Beranda > Umum > Perajin Pupuk Organik Di Tasela Bergairah

Perajin Pupuk Organik Di Tasela Bergairah


Bantarkalong– Saat ini para perajin pupuk organik di Kabupaten Tasikmalaya tampaknya tengah bersukacita. Pasalnya, pihak Dinas Pertanian saat ini tengah giat-giatnya menggenjot produksi pupuk kandang dan bahan alami ini, untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pertanian organik Tatar Sukapura.  Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya berhasil menyerap APBD Propinsi, yang dialokasikan  untuk proses pembelian pupuk organik dari para perajin melalui pihak pemborong. Seperti yang  diakui Abdullah, perajin pupuk organik asal Desa Parakanhonje Kecamatan Bantarkalong.

Dijelaskannya, langkah pihak Dinas Pertanian menjadi berkah tak terkira bagi perajin pupuk organik seperti dirinya. Betapa tidak, selama beberapa tahun terakhir ini, angka produksi sempat merosot tajam, bahkan banyak produsen yang menghentikan secara total kegiatannya akibat minimnya permintaan.
“Alhamdulillah Pak Kadis Pertanian (Ir Henry-red) benar-benar mewanti-wanti, agar semua perajin di Kabupaten Tasikmalaya terakomodir. termasuk produsen kecil juga harus bisa terakomodir. Ini berkah buat kami,”ujar mantan Kades Parakanhonje ini.
Langkah ini juga katanya menjadi berkah bagi masyarakat luas. Sebagai gambaran, selama kurang lebih satu bulan ini, Abdullah mengaku berhasil mempekerjakan sekitar 54 pekerja setiap harinya dengan upah masing-masing Rp 30 ribu. Demikian juga berkah dirasakan para peternak sapi, karena kotorannya bisa laku dijual. Hingga para petani pemilik dedaunan bahan-bahan pupuk ikut kebagian untung.
Karenanya, jika langkah ini terus berlangsung dia meyakini akan menghidupkan banyak sektor usaha masyarakat di pedesaan. Dengan demikian, banyak efek domino yang akan terjadi. Buntutnya, angka pengangguran masyarakat pedesaan juga bisa ditekan. Kabupaten tasikmalaya sendiri saat ini membutuhkan sekitar 13 juta kg per tahun. Sedangkan, dari sekitar 43 kecamatan, diperkirakan terdapat sekitar 15 hingga 20 kelompok perajin per kecamatan, dengan produksi rata-rata kelompok sekitar 30 ton.
“Harkat derajat petani dan peternak sekarang ada harganya. dulu yang punya kotoran sapi, cuma diganti uang rokok, sekarang mereka sudah berani ngomong mau beli berapa katanya,”ujar Abdullah.
Di tempat terpisah, Sutaryo SP Kepala BPP Karangnunggal mengakui fenomena tersebut. disatu sisi katanya hal ini harus disambut baik olah masyarakat petani dan peternak. Namun disisi lain katanya, dia mengupayakan agar sisi kualitas pupuk organik harus tetap diprioritaskan. Antara lain dengan mengurangi komposisi bahan-bahan yang agak sulit terurai seperti sabut kelapa, yang memang sering dipergunakan untuk menyerap air. Dan disisi lain campuran bahan media untuk mempercepat pertumbuhan dekomposisi dengan bakteri seperti produk MBio atau M4, agar lebih diperbanyak. (kanjeng mareta)

 

 

Kategori:Umum
  1. riki
    29 Oktober 2011 pukul 23:56

    maaf pak. bila bapak memerlukan pupuk organik saya ada stok banyak,asli dari
    kotoran sapi,di olah tanpa bahan kimia.,kira2 stoknya ada ratusan ton.,mohon
    di bantu pemasarannya.,trimakasih,salam succes.
    pone.087720204018.,riki

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: