati pun sangat banyak, hingga belasan ribu orang.

Apapun masalah tulang, mulai dari keseleo, memar, remuk, hingga patah, Basri memang montirnya. Profesi menjadi ahli tulang ini dijalani sejak tahun 1983 lalu, persisnya sekitar 2 tahun sebelum Evi, anak pertamanya lahir. Selama kurang lebih 27 tahun inilah, kira-kira ada sekitar 15 ribu orang yang pernah dibengkelnya.

Ade salah seorang pasien patah tulang asal Bandung yang baru dua minggu dalam perawatan Basri, kini kondisinya sudah membaik dan mulai belajar berjalan

“Kalau kami hitung sampai bulan Muharram ini, sudah sekitar 15 ribu orang,”terang Evi (25). Basri sendiri menyatakan belum bersedia diwancara.

Pasiennya pun  kata dia, bukan hanya orang lokalan. Bahkan kebanyakan datang dari luar kota sepertiBandung dan Jakarta . Paling jauh, ada pasien yang datang dari Sumatera hingga Makassar . Uniknya, pasien diobati hanya dengan metode urut, ditempelkan sejenis dedaunan tertentu, dan ditambah doa. Pasien dirawat inap di sebuah bangunan khusus berbentuk panggung sederhana.

Terapi pengobatan ini katanya dilakukan tanpa pernah minta imbalan atau upah khusus. Bahkan, seringkali pasien yang datang malah dikasih ongkos. Ini dilakukan karena ada semacam pantangan untuk itu. Hanya saja, dalam satu minggu, ada 2 hari khusus Basri tidak melakukan pengobatan, yakni hari Jumat dan Selasa.

Ade (22) salah seorang pasien dari Bandung mengaku mengetahui pengobatan Basri dari para tetangganya. Bagi sebagian masyarakat Bandung , nama Basri sudah sangat dikenal sebagai pakar tulang dari Tasela. Ade yang berprofesi sebagai montir di salah satu bengkel di Bandung mengalami kecelakaan saat melakukan test motor. Dia terjerembab ke sawah. Hingga bagin paha kirinya patah.

“Saya di Rumah Sakit dirawat sekitar 8 bulan, tidak ada perubahan. Disini baru 2 minggu, alhamdulillah sudah bisa jalan,”katanya.

Demikian juga Udi, warga Desa Cintabodas Kecamatan Culamega. Dia mengalami remuk di bagian bokongnya akibat terjatuh saat menyadap air nira. Baru 1 minggu dirawat, kini dia sudah bisa berjalan dengan normal.

Ada juga, Firman, anggota Polisi dari Lampung. Dia baru 2 hari dirawat di sana . Saat ini, dia sudah merasa baikan,tidak lagi merasa nyeri.

Sayangnya, lokasi praktek Basri ternyata jauh di pelosok kampung. Kendati namanya sudah terkenal, jalanan ke kampungnya hanyalah jalan setapak, melewati pematang sawah dan sempit. Pun tak ada penunjuk jalan khusus seperti plang.(Kanjeng)

Ruang perawatan pasien patah tulang yang di kelola Basri di Kampung Cangkuang Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal Tasikmalaya

Foto: Yedi Ranchung

 

Kategori:Umum
  1. pudi
    26 Januari 2013 pukul 12:45

    no.tlpnya mana???

  2. 17 Juli 2013 pukul 16:28

    whoah this weblog is magnificent i love studying your articles.
    Stay up the good work! You already know, many people are hunting round for this info, you could help
    them greatly.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: