Beranda > Umum > POLISI MULAI SELIDIKI PENYEROBOTAN LAHAN PT PERNAS

POLISI MULAI SELIDIKI PENYEROBOTAN LAHAN PT PERNAS

KARANGNUNGGAL, Menindaklanjuti laporan dari H.Ismail selaku pemegang lahan HGU PT Pernas yang melaporkan bahwa tanah yang sedang di kelolanya diserobot oleh sekelompok warga di blok Cikancung Kecamatan Karangnunggal, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Kabupaten Tasikmalaya Rabu Siang (23/2) turun ke lokasi d imaksud di pimpin oleh Kabag Ops Kompol Yahya didampingi oleh Kapolsek Karangnunggal AKP Wahyudin, S.H. serta Kasat Intel Polres Kab Tasikmalaya AKP Hidayat

Menurut Kompol Samsa, Penyelidikan ini berkenaan dengan adanya pelaporan yang dilakukan oleh H. Ismail, sebagai Direktur PT. Pernas pada senin tanggal 21 Februari 2011, yang melaporkan adanya dugaan penyerobotan lahan pada lahan HGU Perkebunan karet di Blok Cikancung yang dikelola oleh H. Ismail, ketika di temui sesaat sebelum melakukan peninjauan ke lapangan.

Kompol Samsa juga menerangkan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal dari proses penyelidikan, sehingga pihak Polres Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Hal senada pun diungkapkan Kapolsek Karangnunggal, AKP Wahyudin, SH, “ini kan baru penyelidikan awal, hasil dari lapangan ini nanti akan diperiksa lebih lanjut, apakah telah memenuhi unsur-unsur yang dilaporkan atau tidak, semuanya telah ditangani oleh Polres Kabupaten Tasikmalaya” jelas AKP Wahyudin, SH.

Dari tinjauan tim penyilidik ke lokasi dimaksud, ditemukan beberapa patok yang terbuat dari bambu, dan pada patok tersebut terdapat tulisan nama warga yang mengklaim tanah tersebut. Diduga pematokan lahan tersebut, sebagai upaya untuk pengajuan lahan tersebut menjadi hak milik para pemasang patok. Selain patok, ditemukan juga beberapa pohon pisang yang baru ditanam, padahal tanaman pohon pisang dan tanaman keras termasuk ke dalam tanaman yang dilarang oleh PT Pernas untuk ditanam oleh para penggarap di wilayah perkebunan karet.

Menanggapi dilakukanya penyelidikan oleh pihak Polres Tasikmalaya, Direktur PT Pernas, H. Ismail mengaku bangga dengan respon yang telah diupayakan oleh Pihak Polres terkait laporannya yang disampaikan pada senin (21/2) lalu. “Sebagai pelapor, tentunya kami merasa bangga kepada pihak kepolisian yang telah memperlihatkan upayanya dalam menindak lanjuti laporan dari warganya” ungkap H. Ismail ketika mengadakan jumpa pers dengan para wartawan.

 

“Kami ini secara syah berdasarkan peraturan Perundang-undangan sebagai pemegang HGU atas tanah perkebunan Blok Cikancung, seluas 215 hektar, yang masa berlakunya sampai dengan tahun 2024. Dan saat ini ada beberapa oknum warga yang telah melakukan penyerobotan, serta mengganggu ketenangan usaha perkebunan, dengan melakukan pengkaplingan diatas tanah perkebunan, bahkan hal tersebut membuat para pekerja menjadi takut dan enggan bekerja. Jelas ini melanggar pasal 21 dari Undang-Undang nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan” terang H Ismail.

“Awalnya saya mengharapkan kesadaran dari beberapa oknum warga yang melakukan penyerobotan lahan HGU, sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan secara bermusyawarah. Namun sudah tiga kali bermusyawarah, mereka malah semakin berulah saja. Sebagai warga negara yang percaya pada hukum, akhirnya saya melimpahkan penyelesaian masalah ini secara hukum saja, kepada pihak yang berwenang” jelas H. Ismail.

Lokasi HGU Perkebunan Cikancung seluas 215 Ha, telah sekitar 2 bulan ditandai patok-patok oleh sekelompok warga, yang berdasarkan informasi, akan diajukan menjadi hak milik. PT PERNAS pun telah tiga kali melakukan musyawarah dengan pihak kelompok warga tersebut, namun tidak menghasilkan kesepakatan, bahkan sudah sepekan terakhir ini, sebanyak 43 karyawan PT Pernas tidak bekerja dikarenakan merasa takut.

 

PT Pernas sebagai pemegang HGU seluas 1.200 Ha, dengan karyawan sebanyak 385 orang, yang terdiri atas tiga blok Perkebunan di wilayah Tasik Selatan, yakni Cikancung, Sukahayu dan Cipatujah merasa sangat dirugikan dengan kejadian penyerobotan lahan tersebut. Dari tiga lokasi tersebut, hanya Blok Cikancung saja yang tanahnya diserobot sekelompok warga dengan memasang kapling-kapling. Sementara pada dua lokasi HGU lainnya, PT Pernas dapat melangsungkan kegiatannya secara lancar.

Sudah 45 tahun saya tinggal di Tasikmalaya Selatan ini dan sudah 44 tahun saya mengelola perkebunan ini, dan baru kali ini terjadi permasalahan penyerobotan lahan. “Selama ini 286 penggarap taat terhadap aturan yang dikeluarkan PT Pernas, bagi kami tumpang sari yang dilakukan oleh para penggarap tidak kami permasalahkan selama tidak merusak tanaman karet yang kami tanam, hanya saja untuk tanaman keras, jelas kami melarang warga penggarap untuk tidak menanamnya”, ujarnya.

“Bahkan dalam menjalankan usahanya, PT Pernas telah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi para penggarap. Tercatat sekitar Rp. 130 juta dari setiap tahunnya uang yang yang dibayarkan PT Pernas untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan, serta  360 juta untuk PPH dibayarkan PT Pernas, yang mana semua itu tidak sepeserpun memungut kepada para penggarap”, pungkasnya.(Azmy)

 

 

Kategori:Umum
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: