Beranda > Umum > SAMBUT DUTA BESAR AUSTRALIA, KEPALA DESA KERAHKAN WARGA PERBAIKI JALAN BUTUT

SAMBUT DUTA BESAR AUSTRALIA, KEPALA DESA KERAHKAN WARGA PERBAIKI JALAN BUTUT

 

SDN Cibatuireng I yang menurut rencana hari Jumat (4/03) akan diresmikan Duta Besar Australia

KARANGNUNGGAL, Duta Besar Australia Greg Moriarty direncanakan akan meresmikan Bangunan SDN Cibatuireng 1, di desa Cibatuireng, Kecamatan Karangnunggal pada jumat (4/3) yang akan datang.  SDN Cibatuireng 1 dibangun dengan anggaran sebesar Rp. 1,367 milyar, yang dibiayai dari program Block Grant Rekonstruksi Sekolah hasil kerjasama pemerintah Australia dan Indonesia. Selain Duta Besar Australia, juga telah direncanakan akan hadir Menteri Pendidikan RI, Mohamad Nuh, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, serta beberapa Kepala Pemerintah Kabupaten dan kota, yang juga mendapatkan bantuan pembangunan Relokasi Sekolah dari pemerintahan Australia.

SDN Cibatuireng 1 terpilih oleh pihak pemerintahan Australia, sebagai proyek Pembangunan Rekonstruksi Sekolah yang paling sukses, dan terbaik dari 50 Proyek Pembangunan Rekonstruksi Sekolah se-Indonesia, yang 18 proyek diantaranya berada di Jawa Barat. Keberhasilan ini tentunya membuat ketua Komite Rekonstruksi Sekolah, Maman, A.Ma.Pd bangga. “kami hanya berusaha membangun sekolah ini dengan sesuai ketentuannya, serta menggunakan bahan yang telah ditentukan, dan berupaya untuk tetap amanah, karena bangunan ini untuk anak cucu kami juga” ungkap Maman, yang tidak menyangka pekerjaanya selama ini membuahkan prestasi.

Kepala Desa Cibatuireng, Undang Rudayat

Sementara itu Kepala Desa Cibatuireng, Undang Rudayat, yang di temui Taselamedia di kantornya selain merasa bangga akan kedatangan Duta Besar Australia  juga dibarengi perasaan bingung dan  menjadi sebuah beban bagi dirinya  mengingat kondisi infrastruktur Jalan yang akan dilewati para tamu tingkat Internasional. “ Di satu sisi saya sangat bangga karena warga kami dipercaya oleh pihak Australia sehingga Duta Besarnya akan secara langsung meresmikan sekolah tersebut, tapi di sisi lain kami juga ada perasaan malu, melihat kondisi jalan yang hancur   sekitar 5 km, dari Rancabakung ke Cibatuireng”, ungkap Undang.

Saat ini dirinya beserta warga masyarakat untuk menutupi rasa malunya tersebut, pihaknya mengadakan gotong royong untuk memperbaiki jalan. “Sudah hampir seminggu kami bergotong royong memperbaiki jalan. Namun tentunya kami hanya bisa menutup lubang-lubang yang sangat dalam dan banyak di sepanjang jalan, sementara untuk lebih jauh mengaspal, kami belum mampu. Mudah-mudahan upaya kami ini dapat sedikit lebih nyugemakeun dalam perjalanan para tamu, walaupun selama ini saya dan seluruh warga terpaksakan menikmati jalan butut tersebut” ungkap Undang Rudayat.

Memang beberapa jalan akses ke Desa Cibatuireng ini semuanya dalam keadaan ruksak. Jalan akses dari desa Cikukulu pun menjadi bahan olokan. Jalan yang rusak sejak lebih dari 5 tahun lalu, hanya diukur saja tanpa ada perbaikan dari dinas terkait. Akhirnya masyarakat pun menamai jalan tersebut dengan nama Jalan Dipati Ukur, karena kerap diukur tapi tidak diperbaiki. Sementara jalan yang direncanakan akan dilalui para tamu, yaitu jalan masuk dari Terminal Rancabakung. Tidak berbeda dengan Jalan Dipati Ukur,  keadaan jalan Rancabakung-Cibatuireng, yang berjarak sekitar 5 km tersebut sama ruksaknya.

Diakui Undang Rudayat, bahwa pihaknya telah berulang kali sejak beberapa tahun kebelakang, mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah kabupaten. Namun Undang pun menyadari bahwa terlalu banyaknya program yang harus dibiayai oleh pemerintah Kabupaten, sehingga selama ini dirinya senantiasa menghibur  warganya untuk tetap bersabar dengan menikmati jalan butut, yang kerap ditambal warga. Padahal desa Cibatuireng ini telah menjadi trade mark salah satu sentral produksi usaha bordir, yang produknya tidak hanya beredar dalam negeri tetapi juga telah beredar ke mancanegara. (Azmy)

 

 

 

Kategori:Umum
  1. penyu btwi
    3 Maret 2011 pukul 19:56

    sanes seueur biyayaaneun
    teu niatwe panginten,
    wios danuisineunmah
    urang kabupaten.

  2. otak skarat
    5 Maret 2011 pukul 11:47

    lah jalan butut ng usah dibenerin…. biarin aja…. biar kerasa tuch jalan Butut….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: