Beranda > Umum > PATUNG BUAYA DI PERSIMPANGAN BATUCURI DIPERBAIKI

PATUNG BUAYA DI PERSIMPANGAN BATUCURI DIPERBAIKI

 

Warga sedang bergotong royong memperbaiki patung buaya di persimpangan buaya Kp. Batucuri Ds. Karangnunggal

KARANGNUNGGAL. Bagi warga Tasik Selatan, pasti sudah tidak asing lagi bila mendengar pertigaan  Buaya. Ya sebuah pertigaan jalan yang terletak di Kampung Batucuri Desa Karangnunggal Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Persimpangan buaya seakan akan menjadi sebuah trade mark  bagi warga Karangnunggal. Dinamakan persimpangan Buaya karena dilokasi tersebut terdapat sebuah patung buaya yang berada tepat di persimpangan jalan yang menuju ke wilayah Desa Cibatuireng dan Cimuncang serta akses jalan alternatif penghubung ke wilayah Desa Ciawi. Hampir lima tahun lebih keberadaan patung buaya di persimpangan tersebut kondisinya tidak terawat dan mengalami kerusakan tetapi sejak tadi siang (Rabu 30/03) patung buaya tersebut kini sedang diperbaiki. Menurut Dedi salah seorang warga yang beada di lokasi pengerjaan, patung buaya  tersebut telah di bangun sekitar tahun 1990 an an baru kali ini mengalami proses perbaikan. Patung buaya ini memiliki panjang kurang lebih  7 meter.

Perbaikan patung buaya tersebut atas inisiatif warga sekitar bersama pihak Pepabri (Pensiunan ABRI), Legiun Veteran dan Pemerintahan Desa Karangnunggal. Bahkan para ojek yang mangkal di sekitar tugu buaya tersebut, ikut memberikan kontribusinya dalam bentuk gotong royong.

Sementara itu Kepala Desa Karangnunggal, Drs. Tatang Bachtiar ketika dimintai pendapatnya tentang perbaikan patung buaya di persimpangan jalan Batucuri tersebut menjelaskan, pihaknya selaku aparatur pemerintahan desa memberikan dukungan penuh dalam upaya perbaikan tugu buaya. “Sekalipun tugu tersebut tidak memiliki kisah sejarah, namun tugu tersebut sudah menjadi trade mark bagi daerah sekitar tugu, sehingga kedepannya akan menjadi sejarah asal mula nama persimpangan jalan tersebut, ini adalah menunjukan bahwa hal tersebut bukti dari kreatifitas warga Karangnunggal”, pungkas Tatang. (azmy/Yed/Mareta)

 

 

 

Kategori:Umum
  1. suhendi ompomg
    31 Maret 2011 pukul 05:30

    sengaja saya buat patung buaya ini, utk menggambarkan bahwa di daerah ini dulu bnyak buaya darat….

    • 27 Mei 2014 pukul 13:27

      ah si TB meureun nu buaya darat teh haha

  2. penyu btwi
    31 Maret 2011 pukul 11:49

    jiganamah nu ngadamel patungnage sami buaya darat

  3. 31 Maret 2011 pukul 18:55

    Tar saya usulin ka pa RT mumud ah.., di lembur biar ngadamel patung badak…:)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: