Beranda > Umum > PENAMBANGAN PASIR BESI DI PANTAI TASELA PERLU DI KAJI ULANG

PENAMBANGAN PASIR BESI DI PANTAI TASELA PERLU DI KAJI ULANG

Salah satu aktivitas eksplorasi pasir besi di pantai Tasela

Cipatujah-Seiring maraknya dan ramainya penambangan pasir besi di sepanjang pantai Tasikmalaya Selatan ternyata menuai  pendapat pro dan kontra. Di satu sisi, penambangan perlu dikaji ulang mengingat dampak kerusakan lingkungannya. Namun disisi lain, aktifitas tersebut dianggap telah memberikan sumbangan besar bagi masyarakat dan pemerintah sehingga layak untuk terus dilanjutkan.

Ketua Komunitas Study Tasikmalaya Selatan (KASSAT) Asep Supratman,S.Ag dalam pertemuannya dengan para wartawan Tasela beberapa waktu lalu mengemukakan pendapatnya bahwa  masalah layak atau tidak layaknya perijinan pertambangan sebetulnya sangat tergantung dari bagaimana pihak perusahaan pertambangan dalam melakukan pengerjaan  penambangan. Kalau prosedurnya ditempuh, kata dia, tak akan ada masalah yang membuat public menjadi pro dan kontra terhadap penambanga tersebut.

Menurut Asep ada 3  syarat yang harus di tempuh oleh para pengusaha tambang ini, yakni pertama penambangan harus benar-benar memperhatikan dampak lingkungan, kedua harus pro rakyat, dan yang ke tiga harus melibatkan masyarakat dalam kegiatan penambangan sekecil apapun.

“Pada dasarnya pasir besi itu barang  tambang yang memang harus ditambang. Kenapa harus diambil, karena itu anugerah.  Tetapi jangan sampai jatuh ke tangan-tangan rakus,”tambah Asep. .

Kalau  memang penambangan tersebut sesuai peraturan agama dan negara, berartii perijinan tambang harus dilanjutkan. Sebaliknya kalau tidak sesuai prosedur yang berlaku, maka penambangan sebaiknya ditutup aja. Apalagi katanya kalau  hanya menguntungkan perorangan tertentu, berarti harus diubah sistem manajemennya.

Sementara itu Yayan Siswandi, S.E  ketua KNPI PK Cipatujah kepada Taselamedia di sela sela rapat pembubaran Fasilitator Gempa di Gedung Korpri Dadaha beberapa waktu lalu, meminta  Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya serta DPRD Kabupaten Tasikmalaya  untuk segera memberikan sikap tegas serta melakukan pengkajian yang lebih dalam terkait dengan aktivitas penambangan pasir besi tersebut.

Yayan menilai pemerintah Kabupaten serta Pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya terkesan lambat dalam menyelesaikan permasalahan pro-kontra kegiatan pertambangan Pasir Besi di wilayah Tasik Selatan. Bahkan kekurang tegasan dari pihak terkait tersebut, dipandang Yayan dapat menimbulkan semakin meruncingnya permasalahan antara pihak yang pro dan pihak yang kontra.

“Sudah saatnya pemerintah bersama pihak legislatif, untuk segera menyelesaikan permasalahan tambang pasir besi. Sekalipun penyelesaian tersebut tidak mungkin dalam waktu singkat, tetapi mereka harus memperlihatkan ketegasannya serta langkah-langkah awal dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Jangan sampai intensitas demo kian meningkat, bahkan akhir-akhir ini memperlihatkan pengerahan massa yang jumlahnya tidak sedikit, dan terus saling bergilir demo tandingan” terang Yayan.

Lebih jauh Yayan meminta pihak pemerintah dan legislatif melakukan pengkajian secara menyeluruh berkenaan dengan penambangan pasir besi. Pemerintah juga dituntut untuk melibatkan tenaga ahli dalam bidang terkait, serta berbagai elemen masyarakat, dalam melakukan pengkajian tersebut.

“Kalau memang hasilnya ternyata banyak kemaslahatan dibanding kemadharatannya, silahkan keluarkan ijin penambangan. Tapi perijinan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang benar. Jangan sampai hanya karena mendapat ijin, lantas banyak prosedur yang tidak ditepati. Dan apabila hasilnya ternyata sebaliknya, maka saya minta para pengusaha tambang pun harus patuh dan menghentikan kegiatan tambangnya”, ujar Yayan.(Tim)

 

 

 

Kategori:Umum
  1. penyu btwi
    26 Maret 2011 pukul 10:40

    sejauh masih menguntung kan buat pembangunan
    tasela kenapa engga,

  2. ahmad yusup
    26 Maret 2011 pukul 11:36

    kerusakan di muka bumi disebabkan ulah tangan manusia

  3. asep heri
    26 Maret 2011 pukul 20:08

    Ceuk kuring nu kagok micinta TASELA, alam teh ANUGERAH pikeun kahrpn balarea…, mun dikedukan trs tangtu ANUGERAH teh pasti ngurangan…, tungtungna kantun GERAHna wungkul. Butuh pemikiran CERDAS pikeun ngarengsekn ieu masalah. nu jelasmh, “ALAM BUKANLAH WARISAN NENEK MOYANG, TP TITIPAN ANAK CUCU KITA !”

  4. abin
    29 Maret 2011 pukul 11:09

    Pasir besi merupakan barang tambang yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah… Bukan berarti bahwa barang tambang ini ga boleh di explorasi tapi harus dengan ketentuan-ketentuan:
    1. Harus memperhatikan lingkungan dengan memperlakukan reklamasi yang benar
    2. Harus memberikan timbal balik bagi masyarakat sekitar (CSR)
    maka dari itu:
    1. Berikan apresiasi terhadap perusahaan yang mematuhi aturan
    2. Beri peringatan bagi yang belum mematuhi sepenuhnya
    3. Cabut ijin bagi perusahaan yang membandel.
    Nuhun

  5. himpunan mhsswa tasela
    9 Februari 2013 pukul 05:23

    sebenarnya keuntungn besar hanya untuk klompok bukan masyarakt tasela… mari kita jaga alam kita dari kerusakan., saya sedih smpai skrng pnambangan trus brjalan brarti kita mnunggu bncana yg datang… mana para mahasisw dan cendkiawn tasela bersatulah demi tasela from ewink irlandia

  6. koplok
    31 Maret 2013 pukul 14:30

    UUD 1945 Pasal 33 : bumi dan kandungan nya ,yg menguasai hajat orang banyak….hrs di kelola negara…untuk ksejahtraan..rakyat, tp nyatanya….bumi dan kandunnya…di kuasai….pengusaha…swasta yg serakah…..dan blm tentu brtanggung jawab trhdp efek…kedepannya….! semua tahu..dan paham…tp kumaha….gening…di anteup bae….euuuuyyyyyyyyyy…..??????

  7. aing
    10 Mei 2013 pukul 14:07

    barelet urang tasela mah ciga w nu hare’eh ngaku loga mahasiswa jeng cendikiawan…tapi eweh nu bisa ngolah taneh sorangan….dasar mental penjajah…..ngajaredog w ker di siksa ge..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: