Beranda > Umum > Keberhasilan Pengembangan Bantuan Ternak Perlu Diketahui Masyarakat Umum

Keberhasilan Pengembangan Bantuan Ternak Perlu Diketahui Masyarakat Umum


Cipatujah-Program bantuan hewan ternak yang kini giat dilakukan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Tasikmalaya memberikan nuansa positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. Pertumbuhan sektor usaha ini dianggap cukup berhasil sehingga dipandang mampu memberikan motivasi bagi masyarakat untuk menekuni bidang ini. Padahal sebelumnya usaha peternakan rakyat ini kurang dilirik mengingat belum ada satupun yang berhasil.

Ketua Poktan Sarongge Desa Bantarkalong, Toha Mustofa, S.Pd. menganggap keberhasilan suatu kelompok peternak sudah selayaknya diketahui masyarakat umum, “saya pikir, kita juga perlu mengekspos sisi keberhasilan program bantuan pemerintah ini. Jangan melulu menyoroti sisi gelapnya. Contohnya kami, kini sudah mempu berkembang dan sudah beberapa kali menuai untung besar. Ini harus diketahui masyarakat,”ujarnya.

Toha menyebutkan, selain Poktan Sarongge sebetulnya masih banyak contoh Poktan di daerah lain yang dianggap cukup berhasil. Diantaranya Poktan Bihbul Desa Bantarkalong, dan Poktan di Desa Cipanas. Walaupun diakuinya, ada pula diantaranya yang malah rugi dan bangkrut. Namun masalah tersebut terjadi akibat sistem pengelolaannya yang tidak baik, juga akibat pola pikir sebagian anggotanya yang pragmatis.

Hal senada dikemukakan Ngadi (50), salah seorang anggota Poktan di kampung Cicadas Desa Darawati. Bapak dengan putra 5 dan peranakan Jawa Tengah ini menjelaskan, berkat bantuan sapi yang kini dikelola Poktan miliknya, dia sudah mampu menjadi peternak yang cukup berhasil. Sebagai gambaran, dia selama beberapa tahun ini mampu membiayai pendidikan anak-anaknya, hingga ke jenjang Perguruan Tinggi dari modal beternak sapi tersebut.

Di tempat terpisah, Camat Cipatujah Najmuddin Azis SIP mengakui bahwa program tersebut sudah bisa mengubah paradigma masyarakat dalam beternak. Dahulu tuturnya, peternakan tradisional tidak mempunyai sistem tata kelola yang baik. Sehingga, ternak yang dipelihara warga tidak memiliki target pengembangan.

“Kalau sekarang kan lain. Kalau dalam waktu 1 tahun belum juga beranak, petani pasti akan mengganti bibitnya dengan yang bagus. Juga sistem pengelolaan dan pememligraannya sekarang banyak berubah, Dan ini memberikan motovasi kepada anggota masyarakat lain untuk ikut meniru anggota Poktan yang telah berhasil,”katanya.

Sementara itu, Yayan Siswandi SE ketua KNPI Kecamatan Cipatujah  berharap, beberapa contoh ketidak berhasilan Poktan dievaluasi oleh Dinas terkait. Tujuannya agar jangan sampai merugikan pencitraan Poktan yang sudah berhasil.

“Ini kritik positif, untuk membangun. Mungkin masalah pengawasan Poktan agar lebih intens, untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya penyelewengan oleh anggota Poktan yang berpikiran pendek. Misalnya ada yang menjual induknya, padahal itu salah;. Seharusnya induk ternak itu dipelihara dan dikembang-biakkan,bukan untuk di jual”pungkasnya. (mareta)

 

 

Kategori:Umum
  1. 21 Februari 2011 pukul 22:20

    kabar baik yang perlu terus dikembangkan.
    info menarik.
    terima kasih..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: