Beranda > Umum > Beli Ikan, Ditanam, Langsung Dipancing

Beli Ikan, Ditanam, Langsung Dipancing

Ngocrek, Gaya Kongkur Warga Parungkadongdong

Oleh: Marreta Sukaraja Tasikmalaya

Kelakuan orang kadang suka aneh, sulit diterima akal sehat sederhana. Seperti yang dilakukan sebagian warga kampung Parungkadongdong Desa Sirnajaya Kec Sukaraja. Demi hobby dan kepuasan, mereka membeli ikan, langsung ditanam di kolam, dan saat itu juga mereka pancing lagi. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah Ngocrek, sejenis dengan kongkur, yakni mancing rame-rame di kolam ikan.

Ikan yang mereka tanam tentu saja harus berukuran besar. Paling tidak, ikan harus layak untuk dipancing. Biasanya dari jenis ikan mas. Tiap orang “wajib aen” membeli 2 kilogram, dengan  harga ikan mas rata-rata Rp 15 ribu/kg. Kalau satu kolam biasanya dipancing oleh sekitar 6 hingga 8 orang, berarti rata-rata ditanam sekitar 16 kg.

Sementara, kolam buat ngocrek ada semacam ciri khusus. Di bagian tengah kolam ada beberapa tali yang melintang. Fungsinya untuk membatasi areal “hak” pemancingan masing-masing. Sehingga kail sesama pemancing tidak saling kait satu sama lain.

Dengan biaya rental hanya Rp 3 ribu, mereka bisa mancing sepuasnya. Kalau perlu seharian penuh, se-gokil-gokilnya. Ikan yang didapat, bisa langsung dibawa pulang.  Cuma memang ada reward bagi yang bisa menggondol ikan paling banyak, besarnya antara 60 ribu hingga 100 ribu.

Namun jangan salah. Untuk menangkap ikan banyak, ternyata perlu modal khusus. Bukan Cuma kail yang mahal, umpannya juga harus menggunakan racikan khusus dengan bahan berkualitas. Seperti campuran ikan sarden kaleng, kue marie, atau bahkan korned daging sapi. Tak heran, satu kali mancing perlu biaya umpan hingga Rp 100 ribu. Jadi ga cukup Cuma umpan cacing atau apalagi “eupan colek.”

Sialnya bagi yang hasil tangkapannya sedikit. Sudahlah keluar modal banyak, dia juga seringkali merasa panas melihat rekan disampingnya dapat ikan banyak. Sumpah serapah tak jarang muncrat dari mulut mereka. Walaupun belum pernah berujung keributan, atau apalagi perkelahian.

Salah seorang pemancing, Dendi “Lepot Densol” mengungkapkan, ngocrek telah cukup lama menjadi hobbynya. Pengojek yang biasa mangkal di pertigaan Parungkadongdong ini mengaku, memancing untuk menghilangkan jenuh, agar beban kesehariannya bisa  lepas sejenak. Saat kailnya dimangsa ikan, perasaannya meluap-luap gembira. Mungkin semacam “ecstase” seperti yang dialami para pertapa.

“Uh, nikmat sekali kalau pas nyangut. Apalagi kalau pas nataran, nikmaat,”katanya.

Ngocrek kadang dilakukan sambil menunggu muatan ojeknya. Kalau pas ada muatan, ya dia narik dulu. Para pengocrek, memang kebanyakan tukang ojek, tetapi ada juga sebagian tukang bordel. Mereka biasanya mancing minimal satu minggu satu kali.

“Mungkin kalau kita lihat, sebetulnya itu termasuk judi. Kasihan orang yang hasil mancingnya sedikit. Padahal, dia juga sama-sama keluarin modal. Ini juga bisa bikin panas,”ujar Enas (47) pemilik warung kopi tak jauh dari lokasi itu.

Buat yang tidak hobby mancing, ini agak kedengaran aneh. Kenapa juga yah.. mereka mesti repot-repot memancing. Kalau sudah dapat ikannya, buat apa ikannya dilepas, terus dipancing lagi. Mendingan langsung digoreng. Habis perkara. Aneh juga ya kelakuan orang. Tetapi itulah hobby. Eh, Judi!

 

Kategori:Umum
  1. penyu btwi
    12 April 2011 pukul 17:26

    emang dunia ini penuh
    keanehan. seperti berita
    yang lain kenapa harus
    bersambung ke http://www.tasela.com ribet banget

  2. 12 April 2011 pukul 18:37

    ari sukan teh mun teu kenging2 laukna, balongna tiasa di bedahkeun..

  3. 13 April 2011 pukul 07:54

    Aya aya wae.,

  4. 13 April 2011 pukul 08:11

    Aya aya wae., kebiasaan buruk tuh..

  5. cep bADRU
    14 April 2011 pukul 04:07

    pangedulan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: