Beranda > Umum > Paus Terdampar Di pantai Cipatujah

Paus Terdampar Di pantai Cipatujah

P1020257Cipatujah. Tadi pagi 14/09/2009 masyarakat pesisir pantai Pasanggrahan Kecamatan Cipatujah  dikejutkan dengan terdamparnya seekor  paus raksasa.

Paus yang memiliki panjang 11,75 meter dengan perut  berdiameter 4 meter ini diperkirakan berbobot 4 ton dan perkiraan  terdampar pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Menurut camat Cipatujah Najmudin Azis SIP, pihaknya sudah  berkoordinasi  dengan dinas terkait diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan  serta Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya untuk memutuskan apakah paus tersebut akan dikonsumsi atau di kuburkan.

Karena berdasarkan hasil penelitian sementara paus tersebut biasa dikonsumsi, hanya saja untuk yang ditemukan terdampar di Cipatujah ini pihaknya menunggu hasil pemeriksaan tim dokter hewan dari kabupaten. “ Nanti kalau berdasarkan  hasil penelitian tim dokter , paus ini layak untuk di konsumsi, masyarakat sekitar diperbolehkan untuk mengambil dagingnya”, ujar Azis.

Sampai  berita ini diturunkan 15.30 WIB, paus raksasa tersebut masih menjadi tontonan masyarakat yang datang bukan hanya dari Cipatujah saja, melainkan dari Cikalong, Bantarkalong, Karangnunggal bahkan dari kota Tasikmalaya. ( Yedi )

P1020255P1020256P1020261P1020264

Categories: Umum
  1. eka wandar
    14 September 2009 pada 20:28 | #1

    Gila abis di gegerkan sama Gempa datanglah Ikan Paus… Mungkin tadinya die mau nengok Cigalontang… ehhh…malah terdampar di Cipatujah.. waduh makin tenar aje neh.. Tasikmalaya Selatan (Tasela)… Kalo menurut Punksit ini bertanda akan terbentuknya Kabupaten Baru…

    • riana novandia
      22 September 2009 pada 09:32 | #2

      tapi mnrut paranormal stempat yg be2rpa wktu lalu di tanyai prihal paus trdmpar itu,, ktanya: paus ini mrupakan jlmaan dri pngawal nyi roro kidul,sang ratu pantai selatan.
      kjadian ini pun d artikan sbgai lampu hijau kalu akan datang tsunami besar,, krna nyi roro tidak trima akan prlakuan manusia yang srkah,shngga pngawalnya di makan,bukan nya di tolong agar di kmbalikan k laut…
      nah bgtu critanya………
      ini aneh,,,, krn pda tsunami yg prtma pun crinya sprti tu,bdanya yg skrg paus sdngkan yang dulu hiu….

  2. 14 September 2009 pada 20:43 | #3

    amazing..that’s one of source tasela..mr. yedi good job..i wish what the hell paus appeared that have to give us spirit to manage tasela potency more.
    i agree also with my bro mr.eka..THE NEW DISTRICT WILL BE COME

    • 11 Januari 2011 pada 23:07 | #4

      jangan percaya yang gituan sekarang kita percaya aja ma tuhan , mungkin paus itu sudah waktunya mati

  3. sandy
    14 September 2009 pada 23:11 | #5

    pertamax … berita menarik paling uptudate nih, di koran dan web lain belum ada yang muat

  4. 15 September 2009 pada 09:38 | #6

    wuah.. gila! jenis ikannya apa sih tuh?

  5. Uwaw Panjang Yuswana
    15 September 2009 pada 11:10 | #7

    Untuk kedepannya di tasik selatan perlu dibangun dermaga khusus untuk ikan paus.. karena terdamparnya ikan paus bukan hanya kali ini saja.. kali dulu juga pernah..
    (so sorry this is just an ordinary)

  6. 15 September 2009 pada 13:50 | #8

    enaknya buat lauk buka puasa bersama GRATIS

  7. abh3s
    15 September 2009 pada 14:35 | #9

    waduh kasiha ikanya tuh…..

  8. Icha
    15 September 2009 pada 18:14 | #10

    Itu humpback whale (Megaptera novaeangliae). Saya tahu karena saya meneliti paus di Bali.

    cheers,
    Icha

    • riana novandia
      22 September 2009 pada 09:24 | #11

      oya??????????? paus jnis apa????? knpa bsa trdmpar pula?

  9. Icha
    16 September 2009 pada 07:04 | #12

    Halo, saya memerlukan sampel untuk analisis DNA dari paus ini. Bisa tidak ya ada yang mengirimkan sekerat dagingnya ke Udayana di Denpasar untuk dianalisis? Atau mungkin ada yang bisa beritahu saya ke mana harus saya hubungi? Mungkin KSDA setempat?

    Mohon diemail ke putuliza@yahoo.com atau putu.liza@jcu.edu.au secepatnya, sebelum pada diambil semua dagingnya :-)

    terima kasih!

  10. katrin
    16 September 2009 pada 09:26 | #13

    nambahin info. paus bukan ikan. dia mamalia yang hidupnya 100% di laut. klo ikan itu kelompok pisces yang bernafas dengan insang sedangkan paus bernafas menggunakan paru2, seperti mamalia lainnya (termasuk manusia).

  11. 16 September 2009 pada 13:38 | #14

    Beberapa kejadian menunjukkan terdamparnya paus hampir bersamaan dengan kejadian gempa bumi seperti yang terjadi di Papua beberapa waktu yang lampau.
    Apakah ada kajian mengenai kemungkinan keterkaitan terdamparnya mamalia laut tersebut dengan fenomena gempa bumi?

  12. Icha
    16 September 2009 pada 13:47 | #15

    Paus dan lumba-lumba (ordo Cetacean) mengarungi lautan (dan sungai2 juga) dengan navigasi sonar. Jika ada gangguan terhadap sonar mereka, mereka bisa nyasar. Gempa bumi bisa juga membuat gangguan sonar, seperti yang terjadi di Tasmania Australia awal Januari tahun ini.

    Yang jelas, banyak paus yang tercatat terdampar di sekitar saat bintik matahari (sun spots) sedang banyak2nya, sekitar 11 tahunan sekali.

    Dan biasanya kalau ada gangguan alami seperti itu (sun spot atau gempa), yang terdampar berame-rame, bukannya sendirian. Sayangnya daging paus ini sudah dibagi rata, jadi sulit untuk dinekropsi penyebab kematiannya. Tapi kalo sendirian begitu, mungkin karena sakit, atau gangguan navigasi lainnya.

    • Bachtiar
      17 September 2009 pada 12:29 | #16

      Bagaimana Cha kalo udah jadi dendeng bisa ga di teliti ?
      kalo bisa nanti aku cari in !

  13. 16 September 2009 pada 14:56 | #17

    wuihhh…jadi pengen iktan megang kaya apa ya rasanya…klo liat dari sini sih rasanya takut tapi pengen megang tapi takut tapi pengen megang tapi…..hihihihihi….

    salam kenal :D

  14. 16 September 2009 pada 16:07 | #18

    Wah jadi penasaran nih kepingin melihat.. mungkin ada sesuatu di tengah laun sana sehingga ikan kabur ke daratan!

    Lebaran makan ketupat lauknya ikan paus.. he..hee

  15. 16 September 2009 pada 23:24 | #19

    ini adalah yang ketiga kalinya jenis ikan besar terdampar di pantai cipatujah, kalau saya gak salah ingat tahun 1986 (ikan Hiu sekitar 4 ton), tahun 1993, dan sekarang ini 2009

  16. ana
    17 September 2009 pada 08:15 | #20

    Untuk minta informasi lebih lanjut ke siapa ya? apakah dagingnya sudah habis atau belum ? sapa tau bisa untuk kajian secara genetik juga.

    mohon informasinya.
    terimakasih

  17. Icha
    17 September 2009 pada 10:27 | #21

    KSDA Garut sudah mengamankan sebagian. Teman saya sedang menuju ke sana untuk minta sampel tissue untuk DNA analysisnya; nanti akan dikirim ke lab di Udayana University di Bali. Saya sendiri sedang penelitian ttg dolphin, tapi di Australia.

    PS: Katrin benar. Paus itu bukan ikan :-D dan sepertinya tidak sehat makan daging yang sudah mulai membusuk begitu…

  18. 17 September 2009 pada 11:09 | #22

    Mas mas dan mbak mbak Tasik Selatan Media Online, mohon maaf.. tapi Paus bukan ikan tuh! melainkan mamalia, sama seperti mas mas dan mbak mbak bedanya mereka hidup di laut. Percaya atau tidak, mereka adalah makhluk yang berintelejensi tinggi. Mengapa si makhluk malang ini terdampar? hmm mungkin karena pola migrasi yang terganggu oleh kegiatan manusia, atau dampak global warming. Semoga Allah tidak melenyapkan mereka dari muka bumi sebelum anak cucu kita mengenal mereka secara nyata. Amien! ‘met puasa semua! :)

    • 17 September 2009 pada 12:30 | #23

      Terima kasih atas koreksinya

  19. 17 September 2009 pada 14:24 | #24

    Saya hanya mengetahui bahwa Paus memang salah satu jenis mamalia yang hidup di air, selain jenis mamalia lain yang hidup di darat dan udara. Namun saya ingin tahu:

    - Apa yang menyebabkannya bisa terdampar?
    - Katanya karena adanya gangguan pada navigasi sonar mereka. Bagaimana gangguan itu mempengaruhi sistem navigasi sonar mereka?
    - Apakah Paus tidak dapat berenang kembali ke perairan yang lebih dalam bila mereka kesasar ke perairan dangkal dan akan menyebabkan mereka terdampar?
    - Apakah Paus tidak dapat melihat bila dirinya berada di lingkungan yang dapat membahayakan dirinya?
    - Paus bernafas dengan paru-paru. Tidakkah itu membuatnya dapat bertahan di daratan?

    Saya senang membaca artikel yang berhubungan dengan fauna, selain menggemari menonton filmnya (Animal Planet salah satunya). Sangat bermanfaat bagi saya bila ada yang dapat membantu menjelaskan.

    • Icha
      17 September 2009 pada 14:48 | #25

      1. Apa yang menyebabkannya bisa terdampar?
      - penyakit
      - cuaca buruk
      - kejadian alam seperti bintik matahari dan gempa bumi (tidak langsung sih, ada time delay)
      - Gangguan navigasi sonar (lihat #2)
      Paus biasanya hidup berkelompok (ada juga yang sendiri2). Jika pemimpinnya sakit dan tidak bisa navigasi dan terdampar (atau karena ada kejadian lain), anggota2 lain bisa juga ikut terdampar

      2. Katanya karena adanya gangguan pada navigasi sonar mereka. Bagaimana gangguan itu mempengaruhi sistem navigasi sonar mereka?
      Sistem interferensi. Seperti radio, kalau ada dua frekuensi FM yang berdekatan, biasanya kita tidak bisa jelas mendengar radio tersebut. Sama saja dengan sonar cetacean yang bekerja pada frekuensi tertentu, jika ada sumber sonar lain di dekatnya (biasanya buatan manusia), atau ada benda/construct yang mempengaruhi sonar mereka, mereka bisa bingung dan terdampar
      Teori favorit orang2 adalah adanya kapal selam yang memancarkan sonar frek rendah (LFA – low frequency active sonar) sehingga paus2 ini bingung. Sudah ada beberapa penelitian ttg ini. Amerika Serikat dan beberapa negara maju sudah melarang penggunaan sonar berfrekuensi rendah karena membuat paus2 terdampar.

      3. Apakah Paus tidak dapat berenang kembali ke perairan yang lebih dalam bila mereka kesasar ke perairan dangkal dan akan menyebabkan mereka terdampar?

      Biasanya kalau topografi perairannya terlalu rendah, mereka memang jadi bingung karena tidak tahu di mana channel dalam yang bisa diikuti. Dan di perairan dangkal, ombaknya biasa besar dan arusnya arus balik, jadi tetap saja terseret ke darat lagi.

      4. Apakah Paus tidak dapat melihat bila dirinya berada di lingkungan yang dapat membahayakan dirinya?

      Paus bergigi (Subordo Odontocetes, termasuk juga lumba2) punya mata mirip manusia. Tapi di dalam air mereka tidak bisa melihat terlalu jauh. Mereka jauh lebih tergantung pada pendengaran mereka dan juga sonar (yang dihasilkan oleh otak mereka). Jadi kalau transmisi sonar terganggu, mereka tetap bisa nyasar.

      5. Paus bernafas dengan paru-paru. Tidakkah itu membuatnya dapat bertahan di daratan?
      - Dehidrasi membuat paus tambah lemas (seperti manusia kalau kepanasan; tapi paus punya toleransi jauh lebih rendah)
      - Perubahan tekanan udara yang drastis berpengaruh negatif pada paru2 paus yang biasa dengan tekanan air. Hal ini bisa membuat stroke dan juga penyakit kardiovaskuler. Perub tekanan juga bisa sebabkan melemahnya otot2 jantung paus.

      Semoga bisa lebih menjelaskan sedikit :-)

  20. 17 September 2009 pada 15:44 | #26

    Wah, lengkap sekali informasi yang diberikan, jadi asyik membacanya. Thanks for the details, and nice to know you!

  21. ries
    17 September 2009 pada 22:42 | #27

    thanks Icha, informasi yang anda berikan sangat menarik, walaupun tidak sering sudah tiga kali paus terdampar di pantai ini.

  22. Icha
    18 September 2009 pada 08:32 | #28

    Ries, thanks infonya.

    (1986 (ikan Hiu sekitar 4 ton), tahun 1993, dan sekarang ini 2009)

    Yang 1986 itu hiu atau paus? Ada memang jenis hiu yang namanya paus bodoh (paus bintang, geger lintang, whale shark, Rhyncodon typus) yang gede seperti paus. Tapi dia hiu karena ada insangnya (paus TIDAK ada insang sama sekali).

    Yang 1993 sayang ga ada arsipnya ya… belon jaman internet sih waktu itu…

    Dugaan saya dan teman2 adalah paus ini mungkin, mungkin berasal dari populasi yang sama dengan paus bongkok yang terdampar di Bali Oct 2007 lalu, karena bulan terdamparnya sama, dan lokasinya di selatan barisan Jawa-Bali (kemungkinan jalur migrasinya).

    thanks banget atas diskusinya yang menarik!

  23. evisyari
    18 September 2009 pada 09:42 | #29

    Assalamu`alaikum Wr Wb
    Taqoballahuminna wa minkum
    Minal `aidzin wal fa idzhin
    Mohon Maaf Lahir dan Batin
    By:
    http://evisyari.wordpress.com

  24. eka wandar
    18 September 2009 pada 14:52 | #30

    icha thanx infonya yg mendetail tentang paus,saya datang langsung ke TKP pas hari kejadian paus ini terdampar,pas awal ditemukan menurut nelayan setempat paus ini masih bernafas mungkin terlalu lama di darat, paus ini tidak bertahan lama,dan paus ini tidak lama kemudian dipotong2 dagingnya dan dibagikan,jadi paus ini belum membusuk jadi layak DIKONSUMSI.

  25. Icha
    18 September 2009 pada 16:29 | #31

    Begitu… Wandar ada punya foto ekor bagian bawah atau sirip ventral yang putih nggak? Bagian2 itu penting buat ID populasi paus, karena paus bongkok biasa di ID (untuk individual markings) dengan underfluke (ekor bag bawah) atau siripnya.

    Ttg konsumsi, gimana ya… itu memang kebiasaan masy kita untuk langsung makan apapun yang mendarat di pantai… padahal kita ga tau paus itu terdampar karena cuaca atau ada penyakit di dalamnya.

    Just saying, orang harusnya lebih waspada dan tidak terburu2 mengambil tindakan.

    • ries
      19 September 2009 pada 00:00 | #32

      saya punya photo paus yang lain, sayang ga ada photo ekor yang ada cuma bagian sirip depan, susah fotonya berdesak-desakan. kalau icha perlu nanti saya emailkan

  26. hgthj
    18 September 2009 pada 21:22 | #33

    pauss…ikan intu terdampar gara.gara mau lihat gereja di cipatujah..giakan utusan paus pauluss..he..he

  27. 19 September 2009 pada 05:40 | #34

    Gw khawatir kejadian beberapa tahun yang lalu terjadi lagi, banyak yang keracunan setelah mengkonsumsi ikan raksasa yang terdampar di Cipatujah….

    • ries
      19 September 2009 pada 20:25 | #35

      memang pernah terjadi keracunan setelah mengkonsumsi ikan raksasa, dimana dan kapan mas ariess

  28. Icha
    19 September 2009 pada 13:59 | #36

    Ries, kalo ada fotonya, boleh diemail ke putuliza@yahoo.com atau putu.liza@jcu.edu.au? Sekalian nama lengkap Ries ya, buat acknowledgement kalau fotonya digunakan nanti.

    cheers,
    Icha

  29. Evi Mujia
    20 September 2009 pada 22:07 | #37

    Waaah…asyik bener diskusinya, jadi nambah ilmu baru nich… capa tau,ada siswa yang nanyain di kls, ada reperensi baru gtu lho…thanks.

  30. ripan sudirman
    28 September 2009 pada 06:16 | #38

    oya gw denger dr nyokap si ”emang” yg menggergaji tu paus katanya is die???trus yg makan dagingny pada ”lieur” alias puyeng.benar ga….dasar manusia pada serakah.tu ikan kan ga layak tuk dmakan,ky ga ada lauk lain ja,,,,daun singkong msh byk kalee….

  31. novira shena
    28 September 2009 pada 21:10 | #39

    ihhhhhhhhhh……………. kasian ya paus itu
    aku tau knpa paus itu datang karna alloh yg mmberikan paus itu kpada masyarak cipatujah

  32. ovie
    29 September 2009 pada 17:42 | #40

    tambah lagi dong referensinya,,aku orang awam tentang paus

  33. naufal
    1 Oktober 2009 pada 18:50 | #41

    wqh gede bagt

  34. riza
    3 Oktober 2009 pada 18:22 | #42

    wuih . .
    keren bgt pembahasannya . .
    q jd lbh tau . .
    buat para peneliti ikan paus, selamatkan hdp paus ya . .
    biar ia tetep ada kalo ada kan penelitian tetep jalan kalo tetep jalan pengetahuan bertambah . .
    sekali lagi . . .
    semanagat yaw . .

  35. 7 Oktober 2009 pada 04:20 | #43

    There’s good info here. I did a search on the topic and found most people will agree with your blog. Keep up the good work mate! :)

  36. 8 Oktober 2009 pada 14:05 | #44

    Beeeeeh…..
    Gede banget.

  37. ftie
    22 Oktober 2009 pada 11:04 | #45

    gila msh ada ja 2 ikan kr’n uw udh pde punah.,

  38. hendrik
    25 Desember 2009 pada 19:31 | #46

    #

    *

    1. Apa yang menyebabkannya bisa terdampar?
    – penyakit
    – cuaca buruk
    – kejadian alam seperti bintik matahari dan gempa bumi (tidak langsung sih, ada time delay)
    – Gangguan navigasi sonar (lihat #2)
    Paus biasanya hidup berkelompok (ada juga yang sendiri2). Jika pemimpinnya sakit dan tidak bisa navigasi dan terdampar (atau karena ada kejadian lain), anggota2 lain bisa juga ikut terdampar

    2. Katanya karena adanya gangguan pada navigasi sonar mereka. Bagaimana gangguan itu mempengaruhi sistem navigasi sonar mereka?
    Sistem interferensi. Seperti radio, kalau ada dua frekuensi FM yang berdekatan, biasanya kita tidak bisa jelas mendengar radio tersebut. Sama saja dengan sonar cetacean yang bekerja pada frekuensi tertentu, jika ada sumber sonar lain di dekatnya (biasanya buatan manusia), atau ada benda/construct yang mempengaruhi sonar mereka, mereka bisa bingung dan terdampar
    Teori favorit orang2 adalah adanya kapal selam yang memancarkan sonar frek rendah (LFA – low frequency active sonar) sehingga paus2 ini bingung. Sudah ada beberapa penelitian ttg ini. Amerika Serikat dan beberapa negara maju sudah melarang penggunaan sonar berfrekuensi rendah karena membuat paus2 terdampar.

    3. Apakah Paus tidak dapat berenang kembali ke perairan yang lebih dalam bila mereka kesasar ke perairan dangkal dan akan menyebabkan mereka terdampar?

    Biasanya kalau topografi perairannya terlalu rendah, mereka memang jadi bingung karena tidak tahu di mana channel dalam yang bisa diikuti. Dan di perairan dangkal, ombaknya biasa besar dan arusnya arus balik, jadi tetap saja terseret ke darat lagi.

    4. Apakah Paus tidak dapat melihat bila dirinya berada di lingkungan yang dapat membahayakan dirinya?

    Paus bergigi (Subordo Odontocetes, termasuk juga lumba2) punya mata mirip manusia. Tapi di dalam air mereka tidak bisa melihat terlalu jauh. Mereka jauh lebih tergantung pada pendengaran mereka dan juga sonar (yang dihasilkan oleh otak mereka). Jadi kalau transmisi sonar terganggu, mereka tetap bisa nyasar.

    5. Paus bernafas dengan paru-paru. Tidakkah itu membuatnya dapat bertahan di daratan?
    – Dehidrasi membuat paus tambah lemas (seperti manusia kalau kepanasan; tapi paus punya toleransi jauh lebih rendah)
    – Perubahan tekanan udara yang drastis berpengaruh negatif pada paru2 paus yang biasa dengan tekanan air. Hal ini bisa membuat stroke dan juga penyakit kardiovaskuler. Perub tekanan juga bisa sebabkan melemahnya otot2 jantung paus.

    Semoga bisa lebih menjelaskan sedikit :-)

    #
    di/pada 17 September 2009 pada 15:44 | Balas apieceoficeberg

    Wah, lengkap sekali informasi yang diberikan, jadi asyik membacanya. Thanks for the details, and nice to know you!

    #
    di/pada 17 September 2009 pada 22:42 | Balas ries

    thanks Icha, informasi yang anda berikan sangat menarik, walaupun tidak sering sudah tiga kali paus terdampar di pantai ini.

    #
    di/pada 18 September 2009 pada 08:32 | Balas Icha

    Ries, thanks infonya.

    (1986 (ikan Hiu sekitar 4 ton), tahun 1993, dan sekarang ini 2009)

    Yang 1986 itu hiu atau paus? Ada memang jenis hiu yang namanya paus bodoh (paus bintang, geger lintang, whale shark, Rhyncodon typus) yang gede seperti paus. Tapi dia hiu karena ada insangnya (paus TIDAK ada insang sama sekali).

    Yang 1993 sayang ga ada arsipnya ya… belon jaman internet sih waktu itu…

    Dugaan saya dan teman2 adalah paus ini mungkin, mungkin berasal dari populasi yang sama dengan paus bongkok yang terdampar di Bali Oct 2007 lalu, karena bulan terdamparnya sama, dan lokasinya di selatan barisan Jawa-Bali (kemungkinan jalur migrasinya).

    thanks banget atas diskusinya yang menarik!

  39. 17 September 2010 pada 14:39 | #47

    paus???? gilaaaaa gokiil abiezzzt,gw sih sedikit percaya

  40. yusuf yustia
    4 Februari 2011 pada 10:13 | #48

    Lanjutkan info tentang ikan Pausnya

  1. 17 September 2009 pada 11:55 | #1

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.