Beranda > Umum > RATUSAN MASSA “GAMAS” DEMO KE DPRD

RATUSAN MASSA “GAMAS” DEMO KE DPRD

Tasela.  Ratusan massa yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Tasik Selatan (GAMAS) Selasa (22/03) berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Massa yang terdiri dari para penambang pasir besi itu bergerak dari Tasik Selatan sekitar pukul 10 pagi dengan pengawalan pihak kepolisian.

Dengan mempergunakan sekitar 150 truk pengangkut pasir besi, mereka berkonvoi sambil membawa spanduk yang berisikan dukungannya terhadap penambangan pasir besi.

Menurut ketua GAMAS Dindin Suryana, aksi ini merupakan aspirasi dari para penambang pasir besi sepanjang pesisir pantai Tasikmalaya. “Ini murni aksi  para penambang, kebetulan mereka tergabung dalam organisasi GAMAS,”tuturnya kepada Taselamedia.

Tuntutan yang akan disuarakan masyarakat penambang menurut Dindin adalah meminta kepada wakil rakyat untuk memperhatikan aktivitas mereka yang dalam beberapa hari ini di tuntut untuk di tutup dengan alasan rusaknya lingkungan dan infrastruktur jalan yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan.

“Kalau toh pertambangan pasir besi ini di tutup, mau makan dari mana para pekerja yang jumlahnya ratusan ini, sementara kehidupan mereka bergantung dari pekerjaan tersebut”, ujarnya. (TIM)

Kategori:Umum
  1. anak pansel
    22 Maret 2011 pukul 23:19

    bener nih ini adalah aksi murni, jangan2 cuma bayaran aja. memang pasir besi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, juga memberikan lahan bisnis baru bagi para pengusaha besar. tapi mesti kita ingat kerusakan yang ditimbulkan bagi lingkungan begitu besar tidak sebanding dengan keuntungan yang di dapat bagi masyarakat pantai selatan pada khususnya. mulai dari kerusakan jalan, kerusakan pantai dan terumbu karang, abrasi, dan dampak kerusakan lainnya mulai kita rasakan. apakah kita tega mewariskan kerusakan lingkungan ini bagi anak cucu kita? seharusnya pemerintah daerah juga lebih bijak dalam menyikapi hal ini, PAD yang didapat tidak ada apa apanya dengan kerusakan yang telah diperbuat, saya sebagai generasi muda pantai selatan sangat menyesalkan atas penambangan pasir besi yang telah dilakukan di daerah saya. namun apa daya mereka mempunyai money power yang lebih besar, mereka mempunyai kelompok yang di backup oknum2 di tingkat pusat. saya hanya bisa berdo’a semoga oleh tuhan mereka diberi kesadaran akan pentinya menjaga alam.

    Ada beberapa poin dasar penolakan pertambangan pasir besi:

    1.Menurunnya kualitas udara
    Pada tahap prakonstruksi tambang akibat kegiatan mobilisasi alat berat diperkirakan perusahaan akan mengoperasikan
    alat berat. Pada tahap ini aktifitas yang dilakukan meliputi pembersihan lahan, pembuatan jalan tambang ,
    pembangunan sarana tambang, pembangunan pengelolaan instalasi pasir besi, dipastikan akan meningkatkan kadar
    debu di lingkungan sekitar.

    intensitas ini dipastikan akan bertambah pada tahap operasi tambang akibat pengupasan tanah pucuk, dan pada siang hari debu akan tertiup ke arah daratan, dan tentu saja bila mencapai pemukiman warga akan terjaid penurunan kulaitas kesehatan warga, mereka akan terancam penyakit ISPA (Infkesi Saluran Pernapasan Akut), dll

    2.Kebisingan
    Kegiatan tambang pasir besi pada tahap prakonstruksi dan pada tahap produksi berupa mobilisasi alat-alat berat dan kendaraan besar Dipastikan ini akan meningkatkan kebisingan di areal dan rute yang dilewati

    3.Abrasi Pantai
    Harus diakui aktifitas pertambangan juga akan mempengaruhi struktur pantai, ancaman akan meningkat
    khususnya pada saat air laut pasang dan gelombang besar serta tinggi akan membuat bentuk pantai berubah. Kondisi
    ini diakui oleh para ahli sulit dipulihkan karena membutuhkan biaya besar.

    4.Menurunnya Kualitas Air
    Kegiatan pertambangan dipastikan akan mengurangi kualitas air tanah (sumur) pengolaan pasir besi membutuhkan banyak air untuk diolah di Magnetic Separator, yang menghasilkan pasir besi dan limbah .Limbah dari pengolaan ini tentu akan
    mempengaruhi kadar air yang ada di sekitar pemukiman warga.

    5.Kerusakan Jalan
    Kerusakan jalan merupakan dampak langsung yang telah dirasakan sepanjang rute pengangkutan, rata2 kemampuan jalan di senpanjang panntai hanya berkisar 10 ton, sedangkan kendaraan yang mengangkut mungkin diatas 30 – 50 ton,

    6.Aspek biologi
    Kegiatan penambangan dipastikan merubah tipe vegetasi, abrasi. dan merugikan para petani

    7.Biota Air
    Dampak terhadap biota air merupakan dampak tak langsung akibat kegiatan tambang pasir besi. Sumber dampak
    berasal dari perubahan kualitas air akibat limbah pengolahan pasir. Sumber lainnya adalah karena tirisan penumpukan
    pasir besi, air limbah bekas pelumas dari kegiatan bengkel.

    8.Pendapatan Masyarakat
    Perusahaan mengklaim aktifitas pertambangan mereka dapat merekrut tenaga kerja dari warga lokal, selanjutnya
    masyarakat sekitar tambang dapat membuka warung dan sebagainya. Namun, perlu diingat sedikit sekali, jika tidak mau
    dikatakan tidak ada, warga setempat yang memiliki keahlian di bidang pertambangan artinya, mereka akan dijadikan
    buruh kasar saja, yang sewaktu-waktu dapat mereka PHK dengan beragam alasan

    Selain itu, proses ini akan membuat masyarakat meninggalkan profesi asal mereka yang mungkin awalnya petani,
    nelayan, menjadi pekerja buruh di perusahaan yang biasanya mereka tidak memiliki posisi tawar tinggi. Ini banyak terjadidi pertambangan-pertambangan lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: