Beranda > Umum > SDN I CIBATUIRENG DI BANGUN DARI PROGRAM KEMITRAAN INDONESIA AUSTRALIA

SDN I CIBATUIRENG DI BANGUN DARI PROGRAM KEMITRAAN INDONESIA AUSTRALIA

Karangnunggal. Tidak seperti biasanya, Jumat Siang (04/03) di Desa Cibatuireng beberapa warga asing asal Australia bercampur baur dengan anak anak sekolah dari SDN I Cibatuireng, dan  masyarakat setempat. Ya, mereka berasal dari Staf Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Mereka datang ke Cibatuireng untuk menghadiri peresmian SDN I Cibatuireng hasil pembangunan kemitraan Indonesia Australia dalam program West Java School Reconstruction.

SDN I Cibatuireng termasuk salah satu dari beberapa sekolah di Jawa Barat yang mendapatkan program Pembangunan Kembali Sekolah hasil kemitraan antara Pemerintah Indonesia dengan Australia.

Hadir dalam kesempatan tersebut stap kedubes Australia, perwakilan dari Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menegah Supriono, Drs. Muhamad Zein, M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya serta beberapa perwakilan dari penerima program kemitraan ini yang berasal dari Bandung, Garut, dan Ciamis.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Zein  mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan sekolah SDN Cibatuireng ini yang merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah yang ada di Jawa Barat yang mendapatkan Program West Java School Reconstruction adalah berkat wujud nyata keseriusan dari semua pihak sehingga pembangunannya dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang memuaskan.

“Dengan program yang sudah berjalan dan menjadi kebanggan bagi kami,saya berharap barangkali  program ini dapat berkelanjutan terhadap sekolah sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya,” harap Zein.

Sementara itu Supriono, salah satu perwakilan dari Dirjen Dikdasmen dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pembangunan kembali sekolah di Jawa Barat ini di dasari oleh terjadinya gempa besar tahun 2009 yang lalu yang sebagian besar merusak fasilitas pendidikan di Jawa Barat.

“Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana gempa, hanya ada satu pulau di republik ini yang bukan daerah rawan bencana gempa yaitu Pulau Kalimantan,” jelas Supriono.

Kementrian Pendidikan Nasional intuk tahun 2010 menganggarkan 32 Milyar untuk pembangunan pasca bencana alam, 4 milyar diantaranya untuk pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, demikian ungkap Supriono.

Dengan adanya program kemitraan Indonesia Australia dalam pembangunan kembali sekolah ini, Supriono atas nama pemerintah pusat memberikan penghargaan yang setinggi tingginya untuk semua elemen penyelenggara serta pelaksana dari kegiatan tersebut.

Mrs. Hanabertsy perwakilan dari Kedutaan Besar Australia menjelaskan bahwa bangunan sekolah yang saat ini teelah selesai di bangun oleh pemerintah Australia melalui program kemitraan ini merupakan bangunan yang sudah di rancang untuk bias bertahan dari bencana, salah satunya bencana gempa bumi yang sering melanda Indonesia. Pemerintah Australia menghabiskan dana 380 juta dolar Australia untuk rekonstruksi 200 sekolah SMP, 500 madrasah yang 108 diantaranya ada di Jawa Barat.

Diakhir sambutannya Mrs.Hana berharap adanya kerjasama yang lebih erat lagi antara pemerintah Republik Indonesia dengan Australia untuk bias membangun kembali sekolah sekolah yang rusak. (Yedi)

 

 

 

 

Kategori:Umum
  1. penyu btwi
    5 Maret 2011 pukul 19:03

    sae tah kanggo conto pami
    aya bantosan teh kedah leres
    ngalarapkeunna ulah seueuer
    kana pesak.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: