Beranda > Umum > Sumber Daya Alam Tasik Selatan Harus Diselamatkan Dari Eksploitasi Besar-Besaran

Sumber Daya Alam Tasik Selatan Harus Diselamatkan Dari Eksploitasi Besar-Besaran

Cipatujah-Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela) dalam beberapa tahun terakhir ini dalam proses eksploitasi besar-besaran. Hal ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, terutama menyangkut dampak lingkungan yang tak terkendali. Disisi lain, tidak adanya kejelasan kompensasi yang adil bagi masyarakat setempat, terutama menyangkut pemeliharaan infrastruktur umum. Seperti dikemukakan Kades/Kecamatan Karangnunggal Drs Tatang Bachitar  kepada para wartawan, kemarin.

Menurut Tatang, eksploitasi besar-besaran SDA Tasela seharusnya bisa dinikmati masyarakat lokal secara adil. Paling tidak, mereka bisa memiliki sarana umum yang prima seperti Rumah Sakit, jalan raya yang prima, atau sarana pendidikan yang lebih mentereng. Namun katanya, yang terjadi sebaliknya, Tasela malah terkesan lebih terbelakang dari wilayah lain.

“Tengok saja, jalan rayanya kebanyakan rusak berat. Sekolahnya banyak yang seperti kandang ayam. Ini bukti bahwa kompensasi bagi masyarakat lokalnya tidak ada,”katanya.

Padahal, SDA Tasela sejak puluhan tahun silam dikenal sangat melimpah seperti, pasir besi, zeolit, bentonite, timah hitam,  kaolin, hingga emas dan jasper ada disini. Bahkan katanya, berdasarkan data yang diperolehnya dari Distemben, hampir seluruh tambang mineral di Kabupaten Tasikmalaya dihasilkan dari daerah ini.

“Bahkan, dulu tahun 70-an di pelajaran pengetahun umum untuk SD, Karangnunggal bahkan ditulis sebagai penghasil mangaan terbesar di Asia,”katanya.

Sedangkan berdasarkan ketentuan katanya, sebuah daerah yang menghasilkan PAD tinggi, harus lebih diperhatikan ketimbang daerah lain. Jangan sampai katanya porsinya disamakan dengan daerah lain yang minim PAD. Sebab menurutnya, yang disebut adil itu bukan berarti merata, tetapi juga harus proporsional.

“Contohnya, akibat DAU yang main pukul rata, maka timbulah wacana pemekaran. Jadi yang disebut adil itu bukan berarti sama rata tetapi harus proporsional juga,”katanya.

Di tempat terpisah, Hidayat Muslim Anggota DPRD dari fraksi PPP mengungkapkan, ekspolitasi pasir besi juga harus ditinjau ulang. Alasannya, karena selama ini masyarakat setempat tidak menikmatinya secara umum. Malah yang dia lihat, jalan raya Tasela rusak berat akibat truk-truk dengan tonase angkutan serta jumlah truk yang sangat berlebihan setiap harinya.

“Saya minta penambangan pasir besi ini coba tinjau ulang. Jangan sampai SDA alam itu dikeruk habis-habisan, tetapi yang menikmati untungnya cuma orang lain. Nanti pada waktu Tasela sudah mekar, yang ada cuma bekas kerusakan lingkungannnya saja. Tasela sudah tak punya apa-apa lagi,”katanya.

Disisi lain katanya SDA wisata Tasela juga tercatat sebagai penghasil PAD terbesar di Kabupaten Tasikmalaya, terutama situs ziarah Pamijahan. Namun kenyataannya, jalan raya menuju lokasi ini kondisinya hancur dan tak terpelihara. Hal senada dikemukakan Asep Saepuloh ST, politisi Partai Golkar.

“Pemerintah harus memperhatikan kerusakan jalan Tasela yang 60% dalam kondisi rusak akibat pasir besi. Yang terpenting mekanismenya harus diperhatian, terutama masalah kerusakan jalan raya. Dan kemungkinan besar kedepan jalan rusak akan menelan banyak korban kecelakaan,”katanya.(kanjeng)

 

 

 

Kategori:Umum
  1. cep badru
    26 Februari 2011 pukul 10:14

    selamatkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka. dan juga dari para pejabat yang korup, serta para oportunis politik yg mau untuk doang, lonat sana loncat sini, seperti bangkong, atau seperti kecebong yg sering boong… ah memang dia itu sichh, ampyum Dijee….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: